Francesco Bagnaia Khawatir Banjir Ancam MotoGP Brasil: Semoga Tak Hujan Lagi

Sirkuit sempat terendam, Francesco Bagnaia wspadai dampak hujan di MotoGP Brasil 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Maret 2026, 15:30 WIB
Pecco Bagnaia pada balapan MotoGP Austria 2025. (ERWIN SCHERIAU / APA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Francesco Bagnaia menyuarakan kekhawatirannya terhadap kondisi Sirkuit Ayrton Senna jelang MotoGP Brasil 2026, menyusul banjir yang sempat melanda lintasan tersebut awal pekan ini.

Hujan deras yang mengguyur Goiania membuat sejumlah bagian sirkuit terendam air. Meski genangan bisa surut dengan cepat, kondisi itu meninggalkan kotoran yang menempel di aspal sehingga memaksa dilakukan pembersihan besar-besaran.

Advertisement

Bagnaia mengaku antusias menjajal kembali sirkuit tersebut, yang terakhir kali digunakan pada era MotoGP pada 1989, tetapi ia juga waspada terhadap potensi masalah jika hujan kembali turun selama akhir pekan balapan.

"Sirkuitnya terlihat sangat bagus," katanya kepada Sky Italia.

"Mari berharap tidak hujan lagi karena kalau itu terjadi, kondisinya akan cukup sulit, terutama sebelum dua tikungan terakhir karena area itu cenderung tergenang. Pada Selasa lalu, situasinya cukup kritis."

"Saya datang langsung ke sirkuit dan kondisinya memang berat. Tapi, bagaimanapun, kami siap menghadapi apa pun, dan trek ini memang bagus," imbuhnya.


Kualitas Aspal Lintasan

Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia pada tes pramusim MotoGP Sepang 2026. (X/Ducati)

Pembalap Ducati itu juga memuji kualitas aspal lintasan yang dinilainya sangat halus.

"Saya rasa pada awalnya akan sulit untuk menilai grip lintasan," ujarnya.

"Kita lihat saja nanti, tapi aspalnya benar-benar seperti meja biliar, sangat sempurna."

"Memang masih sedikit kotor, tapi saya rasa daya cengkeramnya akan cukup baik. Yang terpenting adalah bisa melakukan banyak putaran untuk memahami setelan motor," lanjut pembalap yang karib disapa "Pecco" itu.


Masalah Ban

Pembalap MotoGP Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, minum di dalam garasi timnya selama hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. (Mohd Rasfan/AFP)

Di sisi lain, peluang Ducati di Brasil masih belum sepenuhnya bisa diprediksi. Michelin tetap akan menggunakan konstruksi ban belakang yang lebih kaku, spesifikasi yang sebelumnya dipakai di Thailand.

Ban tersebut sempat menimbulkan masalah bagi Bagnaia sepanjang akhir pekan di Buriram, dan kembali menjadi salah satu dari tiga opsi ban belakang yang tersedia di Goiania.

Dua opsi lainnya menggunakan konstruksi yang sama seperti di Red Bull Ring, sirkuit yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi tempat yang cukup bersahabat bagi Ducati.

"Ducati sudah bekerja keras untuk memahami apa yang terjadi dengan keausan ban belakang," kata Bagnaia.

"Sirkuit ini baru bagi semua orang, aspalnya terlihat luar biasa, dan mungkin kami tidak akan mengalami masalah yang sama lagi," katanya lagi.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait