Disingkirkan Bayern dari Liga Champions, Florentino Perez Turun ke Ruang Ganti dan Kuliti Pemain Madrid

Apa kata Florentino Perez kepada pemain Real Madrid di ruang ganti usai kalah dari Bayern Munchen dan tersingkir dari Liga Champions?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 April 2026, 07:30 WIB
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengucapkan selamat kepada penyerang Prancis Kylian Mbappe (kiri) atas penghargaan Sepatu Emas Eropa 2024-25 yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak tahun ini dalam sebuah upacara di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 31 Oktober 2024. (Oscar DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan menyampaikan kritik tajam kepada para pemain usai kekalahan dari Bayern Munchen di perempat final Liga Champions. Ia bahkan turun langsung ke ruang ganti di Allianz Arena, venue leg kedua, untuk berbicara dengan skuad.

Kekalahan agregat 4-6 dari Bayern Munchen memastikan Real Madrid tersingkir. Hasil ini membuat Real Madrid berpotensi menutup musim tanpa gelar untuk kedua kalinya secara beruntun.

Advertisement

Di kompetisi domestik, mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona di Liga Spanyol, mempertegas musim yang jauh dari standar klub.

Menurut Sport.es, Perez memberikan teguran langsung. Akan tetapi, ia membuka pembicaraan dengan mengapresiasi usaha tim dalam pertandingan tersebut, sebelum mengkritik keseluruhan musim.

"Saya menghargai usaha kalian hari ini, tetapi musim ini benar-benar mengecewakan bagi semua orang," katanya kepada para pemain.

Ia kemudian menegaskan standar tinggi yang melekat di Real Madrid.

"Kalian tahu tuntutan menjadi pemain Real Madrid. Satu musim tanpa gelar adalah kegagalan karena kita adalah Real Madrid, tetapi dua musim tanpa gelar itu tidak bisa diterima," tegas Perez.


Tegaskan Tanggung Jawab Pemain

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Perez juga disebut menyoroti perencanaan skuad dan kebijakan transfer klub. Beberapa pemain anyar yang didatangkan dengan nilai besar dinilai belum memberikan dampak signifikan.

Dalam laga melawan Bayern, hanya Trent Alexander-Arnold yang menjadi pemain baru dan langsung bermain sejak awal. Franco Mastantuono masuk sebagai pemain pengganti, sementara Dean Huijsen dan Alvaro Carreras tidak dimainkan.

Padahal, total investasi untuk pemain-pemain tersebut mencapai sekitar 180 juta euro.

Selain soal performa, Perez turut menyoroti sikap dan tanggung jawab pemain dalam membela klub.

"Kalian tahu bahwa menjadi pemain Real Madrid adalah sebuah kehormatan, dan semua orang ingin mengenakan jersey klub ini," ujarnya.

"Namun, selain kehormatan, ada tanggung jawab. Banyak dari kalian tidak memenuhi tanggung jawab itu. Kalian tidak memenuhi ekspektasi klub," cetusnya.


Minim Pemain Lokal

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang harus angkat koper di babak perempat final, hanya kedua kalinya dalam 14 musim terakhir. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Argentina, Franco Mastuantono (tengah), menyapa para penggemar setelah berakhirnya pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Bayern Munchen di Allianz Arena, Jerman Selatan, pada Rabu 15 April 2026 waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef HILDENBRAND/AFP)

Satu hal lain yang menjadi perhatian internal adalah tidak adanya pemain Spanyol dalam susunan pemain inti saat menghadapi Bayern, situasi yang disebut sebagai yang pertama dalam sejarah klub di kompetisi Eropa.

Sebagai perbandingan, Barcelona justru menurunkan sembilan pemain Spanyol saat tersingkir di perempat final Liga Champions.

Situasi ini juga meningkatkan tekanan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa. Meski begitu, laporan menyebut ia kemungkinan tetap bertahan hingga akhir musim, sementara klub mencari opsi jangka panjang.

Nama seperti Jurgen Klopp dan Didier Deschamps mulai dikaitkan.

Real Madrid kini menghadapi sisa musim yang berat tanpa peluang besar meraih trofi. Bahkan, skenario terburuk bisa terjadi jika mereka kehilangan poin sebelum 10 Mei.

Dalam kondisi tersebut, hasil imbang atau kekalahan bisa membuka jalan bagi Barcelona memastikan gelar Liga Spanyol dalam laga El Clasico di Camp Nou, situasi yang berpotensi mempercepat perubahan besar di dalam klub.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait