Bola.com, Jakarta - Manchester City memastikan langkah ke final Piala FA setelah menundukkan Southampton dengan skor 2-1 di Wembley, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. Kemenangan dramatis itu sekaligus membawa The Citizens mencetak rekor empat kali beruntun lolos ke final ajang tersebut.
Hasil ini menjaga peluang Manchester City meraih treble domestik musim ini. Sebelumnya, tim asuhan Pep Guardiola sudah mengangkat trofi Carabao Cup dan masih bersaing di papan atas Premier League.
Dengan lima laga tersisa di liga dan satu partai final Piala FA, peluang menyapu bersih trofi domestik terbuka. Namun, Guardiola memilih meredam pembicaraan soal pencapaian besar tersebut.
Meski berada di jalur positif, pelatih asal Spanyol itu menilai perjalanan timnya masih panjang. Ia ingin fokus penuh pada pertandingan demi pertandingan yang tersisa.
Guardiola: Masih Jauh dari Treble
Guardiola menegaskan bahwa peluang meraih treble belum layak dibicarakan saat ini. Ia menyebut jarak menuju pencapaian tersebut masih cukup jauh.
“Masih terlalu jauh, sangat jauh. Sebelum final dan sebelum laga melawan Aston Villa mungkin saya akan bilang itu sebuah peluang. Tapi sekarang masih sangat, sangat jauh,” ujar Guardiola.
Ia memilih memberi waktu istirahat kepada para pemain setelah jadwal padat. Menurutnya, kondisi fisik dan mental menjadi hal penting jelang penentuan musim.
“Sekarang yang penting, kami punya tiga hari libur untuk para pemain. Saya bilang kepada mereka jangan memikirkan sepak bola, istirahat,” ucapnya.
Guardiola juga menganggap sisa musim ini seperti awal kompetisi baru. Setiap laga akan menjadi penentu arah akhir perjalanan Manchester City.
“Sekarang kami memulai musim baru dengan lima pertandingan ditambah satu final,” katanya.
Konsistensi Jadi Kunci City
City memastikan tiket final lewat dua gol telat dari Jeremy Doku dan Nico Gonzalez. Sebelumnya, Southampton sempat unggul lebih dulu lewat Finn Azaz.
Kemenangan ini mempertegas konsistensi Manchester City di bawah asuhan Guardiola. Dalam satu dekade terakhir, mereka terus bersaing di level tertinggi.
Guardiola menilai pencapaian timnya tidak hanya diukur dari jumlah trofi besar. Konsistensi tampil di fase akhir kompetisi juga menjadi tolok ukur penting.
“Orang mungkin bicara soal berapa banyak Liga Champions atau trofi lainnya, tapi yang mendefinisikan klub ini adalah saat Anda memenangkan lima Carabao Cup dan bermain di empat final Piala FA berturut-turut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mencapai final kembali menjadi bukti kekuatan timnya. Namun, fokus utama tetap pada pemulihan kondisi sebelum menghadapi laga-laga krusial.
“Kami melakukannya lagi, kami kembali ke final. Sekarang kami perlu istirahat secara mental dan fisik karena ini pekan yang sangat berat dan penuh emosi,” tutup Guardiola.