Peta Kekuatan Perempat Final Liga Champions: Arsenal Nomor 1, PSG Mengintai

Berikut adalah power ranking delapan tim perempat final Liga Champions.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 22 Maret 2026, 17:00 WIB
Logo dan Trofi Liga Champions. (Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Liga Champions 2025/2026 kini memasuki fase perempat final. Delapan tim terbaik Eropa tersisa, dan persaingan menuju trofi semakin memanas.

Sejumlah klub besar telah tersingkir lebih awal, termasuk beberapa wakil Premier League seperti Manchester City dan Chelsea. Kini, hanya tim-tim elite dengan pengalaman dan kualitas tinggi yang tersisa.

Advertisement

Perempat final Liga Champions musim ini menghadirkan kombinasi menarik antara tim berpengalaman dan kuda hitam. Arsenal memimpin sebagai favorit, namun PSG dan Bayern Munich siap memberikan perlawanan sengit.

Dengan jalur yang berbeda di bagan turnamen, final impian antara dua raksasa Eropa sangat mungkin terjadi. Namun seperti biasa, Liga Champions selalu penuh kejutan dan segalanya masih bisa berubah.

Berikut adalah power ranking delapan tim yang masih bertahan:


1. Arsenal

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Mikel Arteta semakin kukuh di puncak klasemen sementara dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City yang ditahan imbang West Ham 1-1. (AP Photo/Kin Cheung)

 

Arsenal menjadi tim paling difavoritkan saat ini. Performa konsisten, jalur undian yang relatif lebih mudah, serta kedalaman skuad membuat mereka berada di puncak power ranking.

Di bawah arahan Mikel Arteta, The Gunners tampil matang dan efisien. Mereka juga diuntungkan dengan memainkan leg kedua di kandang.

Jika mampu menjaga performa, Arsenal memiliki peluang besar untuk melaju hingga final dan bahkan mengangkat trofi.

 


2. Paris Saint-Germain

Kiper Paris Saint-Germain asal Rusia bernomor punggung 39, Matvey Safonov, meninju bola selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Chelsea FC dan Paris Saint-Germain (PSG) di Stamford Bridge, London barat pada 18 Maret 2026. (Adrian Dennis/AFP)

PSG sempat mengalami penurunan performa, namun bangkit dengan cara spektakuler setelah menghancurkan Chelsea dengan agregat telak.

Tim asal Paris ini tampak kembali menemukan bentuk terbaik mereka dan bisa menjadi ancaman serius bagi siapa pun.


3. Bayern Munich

Dua bintang Bayern Munchen, Leon Goretzka (kanan) dan Harry Kane, saat pertandingan Liga Champions 2024/2025 melawan Dinamo Zagreb di Allianz Arena, Rabu (18/9/2024) dini hari WIB. (Alexandra Beier/AFP)

Bayern tampil luar biasa setelah mencetak 10 gol dalam dua leg melawan Atalanta.

Lini serang mereka yang dihuni Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise menjadi salah satu yang paling mematikan di Eropa saat ini.

Dengan fokus penuh di Liga Champions, Bayern menjadi kandidat kuat juara.


4. Real Madrid

Vinicius Junior dari Real Madrid merayakan gol pembuka dari titik penalti bersama Thiago Pitarch, di sebelah kanan, selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City dan Real Madrid di Manchester, Rabu, 18 Maret 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Tidak pernah bisa diremehkan, Real Madrid kembali menunjukkan mental juara mereka, termasuk saat menyingkirkan Manchester City.

Dengan pemain seperti Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Federico Valverde, mereka selalu punya peluang.

Namun, secara keseluruhan performa mereka dinilai masih di bawah tiga tim teratas.


5. Barcelona

Yamal memecahkan rekor sebelumnya milik Kylian Mbappe, yang mencapainya pada usia 18 tahun 350 hari pada 2017. (AP Photo/Joan Monfort)

Barcelona tampil tidak konsisten saat menghadapi Newcastle, namun menunjukkan kualitas luar biasa di babak kedua.

Pemain seperti Raphinha, Lamine Yamal, dan Pedri menjadi kunci permainan menyerang mereka.

Namun, gaya bermain tiki-taka mereka dinilai rentan menghadapi tim dengan fisik kuat seperti Arsenal.


6. Liverpool

Duel Mario Lemina dan Dominik Szoboszlai dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Liverpool vs Galatasaray di Anfield, 19 Maret 2026. (AP Photo/Jon Super)

 

6. LiverpoolDi bawah asuhan Arne Slot, Liverpool menunjukkan dua wajah berbeda. Mereka bisa tampil luar biasa, namun juga sering tampil di bawah standar dalam laga besar.

Meski begitu, sejarah membuktikan bahwa tim seperti Liverpool bisa saja melangkah jauh meski tidak difavoritkan—seperti yang pernah terjadi pada 2005.


7. Atletico Madrid

Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone mengkritik Manajer Manchester City Pep Guardiola usai leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Kamis (14/4/2022) dini hari WIB. (Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

 

Tim asuhan Diego Simeone masih menyimpan potensi kejutan. Mereka bahkan berhasil menyingkirkan Barcelona di ajang domestik.

Namun, inkonsistensi performa, terutama saat bermain tandang, menjadi masalah serius. Atletico kini bukan lagi tim defensif solid seperti dulu, melainkan tim yang sulit diprediksi.


8. Sporting CP

Sporting menjadi kuda hitam setelah tampil impresif saat menghancurkan Bodo/Glimt dengan skor telak. Atmosfer di Estadio Jose Alvalade menjadi salah satu kekuatan utama mereka.

Namun, perbedaan kualitas dan pengalaman masih menjadi kendala besar. Menghadapi tim seperti Arsenal, peluang mereka untuk melaju lebih jauh dinilai sangat kecil. Jika berhasil lolos, itu akan menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait