Cerita Zaenal Arif Saksikan Persib Bandung di Partai Final ISL 2014 dan Kebanggaannya Terhadap Atep

oleh Muhammad Faqih diperbarui 03 Feb 2024, 11:45 WIB
Dua legenda Persib Bandung, Zaenal Arif (kiri) dan Abdul Aziz (kanan) saat mengisi acara talk show dalam rangkaian acara Trophy Tour Experience menyambut Piala Dunia U-17 2023 di Cikapayang Dago Park, Bandung, Minggu (22/10/2023) pagi WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Bandung - Ada cerita menarik dari mantan pemain Persib Bandung, Zaenal Arif saat menyaksikan partai final Indonesia Super League (ISL) 2014, mempertemukan Persib Bandung menghadapi Persipura Jayapura.

Dalam laga berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang (07/11/2014), Persib Bandung sukses menyabet gelar juara ISL 2014 melalui drama adu penalti 5-3. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2.

Advertisement

Abo sapaan akrab Zaenal Arif mengaku deg-degan sepanjang laga saat menyaksikan perjuangan Persib di partai final. Apalagi, juara harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Pria berusia 43 tahun ini juga bangga dengan Kapten Persib saat itu, Atep yang berhasil mempersembahkan trophy juara ISL 2014. Menurut Abo, Atep sebagai pemain layak sejajar dengan legenda-legenda Persib sebelumnya.

"Waktu itu saya ikut nonton deg-degan juga. Saya berharap pemain yang seangkatan kita bisa sejajar dengan legenda sebelumnya, dan ternyata waktu Atep masuk, ia layak jadi legenda. Sebelumnya kan ada Kang Roby Darwis dan Kang Ajat Sudrajat," kata Abo dalam channel YouTube sport77 official.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Kegagalan Tahun 2007

Trophy juara ISL 2014 memang sangat istimewa bagi Persib. Sebab, tim kebanggaan Bobotoh ini butuh waktu 19 tahun untuk membawa pulang piala ke Kota Kembang.

Zaenal Arif mengatakan, Persib memang punya peluang besar merengkuh gelar juara Liga Indonesia musim 2006/2007. Saat itu, Persib yang di bawah kendali Arcan Iurie mampu menjadi juara paruh musim.

Namun, memasuki putaran kedua prestasi Persib terus merosot hingga akhirnya gagal melaju ke babak 8 besar. Persib berada di peringkat ke-12 wilayah barat.

"Waktu 2007 saya hampir juara, tetapi enggak jadi juara makanya saya merasa itu angkatan gagal. Beliau (Atep) juga ada waktu it, tapi masih bermain untuk Persija. Tahun 2008, Atep kembali ke Bandung, 2014 dia angkat piala, saya ikut bangga bahwa angkatan kita ada yang menjadi legenda," ungkapnya.

 

 

3 dari 5 halaman

Persib 2014 Layak Juara

Eks penyerang Persita Tangerang ini menilai Persib 2014 memang layak menjadi juara. Alasannya, karena Persib saat itu punya kedalaman pemain yang cukup solid.

"Saya melihat kedalaman skuad yang dimiliki coach Djanur (Djadjang Nurdjaman) sudah sangat baik, pemain inti ataupun yang duduk di bangku cadangan itu sama kualitasnya. Jadi, itu tinggal kepintaran pelatih, terkait siapa yang siap diturunkan," terangnya.

 

4 dari 5 halaman

Harapan Seorang Atep

Pemain Persib Bandung Atep melakukan pemanasan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun).

Sementara itu, Atep mengungkapkan saat bergabung dengan Persib musim 2007/2008, menaruh harapan besar membawa Persib juara Liga Indonesia. Mimpi Atep akhirnya tercapai setelah berjuang selama tujuh musim.

"Prosesnya waktu itu kurang lebih dari 2007-2014, alhamdulillah bisa mengankat trophy itu dan kebetulan waktu itu saya jadi kapten, dan menurut saya ah sudahlah tidak ada pencapaian terbaik lagi karena ini mimpi saya," kata Atep.

"Walaupun tentu saya ingin terus memberikan sebuah gelar tetapi mimpi saya tercapai, dan menurut saya sudah cukup,  jadi mengangkat trofi itu sudah cukup," tambahnya. 

5 dari 5 halaman

Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait