Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 semakin dekat dengan hitungan waktu kurang dari dua bulan. Namun, bagi banyak penggemar sepak bola di Amerika Utara, kesempatan menyaksikan langsung di stadion terasa semakin sulit dijangkau.
Lonjakan harga tiket menjadi perhatian serius menjelang turnamen terbesar di dunia tersebut. Bahkan legenda timnas Amerika Serikat, Clint Dempsey, ikut menyuarakan keresahan terkait kondisi ini.
Menurut Dempsey, sepak bola seharusnya tetap menjadi olahraga yang dekat dengan semua kalangan. Ia menilai harga tiket yang terlalu tinggi berpotensi menjauhkan kelompok masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari olahraga tersebut.
Kondisi ini memunculkan perdebatan tentang aksesibilitas dan nilai dari sebuah pertandingan, terutama di ajang sebesar Piala Dunia.
Kritik Harga Tiket dan Akses untuk Fans
Di sisi lain, harga tiket Piala Dunia 2026 memang mencapai angka yang sangat tinggi. Untuk laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay, tiket kategori tertinggi dilaporkan menyentuh lebih dari 4.000 dolar AS.
Harga tiket kategori menengah berkisar antara 1.900 hingga 2.300 dolar AS. Sementara untuk partai final, angka yang dipatok bahkan mencapai hampir 11.000 dolar AS.
“Anda tidak bisa menyingkirkan kelas pekerja dari pertandingan. Ketika memikirkan sepak bola, yang Anda butuhkan hanya sebuah bola untuk bermain. Anda bahkan bisa bermain tanpa sepatu, yang penting ada bola,” ujar Dempsey.
“Kalau orang-orang yang benar-benar hidup dengan sepak bola tidak bisa hadir, itu jadi masalah. Sepak bola mencakup semua budaya dan semua kalangan,” lanjutnya.
Performa Tim Juga Jadi Sorotan
Dempsey tidak hanya menyoroti harga tiket, tetapi juga menyinggung performa tim nasional Amerika Serikat. Ia merasa kualitas permainan di lapangan juga berperan dalam menarik minat penonton.
Ia menyinggung kesempatan yang terlewat saat Amerika Serikat menghadapi Belgia dan Portugal dalam laga uji coba internasional. Dua pertandingan tersebut dihadiri banyak penonton, tetapi hasil yang didapat tidak memuaskan.
Belgia menang dengan skor 5-2, sementara Portugal mengalahkan Amerika Serikat 2-0. Hasil tersebut dinilai tidak mampu menjaga antusiasme publik.
“Anda juga harus bisa menginspirasi. Tim harus menunjukkan permainan yang membuat orang ingin mengeluarkan uang untuk menonton,” ucap Dempsey.