Thomas Tuchel Cemas Mimpi Inggris di Piala Dunia 2026 Hancur di Tangan Wasit

Pernyataan itu disampaikan setelah The Three Lions meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 Juli 2026, 13:30 WIB
Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Grup L Piala Dunia antara Inggris dan Kroasia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Kamis 18 Juni 2026. (AP Photo/Jessica Tobias)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan kritik keras terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Piala Dunia 2026. Menurutnya, satu keputusan yang keliru bisa saja mengakhiri perjalanan tim mana pun, termasuk Inggris.

Pernyataan itu disampaikan setelah The Three Lions meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar.

Advertisement

Dalam laga tersebut, Inggris harus bermain dengan 10 orang setelah Jarell Quansah menerima kartu merah, sementara Harry Kane dianggap melakukan pelanggaran yang berujung hadiah penalti untuk Meksiko.

Tuchel menilai sejumlah keputusan wasit Alireza Faghani dan tim Video Assistant Referee (VAR) tidak konsisten dan membuat pertandingan sulit diprediksi.

"Ini tidak cukup baik. Mereka bisa menyingkirkan tim mana pun kapan saja. Kepemimpinan mereka tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan," kata Tuchel.

 
 

Tuchel Menilai Standar Perwasitan Belum Memadai

Ekspresi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, saat laga kontra Meksiko pada 16 besar Piala Dunia 2026, di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7/2026) pagi WIB. (Alfredo Estrella/AFP)

Pelatih asal Jerman itu menegaskan kualitas pertandingan Piala Dunia seharusnya diimbangi dengan standar perwasitan terbaik.

Menurutnya, bukan hanya keputusan besar yang menjadi masalah, tetapi juga inkonsistensi dalam keputusan-keputusan kecil sepanjang pertandingan.

"Kami memberikan segalanya, tetapi keputusan bisa dibatalkan dengan cara yang sangat dipertanyakan. Bukan hanya keputusan besar, keputusan-keputusan kecil dan konsistensinya juga menjadi masalah."

Tuchel juga mengaku frustrasi dengan sikap ofisial pertandingan, termasuk wasit keempat yang dianggap terlalu cepat menegur staf pelatih ketika berada di luar area teknis.

"Rasanya seperti berada di lautan lepas. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Mereka belum berada di level yang seharusnya."


Kritik Keras terhadap VAR dan Penalti Harry Kane

Pemain Inggris Harry Kane mencetak gol ketiga timnya dari titik penalti melewati kiper Meksiko Raul Rangel selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Meksiko dan Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Silvia Izquierdo)

Salah satu keputusan yang paling disesalkan Tuchel adalah penalti yang diberikan kepada Meksiko setelah insiden yang melibatkan Harry Kane dan Brian Gutierrez.

Menurutnya, kontak fisik semacam itu merupakan bagian normal dari permainan sepak bola dan tidak semestinya langsung dihukum melalui tayangan ulang VAR.

"Apakah Anda benar-benar berpikir Harry saat itu memikirkan VAR? Dia hanya berusaha merebut bola, lalu terjadi kontak. Sepak bola adalah olahraga yang melibatkan kontak."

Tuchel menilai penggunaan tayangan diam atau freeze frame membuat insiden terlihat lebih buruk daripada kondisi sebenarnya di lapangan.

"Kita tidak bisa hanya melihat gambar diam lalu berkata, 'Ada kontak, berarti penalti.' Wasit awalnya bahkan tidak meniup pelanggaran, tetapi kemudian berubah menjadi penalti setelah melihat VAR."


Inggris Bersiap Hadapi Perempat Final dengan Kewaspadaan Tinggi

Para pemain Timnas Inggris berkumpul usai pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Inggris dan Kongo di Atlanta, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Colin Hubbard)

Meski berhasil melaju ke perempat final, Tuchel berharap kualitas perwasitan dapat meningkat pada fase-fase penentuan turnamen.

Ia menilai seluruh peserta Piala Dunia kini memiliki kualitas yang tinggi, sehingga pertandingan membutuhkan wasit yang mampu mengikuti perkembangan permainan modern.

"Sekarang semua tim bermain di level tertinggi, termasuk negara-negara yang dulu dianggap underdog. Karena itu, pertandingan juga membutuhkan wasit dengan kualitas tertinggi."

Tuchel menegaskan dirinya tidak ingin melihat perjalanan Inggris menuju gelar Piala Dunia berakhir hanya karena kesalahan pengambilan keputusan dari perangkat pertandingan.

Baginya, konsistensi dan kualitas kepemimpinan wasit akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah tim di sisa turnamen.

Sumber: Mirror

Berita Terkait