Pemanggilan Cahya Supriadi Dinilai Mubazir, tapi John Herdman Perlu Regenerasi Kiper Timnas Indonesia

Pemanggilan Cahya Supriadi ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 jadi bahasan diskusi di kalangan pencinta Garuda.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 24 Maret 2026, 10:15 WIB
Cahya Supriadi ketika PSIM Yogyakarta bertanding melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Komposisi 24 pemain Timnas Indonesia yang dipilih John Herdman di ajang FIFA Series 2026 sangat menarik untuk dicermati. Pelatih asal Inggris itu membuat keputusan yang memunculkan perdebatan di kalangan pencinta Timnas Indonesia. 

Dari posisi kiper, kebijakan eks arsitek Timnas Kanada itu mencantumkan empat nama penjaga gawang dianggap mubazir. Sosok Cahya Supriadi jadi sorotan.

Advertisement

Bukan karena kiper PSIM Yogyakarta itu tak layak, melainkan lajang asal Karawang itu dinilai belum mampu bersaing dengan tiga kiper senior; Emil Audero, Maarten Paes, dan Nadeo Argawinata. 

Jumlah empat kiper terlalu banyak untuk sebuah event yang hanya memainkan dua pertandingan. Alih-alih duduk di bangku cadangan, Cahya Supriadi pun diyakini tak akan mengenakan jersey dan sarung tangan di FIFA Series 2026 yang digelar di SUGBK Jakarta, 27 dan 30 Maret nanti. 

"Kenapa harus empat kiper? Padahal, tiga saja sudah cukup. Daripada mubazir, seharusnya satu slot bisa untuk menambah pemain di sektor tengah atau depan," kata Toni Ho, pengamat sepak bola senior asal Makassar.


Demi Regenerasi

Kiper Timnas Indonesia U-19, Cahya Supriadi berusaha menghalau bola saat matchday ketiga Grup A Piala AFF U-19 2022 antara Timnas Indonesia U-19 melawan Timnas Thailand U-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (06/07/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Akan tetapi, pendapat itu berbeda dengan pandangan Hermansyah, eks kiper Timnas Indonesia era 1980-an. 

Sebagai informasi, saat ini usia Emil Audero dan Nadeo Argawinata, 29 tahun, dan Maarten Paes, 27 tahun, mulai meninggalkan usia emas. Sementara Cahya Supriadi masih berusia 23 tahun dan jadi kiper utama di Timnas Indonesia U-23. 

Kendati Emil Audero, Nadeo, dan Maarten Paes tampil reguler bersama Cremonese (Serie A), Borneo FC, dan Ajax Amsterdam (Eredivisie Belanda), regenerasi sektor penjaga gawang Timnas Indonesia harus terus berjalan. 

"John Herdman tak menjelaskan alasan soal Cahya Supriadi. Tapi, menurut analisis saya, pemilihan dia untuk regenerasi kiper Timnas Indonesia. Saya kira keputusan John Herdman juga objektif karena prestasi Cahya Supriadi musim ini juga sangat bagus. Momentum ini yang harus terus ditingkatkan lagi," jelas Hermansyah.


Agar Ditempa Lagi

Pemain PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi saat timnya melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Hermansyah menambahkan John Herdman yang juga menangani Timnas Indonesia U-23 perlu menyelipkan nama Cahya Supriadi untuk ditempa lebih matang lagi. 

"Di antara kiper muda seusianya, saya kira Cahya Supriadi yang terbaik. Makanya, dia harus ditingkatkan kemampuannya untuk jangka panjang. Dia kemungkinan kecil main di FIFA Series. Tapi, dengan masuk tim definitif, Cahya Supriadi akan punya wawasan permainan level senior," lanjutnya.

Apalagi, lanjut Hermansyah, Cahya Supriadi butuh gemblengan pelatih kiper yang lebih mumpuni agar kualitas tekniknya bisa maju pesat. 

"Cahya Supriadi harus ditangani pelatih kiper lain. Semakin banyak digembleng pelatih berbeda, maka ilmu dan levelnya akan meningkat lagi. Ini kesempatan dia dapat ilmu dari pelatih kiper senior. Dia juga bisa mengamati dan diskusi langsung dengan Emil Audero dan Maarten Paes, bagaimana agar bisa jadi kiper hebat," tuturnya.


Manfaatkan Pemanggilan

Aksi pemain PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi saat bertanding melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Cahya Supriadi harus memanfaatkan pemanggilan di Timnas Indonesia Senior ini untuk makin memantapkan posisinya.

Kesempatan itu makin terbuka, setelah John Herdman mencoret Ernando Ari, kiper Persebaya, yang dalam satu dekade ini jadi langganan Timnas Indonesia di semua kategori mulai kelompok umur hingga senior. 

"Semua tergantung Cahya Supriadi, apakah dia mau belajar dan digembleng keras untuk jadi kiper masa depan Timnas Indonesia nanti," ucapnya.

Berita Terkait