Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan sederet fakta menarik pada rangkaian pertandingan yang digelar Senin (15/6/2026) waktu setempat. Empat laga yang berlangsung berakhir tanpa pemenang, tetapi justru menghasilkan sejumlah rekor dan statistik unik yang layak mendapat perhatian.
Sorotan terbesar datang dari kejutan yang dibuat Tanjung Verde (Cape Verde). Tim debutan asal Afrika itu sukses menahan imbang juara Eropa, Spanyol, tanpa gol.
Di pertandingan lain, Belgia bermain 1-1 melawan Mesir, Arab Saudi menahan Uruguay dengan skor serupa, sementara Iran dan Selandia Baru berbagi angka setelah bermain imbang 2-2.
Hasil-hasil tersebut juga menghadirkan sejumlah catatan bersejarah, mulai dari kebuntuan Spanyol hingga performa impresif wakil-wakil Asia yang belum terkalahkan pada laga perdana mereka.
Spanyol Buntu, Oyarzabal Cetak Statistik Tak Biasa
Hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde menjadi pukulan awal bagi Spanyol yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu favorit juara.
Penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, mencatat statistik yang sangat langka. Berdasarkan data Opta sejak 1966, Oyarzabal menjadi pemain pertama yang bermain selama 30 menit pertama pertandingan Piala Dunia tanpa sekali pun menyentuh bola.
Dominasi La Roja juga tidak mampu menghasilkan gol. Spanyol melepaskan 27 tembakan sepanjang pertandingan, menyamai rekor jumlah tembakan terbanyak mereka dalam satu laga Piala Dunia tanpa mampu mencetak gol sejak pencatatan statistik dilakukan pada 1966.
Lebih jauh lagi, hasil tersebut membuat Spanyol kini menjalani empat pertandingan Piala Dunia secara beruntun tanpa kemenangan. Catatan itu menyamai rekor terburuk mereka sepanjang sejarah turnamen.
Sementara itu, kiper Tanjung Verde, Vozinha, tampil luar biasa. Pada usia 40 tahun, ia mencatat tujuh penyelamatan. Jumlah tersebut menjadi catatan penyelamatan terbanyak kedua yang pernah dibuat penjaga gawang berusia 40 tahun atau lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966.
Mohamed Salah Ukir Rekor untuk Afrika
Mesir memang belum mampu mengakhiri penantian kemenangan mereka di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Belgia. Namun, Mohamed Salah tetap berhasil menorehkan sejarah.
Tepat di usia 34 tahun, kapten Mesir itu menjadi pemain Afrika tertua yang mencatat assist di Piala Dunia sejak Roger Milla melakukannya untuk Kamerun saat menghadapi Inggris pada 1990.
Meski demikian, hasil tersebut memperpanjang catatan negatif Mesir di panggung tertinggi sepak bola dunia. The Pharaohs kini belum pernah menang dalam delapan pertandingan Piala Dunia dengan rincian tiga kali imbang dan lima kekalahan.
Hanya Honduras yang memiliki catatan lebih buruk dengan sembilan laga tanpa kemenangan di Piala Dunia.
Uruguay Ikut Tersendat, Amerika Selatan Belum Menang
Arab Saudi kembali menunjukkan kemampuannya bersaing melawan tim-tim besar setelah menahan Uruguay 1-1.
Bek Arab Saudi, Abdulelah Al-Amri, mencetak sejarah dengan menjadi pemain bertahan pertama negaranya yang mampu mencetak gol di ajang Piala Dunia.
Di sisi lain, kiper Mohammed Al-Owais tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia membukukan sembilan penyelamatan, jumlah terbanyak yang dicatat seorang penjaga gawang dalam satu pertandingan Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Hasil tersebut juga memperpanjang tren kurang memuaskan wakil-wakil Amerika Selatan. Hingga saat ini, seluruh tim CONMEBOL yang sudah tampil di Piala Dunia 2026 belum berhasil meraih kemenangan.
Asia Tampil Mengesankan, Rekor 68 Tahun Terulang
Iran dan Selandia Baru menutup rangkaian pertandingan dengan hasil imbang yang menghibur.
Namun, catatan paling menarik justru datang dari performa keseluruhan wakil Asia. Enam tim Asia yang sudah menjalani pertandingan pembuka semuanya berhasil menghindari kekalahan.
Itu menjadi awal terbaik yang pernah dicatat konfederasi Asia dalam sejarah Piala Dunia.
Tak hanya itu, hasil imbang Iran kontra Selandia Baru juga memastikan seluruh pertandingan pada hari tersebut berakhir seri. Situasi seperti ini terakhir kali terjadi 68 tahun lalu.
Menurut data statistik Piala Dunia, terakhir kali terdapat empat pertandingan beruntun yang semuanya berakhir imbang dalam satu hari terjadi pada 15 Juni 1958. Menariknya, tanggal tersebut sama persis dengan hari ketika rekor langka itu kembali terulang di Piala Dunia 2026.
Dengan berbagai kejutan yang sudah muncul sejak pekan pertama, Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa persaingan kali ini semakin merata. Tim-tim unggulan belum sepenuhnya mendominasi, sementara negara-negara yang sebelumnya kurang diperhitungkan mulai mampu mencuri perhatian lewat penampilan yang kompetitif dan penuh disiplin.