Strategi Aneh Thomas Tuchel: Skuad 35 Pemain Timnas Inggris Picu Tanda Tanya Jelang Piala Dunia

Keputusan Thomas Tuchel dalam merilis skuad terbaru Timnas Inggris jelang Piala Dunia langsung memantik perdebatan. Alih-alih memilih komposisi standar, Tuchel justru memanggil 35 pemain untuk jeda internasional kali ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 25 Maret 2026, 07:30 WIB
Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memimpin laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Thomas Tuchel dalam merilis skuad terbaru Timnas Inggris jelang Piala Dunia langsung memantik perdebatan. Alih-alih memilih komposisi standar, Tuchel justru memanggil 35 pemain untuk jeda internasional kali ini.

Langkah tersebut terasa tidak lazim, terutama karena para pemain juga tidak akan bergabung secara bersamaan. Mereka dijadwalkan datang dalam waktu berbeda, tergantung jumlah menit bermain di level klub sepanjang musim.

Advertisement

Situasi ini membuat banyak pihak kebingungan. Dengan komposisi skuad yang berubah-ubah, sulit memprediksi siapa saja yang akan tampil dalam dua laga uji coba yang sudah dijadwalkan.

Inggris akan menghadapi Uruguay pada 27 Maret di Wembley, sebelum menjamu Jepang pada 31 Maret. Dua pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain untuk mengamankan tempat di skuad final Piala Dunia.

 


Strategi Aneh yang Punya Tujuan Jelas

Para pemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Albania dan Inggris di stadion "Air Albania" di Tirana, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Adnan Beci/AFP)

Meski menuai tanda tanya, keputusan Tuchel diyakini bukan tanpa alasan. Pelatih asal Jerman itu disebut ingin melihat lebih banyak opsi pemain sekaligus menjaga kondisi fisik para bintang utamanya.

Pendekatan ini juga bertujuan menghindari kelelahan berlebih pada pemain yang telah tampil intens bersama klub masing-masing sepanjang musim.

Alih-alih memaksakan semua pemain tampil di dua laga, Tuchel memilih membagi beban dengan memberi waktu istirahat tambahan bagi beberapa nama kunci.

Salah satu contoh paling mencolok adalah Harry Kane. Kapten Inggris itu tengah tampil luar biasa dengan catatan 48 gol dari 40 pertandingan musim ini.

Namun, di balik performa gemilang tersebut, Kane sudah mencatatkan lebih dari 3.000 menit bermain. Dengan Bayern Munchen masih berpeluang melaju jauh di Liga Champions, beban itu dipastikan akan terus bertambah.

Situasi serupa juga dialami Bukayo Saka dan Declan Rice, yang masing-masing sudah mencatat ribuan menit bermain musim ini.

Tuchel pun memilih memberi mereka waktu istirahat tambahan demi menjaga kondisi fisik dan mental.

“Para pemain ini sudah bermain 3.500 hingga 4.000 menit musim ini. Bahkan beberapa di antaranya bermain lebih banyak dibanding total musim lalu,” ujar Tuchel.

“Yang lebih penting, mereka sudah berkontribusi sejak September hingga November. Mereka punya kredit dari saya. Memberi mereka waktu istirahat secara mental dan fisik akan menguntungkan tim,” lanjutnya.

 


Skuad Berubah dan Dampaknya ke Laga

Pemain muda Timnas Inggris, Kobbie Mainoo, masuk lapangan untuk menjalani debutnya bersama The Three Lions ketika menghadapi Brasil di Wembley Stadium, Minggu (24/3/2024) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Sebanyak 11 pemain, termasuk Kane, Saka, dan Rice, baru akan bergabung setelah laga melawan Uruguay. Artinya, skuad yang tersedia untuk pertandingan pertama praktis hanya sekitar 24 pemain.

Hal ini membuat komposisi tim untuk laga melawan Uruguay menjadi teka-teki tersendiri. Tuchel harus memaksimalkan pemain yang tersedia sekaligus memberi kesempatan bagi wajah-wajah baru untuk unjuk gigi.

Di sisi lain, laga kontra Jepang kemungkinan akan menjadi panggung bagi para pemain inti yang baru bergabung.

Pendekatan yang diambil Tuchel mencerminkan fokus jangka panjang. Ia tidak hanya memikirkan hasil dalam dua laga uji coba, tetapi juga kondisi tim secara keseluruhan menjelang Piala Dunia.

Dengan jadwal padat di level klub dan tekanan tinggi di turnamen internasional, manajemen kebugaran menjadi faktor krusial.

Langkah berani ini memang mengundang pro dan kontra. Namun, jika berhasil menjaga performa pemain hingga Piala Dunia, keputusan Tuchel bisa menjadi kunci keberhasilan Inggris di turnamen mendatang.

Berita Terkait