Nice Try! Peluang demi Peluang Dimiliki Ramadhan Sananta ke Gawang St. Kitts and Nevis, Tak Satupun Berujung Gol

Ramadhan Sananta mendapat sorotan tajam dalam penampilannya saat Timnas Indonesia menghadapi St. Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 27 Maret 2026, 22:55 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta berebut bola dengan pemain St Kitts and Nevis, Mervin Lewis dalam laga semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ramadhan Sananta mendapat sorotan tajam dalam penampilannya saat Timnas Indonesia menghadapi St. Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026. Skuad Garuda menghajar lawannya 4-0 dalam duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam.

Beckham Putra menjadi bintang kemenangan Timnas Indonesia atas Sr. Kitts and Nevis lewat brace yang diciptakannya pada menit ke-15 dan 25. Di babak kedua, Ole Romeny dan Mauro Zijlstra masing-masing mencetak satu gol untuk memastikan kemenangan 4-0 tim Merah-Putih.

Advertisement

Skuad Garuda juga unggul jauh hingga 10 kali tembakan mengarah ke gawang St. Kitts and Nevis, meski empat gol yang bisa disarangkan. Hasil ini membuat Timnas Indonesia menantang Bulgaria di final FIFA Series 2026 pada Senin (30/3/2026).

Ramadhan Sananta menjadi bahan perbincangan, setelah gagal mencetak gol meski mendapat banyak peluang sepanjang permainannya di atas lapangan. Striker klub DPMM tersebut turun sejak menit pertama melawan St. Kitts and Nevis.

 


Tebar Ancaman

Pemain Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta (kiri) berebut bola dengan pemain St Kitts and Nevis, Malique Roberts dalam laga semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memainkan Ramadhan Sananta berduet dengan Ole Romeny sejak awal laga. ananta cukup ngotot berduel dengan pemain lawan, meski beberapa kali kalah dalam perebutan bola.

Sananta kesulitan mengonversi peluang menjadi gol. Pada menit ke-26, ia gagal menaklukkan kiper Archibald Julani meski sudah berhadapan satu lawan satu. Kegagalan serupa terjadi menjelang akhir babak pertama.

Namun, Sananta cukup berhasil membuat lini belakang St. Kitts and Nevis bekerja keras untuk menghentikannya dengan pelanggaran di babak pertama. Mantan striker Persis Solo itu diberi tugas membuka ruang dan mendampingi Ole Romeny dalam membongkar pertahanan lawan.

 


Kurang Beruntung

Ramadhan Sananta beraksi dalam duel Timnas Indonesia versus Saint Kiits and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Memasuki babak kedua, Sananta mendapatkan beberapa peluang mencetak gol, namun masih belum berhasil. Begitu juga aksi solo run di kotak penalti yang kemudian mengirim umpan silang dengan harapan disambar Beckham Putra, namun diantisipasi bek lawan.

Terdapat momen ketika ia tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper St. Kitts and Nevis, juga tidak menjadi gol, dan Sananta sudah terjebak dalam posisi offside.

Alhasil Sananta digantikan Mauro Zijlstra sisa pertandingan. Tepatnya pada menit ke-72, Sananta digantikan Zijlstra untuk menambah daya serang Timnas Indonesia.

Mauro Zijlstra justru berhasil mencetak gol di menit ke-75, atau hanya tiga menit setelah ia masuk menggantikan Sananta. Zijlstra menjebol gawang St. Kitts and Nevis usai menyambut umpan terobosan Joey Pelupessy.

Berita Terkait