Florian Wirtz Ungkap Kesulitan di Liverpool dan Bangkit Berkat Julian Nagelsmann

Florian Wirtz bergabung dengan Liverpool pada Juni tahun lalu dengan status transfer termahal dalam sejarah klub saat itu, sebelum angka itu kemudian dilampaui oleh pembelian Alexander Isak senilai 125 juta pound.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 31 Maret 2026, 12:00 WIB
Pemain Liverpool, Florian Wirtz, mencetak gol kedua timnya ke gawang Qarabag dalam pertandingan Liga Champions di Anfield, Inggris, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Darren Staples)

Bola.com, Jakarta - Florian Wirtz akhirnya buka suara soal masa-masa sulit yang ia alami pada awal kariernya bersama Liverpool. Gelandang serang asal Jerman itu mengakui adaptasinya di Anfield tidak berjalan mudah setelah didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer fantastis sebesar 116 juta pound.

Meski sempat mendapat sorotan dan kritik karena belum langsung memenuhi ekspektasi, Florian Wirtz merasa pengalaman itu justru membuatnya berkembang menjadi pemain yang lebih kuat.

Advertisement

Florian Wirtz juga menyoroti peran besar pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, yang terus memberinya dukungan selama periode sulit tersebut.


Awal Karier di Liverpool Tidak Mudah

Gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, mengontrol bola dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Eintracht Frankfurt dan Liverpool FC di Frankfurt, Jerman Barat, pada 22 Oktober 2025. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Florian Wirtz bergabung dengan Liverpool pada Juni tahun lalu dengan status transfer termahal dalam sejarah klub saat itu, sebelum angka tersebut kemudian dilampaui oleh pembelian Alexander Isak senilai 125 juta pound.

Besarnya harga transfer membuat ekspektasi terhadap Florian Wirtz sangat tinggi. Namun, pemain berusia 22 tahun itu sempat kesulitan menunjukkan performa terbaiknya pada awal musim.

Gol perdananya di Premier League baru tercipta pada 27 Desember saat menghadapi Wolverhampton Wanderers, yang kemudian menjadi awal dari catatan enam gol dalam 10 pertandingan.

Dalam wawancaranya dengan program televisi Jerman, Sportschau, Florian Wirtz mengakui ia memang sempat melalui fase yang berat.

“Itu bukan fase yang mudah. Terkadang bagus juga ketika segala sesuatu tidak selalu berjalan naik dan Anda mengalami penurunan lalu menjadi lebih kuat karenanya," ujar Florian Wirtz.

“Begitulah saya melihatnya sekarang, itu membuat saya sedikit lebih kuat. Saya harus mengatasi perlawanan dan beradaptasi, saya harus belajar menjadi lebih kuat dan menjaga bola," lanjutnya.

 
 

Tekanan Harga Transfer Jadi Tantangan Besar

Gelandang Liverpool, Florian Wirtz, bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Liverpool dan Sunderland di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 3 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Sebagai pemain dengan label harga mahal, Wirtz memang tidak punya banyak ruang untuk gagal. Kritik datang ketika ia dinilai belum mampu langsung menyatu dengan ritme permainan Liverpool dan kerasnya Premier League.

Namun, dari pengalaman itu, Wirtz merasa dirinya belajar banyak. Ia menilai masa-masa sulit tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan pribadi maupun profesionalnya.

Adaptasi terhadap intensitas permainan, tekanan publik, hingga tuntutan menjaga konsistensi menjadi ujian yang kini mulai bisa ia lewati.

Performa Florian Wirtz bersama timnas Jerman pekan lalu juga menjadi bukti kebangkitannya. Ia mencetak dua gol dan dua assist saat Jerman menang 4-3 atas Swiss.


Julian Nagelsmann Jadi Sosok Penting di Balik Kebangkitannya

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, memperlihatkan ekspresi gembira setelah tim asuhannya berhasil memastikan tiket Piala Dunia 2026 menjadi milik mereka usai kemenangan telak 6-0 atas Slowakia di Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. (Ronny HARTMANN / AFP)

Florian Wirtz secara khusus memuji Julian Nagelsmann atas dukungan yang diberikan selama mengalami masa sulit setelah pindah ke Liverpool. Menurutnya, pelatih timnas Jerman itu selalu siap mendengar dan memberi nasihat yang ia butuhkan.

“Pelatih selalu mendukung saya selama fase sulit setelah kepindahan saya ke Liverpool dan selalu punya waktu untuk mendengarkan saya. Dia memberi saya tips dan meyakinkan saya, itu membuat kami menjadi lebih dekat,” ujar Wirtz.

Penilaian Wirtz itu juga dibenarkan oleh Nagelsmann. Sang pelatih mengungkapkan hubungan mereka memang menjadi semakin erat karena banyaknya percakapan yang mereka jalani selama periode tersebut.

Pekan lalu, Nagelsmann mengatakan bahwa Wirtz sangat terbuka dalam masa sulitnya dan keduanya melakukan banyak diskusi yang positif.

“Dia adalah sosok yang cerdas, sangat terbuka, jadi Anda mendapat banyak hal kembali dari percakapan seperti itu,” kata Nagelsmann.

“Tentu saja, Anda bisa mengambil banyak pelajaran dari itu dan akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya, karena itu juga bagian dari perkembangan pribadi bahwa segala sesuatunya tidak selalu berjalan ke satu arah,” lanjutnya.


Fokus ke Liverpool dan Piala Dunia Bersama Jerman

Selebrasi Florian Wirtz dalam laga Liga Inggris antara Liverpool vs Wolverhampton, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Ian Hodgson)

Pada Senin malam, Florian Wirtz bermain selama satu jam saat Jerman menang 2-1 atas Ghana dalam laga persahabatan.

Gelandang serang berusia 22 tahun itu diperkirakan akan memegang peran penting dalam skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026.

Namun, sebelum memikirkan turnamen besar bersama negaranya, Florian Wirtz kini harus kembali fokus ke Liverpool.

Ia diharapkan bisa membantu The Reds mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, sekaligus menatap laga perempat final Piala FA melawan Manchester City pada Sabtu.

Dengan performa yang mulai menanjak dan mental yang disebut semakin kuat, Wirtz tampaknya mulai menunjukkan alasan mengapa Liverpool berani mengeluarkan dana besar untuk memboyongnya.

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait