Kejar Target Nonton 2 Laga Piala Dunia Per Hari, Presiden FIFA Naik Jet Pribadi Keliling 3 Negara

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berencana menghadiri dua pertandingan Piala Dunia 2026 setiap hari selama memungkinkan hingga turnamen berakhir.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 16 Juni 2026, 16:00 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Los Angeles - Presiden FIFA, Gianni Infantino, berencana menghadiri dua pertandingan Piala Dunia 2026 setiap hari selama memungkinkan hingga turnamen berakhir.

Jadwal tersebut dijalani, meski Infantino harus berpindah-pindah kota dengan jarak yang sangat jauh di tiga negara tuan rumah.

Advertisement

Laporan The Guardian, Infantino memiliki akses menggunakan jet pribadi yang disediakan Qatar Airways. Fasilitas itu adalah bagian dari kerja sama sponsor maskapai tersebut dengan FIFA.

Jet pribadi itu menjadi sarana utama bagi Infantino untuk bergerak dari satu kota ke kota lainnya.

Piala Dunia kali ini memang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan jarak antarlokasi pertandingan yang tidak berdekatan.


Rangkaian Agenda Gianni Infantino

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Setelah menghadiri partai pembuka Piala Dunia 2026 di Mexico City pada 11 Juni 2026, Infantino langsung bertolak ke Guadalajara untuk menyaksikan kemenangan Timnas Korea Selatan atas Republik Ceska.

Sehari berselang, pria berusia 56 tahun itu berada di Los Angeles untuk menghadiri laga Timnas Amerika Serikat yang menang 4-1 atas Paraguay.

Pada 13 Juni 2024, Infantino kembali berpindah tempat dalam waktu singkat.

Dia menyaksikan pertandingan Timnas Qatar melawan Swiss di San Francisco sebelum melanjutkan perjalanan ke Vancouver untuk menonton duel Timnas Australia kontra Turki.

Infantino tidak menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026 pada 14 Juni 2026. Dia berada di Miami untuk memimpin KTT FIFA yang dihadiri perwakilan dari 211 asosiasi anggota organisasi tersebut.


Nonton Iran

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Seusai agenda tersebut selesai, Infantino kembali terbang ke Los Angeles pada malam harinya. Dia menghadiri pertandingan perdana Timnas Iran di saat menghadapi Selandia Baru.

Sumber internal FIFA memastikan Infantino akan terus berupaya menghadiri dua pertandingan dalam sehari sesering mungkin.

Jadwal padat itu menjadi tantangan tersendiri mengingat luasnya cakupan wilayah penyelenggaraan turnamen.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Infantino mampu menyaksikan seluruh 64 pertandingan. Saat itu, jarak terjauh antarestadion hanya mencapai sekitar 46 mil atau sekitar 74 kilometer.

Berbeda dengan edisi sebelumnya, putaran final Piala Dunia kali ini membentang di empat zona waktu dan tiga negara. Sebanyak 16 stadion yang digunakan bahkan dipisahkan oleh jarak hingga 2.800 mil atau sekitar 4.506 kilometer.


Dampak Lingkungan

Pemain Timnas Kanada, Cyle Larin, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bosnia-Herzegovina dalam laga pertama Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Stephanie Scarbrough)

Dibandingkan pihak lain yang terlibat di turnamen, Infantino diperkirakan menjadi sosok dengan mobilitas tertinggi. Dia harus melakukan perjalanan lebih jauh daripada pemain, ofisial, maupun delegasi lainnya.

Di antara seluruh peserta, Timnas Bosnia dan Herzegovina menjalani jadwal perjalanan paling berat pada penyisihan grup, menempuh jarak sekitar 3.144 mil atau setara 5.059 kilometer dari Toronto menuju Los Angeles lalu ke Seattle, sekaligus bolak-balik ke kamp latihan di Salt Lake City.

Besarnya kebutuhan perjalanan udara turut memunculkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan. New Weather Institute menyebut Piala Dunia kali ini sebagai "peristiwa paling mencemari yang pernah ada".

Lembaga tersebut memperkirakan turnamen ini akan menghasilkan sekitar 9 juta ton emisi karbon dioksida ekuivalen.

Dari jumlah itu, sekitar 7,7 juta ton berasal dari perjalanan udara, lebih dari empat kali lipat rata-rata emisi Piala Dunia yang digelar sepanjang periode 2010 hingga 2022.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait