Bola.com, Jakarta - Galatasaray mengancam akan menempuh jalur hukum setelah Noa Lang mengalami luka serius pada ibu jari saat laga Liga Champions melawan Liverpool di Anfield, Kamis (19-3-2026) dini hari WIB.
Klub asal Turki itu juga menuntut kompensasi atas insiden tersebut.
Noa Lang harus dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam waktu setempat setelah bertabrakan dengan papan iklan di sisi lapangan Anfield dalam leg kedua babak 16 besar. Dalam pertandingan itu, Galatasaray tersingkir dengan agregat 1-4.
Insiden terjadi pada menit ke-75 ketika Lang berduel memperebutkan bola dengan gelandang Liverpool, Curtis Jones. Dalam situasi tersebut, ia terjatuh dan menghantam papan iklan, dengan ibu jarinya diduga terjepit di antara dua bagian papan.
Kecelakaan itu membuat Lang langsung menahan tangan kanannya dalam kesakitan, dengan darah terlihat mengalir dari luka yang cukup dalam. Ia kemudian mendapat bantuan oksigen sebelum akhirnya dibawa keluar lapangan menggunakan tandu.
Rekaman dari tribune memperlihatkan teriakan kesakitannya terdengar jelas, sementara para penonton tampak terkejut melihat kondisi tersebut.
Pihak Liverpool langsung melakukan pemeriksaan di area kejadian pada malam yang sama. The Reds disebut berencana menyelidiki bagaimana insiden tersebut bisa terjadi.
Pernyataan Galatasaray
Sementara itu, Galatasaray bergerak cepat dengan mengajukan keluhan kepada UEFA dan membuka kemungkinan langkah hukum jika tuntutan kompensasi mereka tidak dipenuhi.
"Setelah pertandingan, kami telah mengajukan keluhan kepada perwakilan UEFA terkait insiden ini. Mereka telah melakukan penyelidikan," kata Eray Yazgan, Sekretaris Jenderal Galatasaray, kepada media Turki, HTSport.
"UEFA akan mengevaluasi masalah ini. Kami juga sedang berkonsultasi dengan pengacara. Kami akan mengajukan klaim kompensasi kepada UEFA dan meminta agar kerugian kami, termasuk terkait gaji, diperhatikan.Jika permintaan kami tidak dipenuhi, gugatan mungkin akan diajukan. Prioritas kami adalah kesehatan pemain," lanjutnya.
Respons UEFA
Lang sempat mengunggah foto di Instagram pada Kamis pagi waktu setempat, memperlihatkan dirinya berada di unit gawat darurat Whiston Hospital bersama tim medis, dengan keterangan singkat "S--- happens".
Ia kemudian memastikan bahwa operasi yang dijalaninya berjalan sukses.
UEFA menyatakan telah meninjau insiden tersebut dan akan mengevaluasi aspek keselamatan di sekitar lapangan.
"UEFA telah meninjau situasi yang menyebabkan kecelakaan yang menimpa pemain Galatasaray, Noa Lang, dan akan meninjau pengaturan di sisi lapangan, termasuk papan LED, pada pertandingan-pertandingan mendatang untuk mengidentifikasi potensi risiko serupa serta meminta klub mengambil langkah yang diperlukan," ujar juru bicara UEFA.
"Kami mendoakan Noa Lang pulih sepenuhnya dan secepatnya."
Keselamatan di Sekitar Lapangan
Insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran soal aspek keselamatan di sekitar lapangan.
Pada September lalu, mantan pemain muda Arsenal, Billy Vigar, meninggal dunia setelah menabrak dinding beton saat berusaha menghentikan bola dalam pertandingan level non-liga.
Peristiwa tersebut terjadi kurang dari dua tahun setelah insiden serupa yang hampir merenggut nyawa Alex Fletcher, yang juga mengalami benturan keras dengan papan iklan berlatar dinding beton dalam laga non-liga lainnya.
Kedua kejadian itu memicu sorotan terhadap penggunaan dinding beton di sekitar lapangan serta jaraknya yang terlalu dekat dengan garis permainan, sesuatu yang tidak ditemukan di stadion-stadion Premier League.
Sumber: Telegraph