Bung Ropan Soroti Banyak PR Timnas Indonesia U-17, Piala Asia Jadi Ujian Berat Kurniawan

Kegagalan Timnas Indonesia U-17 melangkah ke semifinal Piala AFF U-17 2026 menjadi alarm serius jelang tampil di Piala Asia U-17 2026.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 20 April 2026, 20:15 WIB
Ekspresi pemain Timnas Indonesia usai bertanding melawan Vietnam pada laga pamungkas Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam. Timnas Indonesia menutup perjalanan di Grup A Piala AFF U-17 2026 dengan hasil imbang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Indonesia U-17 melangkah ke semifinal Piala AFF U-17 2026 menjadi alarm serius jelang tampil di Piala Asia U-17 2026. Turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei mendatang kini menjadi fokus utama Garuda Muda.

Hasil di level regional meninggalkan pekerjaan rumah yang dinilai tidak sedikit. Jika ingin bersaing dan membuka peluang lolos dari fase grup di Piala Asia, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto dinilai harus segera berbenah.

Advertisement

Indonesia mengawali turnamen dengan meyakinkan lewat kemenangan 4-0 atas Timor Leste U-17. Namun langkah Garuda Muda terganggu setelah kalah 0-1 dari Malaysia U-17, sebelum akhirnya ditahan imbang tanpa gol oleh Vietnam U-17 di laga penentuan Grup A.

Hasil 0-0 kontra Vietnam itulah yang menghentikan langkah Indonesia, bahkan saat tampil dengan status tuan rumah di Stadion Delta Sidoarjo.

 


Bung Ropan Sebut Indonesia Kehilangan Peluang Lolos, Banyak PR Menanti

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto memberikan arahan kepada pemainnya saat seleksi yang berlangsung di Lapangan B, Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (08/08/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai Indonesia sebenarnya masih punya peluang lolos andaikan mampu mengalahkan Vietnam, bahkan hanya dengan skor tipis.

“Timnas U-17 kita gagal melanjutkan perjalanan menuju semifinal atau paling tidak menjadi runner-up terbaik dari Grup A. Kegagalan itu terjadi karena kita hanya bermain imbang 0-0,” kata Ropan melalui kanal YouTube Bung Ropan.

“Padahal kalau menang 1-0 saja masih ada hitung-hitungan yang bisa membuat kita lolos, karena ada klasemen mini tanpa menghitung hasil lawan Timor Leste.”

Ropan menjelaskan skenario itu sebenarnya terbuka, tetapi gagal dimanfaatkan Indonesia.

“Tapi ternyata kita tidak bisa menang. Kalau bisa menang, Vietnam tetap di atas. Tapi kita punya peluang lolos. Kenyataannya seperti itu, dan justru runner-up terbaik diambil Malaysia.”

Menurut Ropan, Kurniawan sebenarnya sudah mencoba melakukan perubahan, termasuk merombak enam pemain di starting XI saat menghadapi Vietnam. Namun perubahan itu dinilai belum cukup menyelesaikan persoalan tim.

“Kalau melihat pertandingan kemarin melawan Vietnam, Kurniawan mencoba merombak timnya dengan enam perubahan. Memang tidak mengecewakan. Tapi setidaknya memang banyak PR.”

 


Piala Asia U-17 Disebut Jauh Lebih Berat, Kurniawan Diminta Siapkan Tim di Semua Sektor

Melihat hasil pertandingan, Timnas Indonesia U-17 minim peluang di sepanjang laga. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia, Keanu Senjaya (kanan) terjatuh saat berbut bola dengan Dang Khoa Nguyen Huynh (kedua kanan - Vietnam) pada laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ropan menilai evaluasi Indonesia tidak bisa hanya berfokus pada satu lini. Menurutnya, pembenahan harus menyentuh seluruh sektor jika Garuda Muda ingin bersaing di Piala Asia.

“Bukan di satu sisi sektor saja, tapi di semua sektor. PR itu besar bagi Kurniawan yang hanya sebulan dari Piala AFF ini, kita meloncat ke Piala Asia U-17 di Arab Saudi.”

Tantangan Indonesia di Piala Asia disebut jauh lebih berat karena tergabung bersama lawan-lawan kuat seperti China, Jepang, dan Qatar.

“Kita tahu lawan kita di sana tidak main-main. Semua mantan juara usia muda Piala Asia. China, Jepang, dan Qatar.”

“China bahkan dua kali mengalahkan kita dengan angka telak di Tangerang dalam dua laga uji coba. Jepang tidak usah diragukan kualitasnya, level mereka bahkan di atas Vietnam. Termasuk Qatar.”

Karena itu, Ropan menilai Kurniawan harus segera melihat langkah ke depan, terutama untuk menyiapkan tim agar mampu bersaing di grup yang disebutnya sebagai grup maut.

“Kurniawan harus bisa melihat ke depan. Kita berada di grup maut, apakah bisa lolos. Harus bisa lolos, paling tidak juara grup atau runner-up.”

Berita Terkait