Usai Man City Angkat Kaki dari Liga Champions, Guardiola Akui Arsenal Terbaik Saat Ini dan Klopp Masih Jadi Rival Tersulit

Man City dihentikan Real Madrid di Liga Champions, Pep Guardiola angkat topi untuk Arsenal dan sebut Jurgen Klopp dan Liverpool-nya yang paling menantang.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Maret 2026, 11:45 WIB
Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tetap menaruh respek tinggi kepada Arsenal, meski timnya baru saja tersingkir dari Liga Champions.

Ia bahkan menyebut The Gunners sebagai tim terbaik saat ini, tidak hanya di Inggris melainkan juga di Eropa.

Advertisement

Man City angkat kaki dari Liga Champions musim ini setelah kalah 1-2 di kandang dari Real Madrid, Rabu (18-3-2026) dini hari WIB. Pada leg pertama di Santiago Bernabeu, Erling Haaland dkk. kalah 0-3.

Kini, Man City mengalihkan fokus ke final Carabao Cup akhir pekan ini, di mana mereka akan menghadapi Arsenal di Wembley.

Guardiola pun tak ragu menempatkan lawannya sebagai favorit.

"Kami akan menghadapi tim terbaik di Inggris, sejauh ini juga yang terbaik di Eropa. Lihat saja hasil mereka di fase grup, mereka finis pertama dan mungkin hanya kalah tiga atau empat kali musim ini," ujar Guardiola.

"Ini tantangan besar. Kami akan mencoba bersaing dengan mereka, lalu kita lihat. Dalam satu atau dua pekan ke depan kami juga akan bertemu lagi di Premier League," imbuhnya.


Tolok Ukur

Arsenal berhasil memetik kemenangan atas Bayer Leverkusen dalam laga leg 2 babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Selasa (17/03/2026) waktu setempat. (AP Photo/Ian Walton)

Guardiola menilai duel melawan Arsenal bisa menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kekuatan timnya saat ini.

"Terkadang, mereka memang lebih baik, jadi ini cermin bagus untuk melihat apa yang harus kami lakukan untuk mengalahkan mereka," katanya.

Kendati hasil belakangan kurang memuaskan, ia tetap yakin dengan kualitas timnya.

"Hasilnya memang belum bagus, kecuali saat melawan Newcastle. Tapi, saya merasa kami adalah tim yang luar biasa."

"Ada banyak hal bagus yang saya suka dari permainan kami, hanya saja kami belum sepenuhnya komplet. Di momen tertentu kami belum cukup tajam, dan itu yang masih harus diperbaiki," ulasnya.


Klopp Tantangan Terbesar

Sementara, tim racikan Pep Guardiola menelan pil pahit tersingkir dari Liga Champions 2025/2026. Tampak dalam foto, ekspresi striker Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland, setelah timnya kebobolan gol saat pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Etihad Stadium, barat laut Inggris, pada Selasa 17 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu (18/3) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Ia pun menegaskan bahwa proses menuju konsistensi membutuhkan waktu.

"Menurut saya, ini hanya soal waktu. Hal seperti ini juga terjadi di musim pertama saya di sini. Kami butuh sedikit waktu," ucapnya.

Di sisi lain, Guardiola meluruskan anggapan bahwa menghadapi Real Madrid merupakan tantangan terbesar dalam kariernya. Ia justru menunjuk sosok Jurgen Klopp bersama Liverpool sebagai lawan paling sulit yang pernah dihadapi.

"Bukan, tantangan terbesar saya adalah Jurgen Klopp di Liverpool," tegasnya.

"Anda mungkin tidak sepenuhnya menyadari seperti apa rasanya menghadapi Liverpool. Laga-laga itu jadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi tim," ungkap pelatih berusia 55 tahun itu.

Ia menambahkan bahwa duel melawan Liverpool di masa lalu memberikan banyak pelajaran berharga, terutama ketika Man City masih dalam proses berkembang.

Meski begitu, Guardiola juga menilai setiap tim yang pernah berhadapan dengan Man City pasti merasakan hal yang sama, bahwa mereka juga menghadapi lawan yang kuat.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait