Guadalajara Dihantam Gelombang Kekerasan, Presiden FIFA Pede Piala Dunia 2026 di Meksiko Tetap Aman

Satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Guadalajara, tengah dihantam gelombang kekerasan menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba.

Bola.com, Jakarta - Satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Guadalajara, tengah dihantam gelombang kekerasan menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba. Meski begitu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, yakin perhelatan turnamen akbar itu di Meksiko akan tetap aman.

Dalam pernyataannya kepada AFP di Barranquilla, Kolombia, Selasa (24/02/2026) waktu setempat, Infantino menilai perhelatan Piala Dunia 2026 di Meksiko bakal berlangsung meriah.

"Sangat lega, semuanya baik-baik saja. Ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler," ucap Infantino. Pernyataan dari Gianni Infantino muncul dua hari setelah bentrokan besar pecah di sejumlah wilayah Meksiko.

Kerusuhan tersebut dipicu operasi militer yang menewaskan Nemesio "El Mencho" Oseguera, pemimpin kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Aksi balasan kelompok kriminal itu menyebar cepat, termasuk di Guadalajara, satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026.

Meksiko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, bersama Amerika Serikat dan Kanada. Adapun pertandingan di Guadalajara bakal digelar di Estadio Akron

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Gelombang Kekerasan Guncang Jalisco

Operasi penangkapan gembong narkoba Nemesio Oseguera di sebuah peternakan dekat Guadalajara, berujung bentrokan sengit antara aparat keamanan dan anggota kartel. Sedikitnya 74 orang tewas dalam rangkaian operasi dan bentrokan tersebut.

Pemerintah Meksiko menyebut hanya satu korban yang merupakan warga sipil. Namun situasi di lapangan jauh dari kata tenang.

Anggota kartel memblokir jalan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko, membakar kendaraan dan tempat usaha, serta memicu kepanikan warga dan wisatawan.

"Rasanya seperti berada di zona perang," kata Javier Perez (41), seorang insinyur, kepada AFP di area parkir sebuah toko di Puerto Vallarta, Jalisco, yang dipenuhi mobil hangus terbakar.

Gambar kekacauan itu tersebar ke seluruh dunia kurang dari empat bulan sebelum kick-off Piala Dunia 2026. FIFA sempat menolak berkomentar pada Senin sebelumnya, sebelum akhirnya Infantino buka suara.

 

Pemerintah Jamin Keamanan Suporter

Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memastikan tidak ada ancaman bagi suporter yang akan datang ke Piala Dunia. Dia menyebut situasi keamanan "berangsur kembali normal" dan menegaskan tidak ada risiko bagi para penggemar sepak bola.

Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, dijadwalkan menggelar empat laga fase grup. Kota tersebut juga akan menjadi tuan rumah laga besar antara Uruguay versus Spanyol, satu di antara pertandingan paling dinanti pada fase grup.

Selain itu, Guadalajara bersama Monterrey akan menggelar turnamen playoff pada akhir Maret untuk menentukan dua tiket terakhir ke putaran final Piala Dunia.

 

2 Kota Lain Tak Terdampak

Sementara itu, Mexico City dan Monterrey, dua kota tuan rumah lainnya, tidak terdampak kerusuhan terbaru.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, bahkan menepis kemungkinan Guadalajara dicoret dari daftar tuan rumah. Lemus menegaskan tidak ada alasan untuk perubahan jadwal.

Sorotan kini tertuju pada negara bagian Queretaro, yang akan menggelar laga uji coba antara Meksiko melawan Islandia. Sebelumnya, pertandingan divisi utama di wilayah tersebut sempat ditangguhkan akibat situasi keamanan.

Video Populer

Foto Populer