Bola.com, Jakarta - Arsenal sedang memimpin klasemen sementara Liga Inggris 2025/2026. Namun, The Gunners malah mendapat kritikan.
Tak sedikit yang mencibir manajer Arsenal, Mikel Arteta, karena dianggap memakai taktik yang terlalu sederhana. Namun, mereka bukanlah tim pertama dalam sejarah yang mengalami situasi seperti ini.
Bagi pelatih dan pemain, kemenangan mungkin adalah segalanya. Tetapi cara sebuah tim meraih kesuksesan kerap membuat beberapa juara justru berubah menjadi “penjahat” di mata publik sepak bola.
Saat kembali membuka catatan sejarah, berikut ini ada lima tim juara yang banyak mendapat cibiran karena gaya bermain mereka, seperti dikutip Planet Football.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, meminta para pemain Garuda Muda memiliki mentalitas juara jelang Piala AFF U-17 2026 setelah hasil drawing menempatkan Indonesia satu grup dengan Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Pernyataan te...
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
1. Yunani (2004)
Menurut jurnalis The Guardian, Barry Glendenning, Yunani adalah satu-satunya tim kuda hitam dalam sejarah yang justru ingin dikalahkan oleh semua orang.
Mengapa? Gaya bermain mereka yang mengandalkan man-marking ketat seperti lintah serta ketergantungan pada situasi bola mati membuat mereka menyingkirkan lawan-lawan yang sebenarnya lebih bertalenta di Euro 2004.
Setelah mendepak Spanyol di fase grup, tim asuhan Otto Rehhagel kemudian mengalahkan Prancis, Republik Cheska, dan Portugal untuk menjuarai turnamen tersebut. Semuanya dengan skor 1-0.
Euro 2004 dikenang sebagai turnamen ketika banyak bintang besar tampil di bawah performa terbaiknya seperti David Beckham, Zinedine Zidane, Raul, dan Luis Figo.
Sementara itu, rasa kesal publik semakin menjadi-jadi ketika tim Yunani yang dianggap tidak menarik untuk ditonton justru berhasil mengangkat trofi, sesuatu yang terus dibicarakan selama bertahun-tahun.
2. Spanyol (2012)
Pada Euro 2012, banyak orang sudah mulai jenuh dengan dominasi Spanyol setelah mereka menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia, lalu kembali meraih trofi besar ketiga secara beruntun tanpa banyak kesulitan.
Kehilangan David Villa akibat cedera sebelum turnamen dimulai, pelatih Vicente del Bosque kerap menurunkan tim tanpa penyerang murni.
Beberapa pertandingan mereka bahkan terasa sulit untuk ditonton, terutama kemenangan di perempat final melawan Prancis yang tampil lemah, serta kemenangan lewat adu penalti atas Portugal setelah semifinal berakhir tanpa gol.
Gaya bermain tiki-taka mereka memecah opini di internet. Sebagian penggemar menganggapnya luar biasa, sementara yang lain menilai gaya tersebut membosankan. Menariknya, kedua kubu sama-sama sangat fanatik dalam mempertahankan pendapat mereka.
Spanyol akhirnya berhasil memenangi hati banyak penggemar lewat kemenangan telak 4-0 atas Italia di final. Namun, banyak orang juga merasa puas ketika dominasi mereka berakhir di Piala Dunia 2014, setelah tersingkir hanya dalam dua pertandingan setelah dihajar Belanda dan Chile.
3. Porto (2004)
Penggemar Celtic sebenarnya sudah memperingatkan publik tentang Porto racikan Jose Mourinho. Tim asuhannya itu sebelumnya menaklukkan Celtic pada final Piala UEFA 2003 dengan pertunjukan permainan penuh kecerdikan dan akal-akalan.
Namun, tak ada yang benar-benar menyangka juara Portugal itu kemudian melangkah lebih jauh dengan menjuarai kompetisi utama Eropa, yakni Liga Champions 2003/2004.
Skuad yang diperkuat pemain seperti Deco, Maniche, Costinha, Ricardo Carvalho, dan Vítor Baía memang bukan tim yang bermain kasar ala “Stoke versi Pastel de nata”. Namun, mereka tetap merupakan tim dengan kualitas teknik tinggi, meski dengan pendekatan yang cenderung "gelap”.
4. Liverpool Era Gerard Houllier
Gerard Houllier membawa Liverpool meraih treble yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2001, dengan menambahkan trofi Piala UEFA 2001 ke dua piala domestik yang mereka menangi musim itu.
Namun, yang kurang dikenang adalah gaya permainan Liverpool saat itu. The Reds umumnya mengandalkan pertahanan rapat sambil berharap Michael Owen mampu mencuri satu atau dua gol di lini depan.
Bahkan, BBC sempat berhasil meyakinkan UEFA untuk memundurkan leg pertama semifinal melawan Barcelona demi menyesuaikan jadwal dengan tayangan sinetron EastEnders, semuanya berujung pada hasil imbang 0-0 yang membosankan.
Menariknya, Houllier bahkan mencadangkan pahlawan Kop, Robbie Fowler, demi memainkan Emile Heskey untuk memaksimalkan peran Owen.
Efektif? Ya. Namun taktik Liverpool yang satu dimensi akhirnya menjadi bumerang bagi Houllier. Upayanya menambah kreativitas di lini serang, seperti mendatangkan El Hadji Diouf, justru berakhir sebagai kegagalan besar.
Jamie Carragher bahkan sudah merasakan tanda-tandanya sejak awal. Dalam autobiografinya berjudul Carra, ia menulis: “Saya datang ke latihan pramusim (2002) dengan harapan melihat para pemain yang akan mengubah kami menjadi juara liga. Namun, saya pulang ke rumah pada malam yang sama dalam keadaan depresi.”
Houllier akhirnya meninggalkan Liverpool pada 2004 setelah klub gagal meraih gelar Premier League yang sangat mereka dambakan.
5. Arsenal Era George Graham
George Graham membuat Arsenal dikenal dengan julukan “Boring, Boring Arsenal”, sebuah ejekan yang muncul karena gaya bermain mereka yang dianggap membosankan saat meraih gelar liga pada 1989 dan 1991.
Musim 1989 memang paling diingat berkat gol dramatis Michael Thomas di Anfield yang memastikan gelar liga. Namun di balik momen ikonik itu, Arsenal juga terkenal dengan disiplin taktik mereka, terutama penggunaan jebakan offside yang sangat ketat serta kemenangan dengan skor minimal.
Pendekatan pragmatis itu kembali terlihat ketika Arsenal menghadapi Parma 1913 di final 1994 UEFA Cup Winners' Cup. Klub Italia tersebut tampak kebingungan menghadapi tim yang memiliki sedikit niat menyerang, tetapi justru mampu mengalahkan mereka.
Namun, setahun kemudian publik sepak bola Inggris bersorak ketika Arsenal kalah di final Cup Winners' Cup 1995. Saat itu, gelandang Nayim mencetak gol sensasional dengan lob dari dekat garis tengah yang mengecoh kiper David Seaman, sebuah gol spektakuler yang menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah kompetisi tersebut.
Sumber: Planet Football
bola:strip_icc()/kly-media-production/avatars/354229/original/077986800_1460139598-Yus_Mei_Sawitri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3475178/original/047847400_1623053912-000_PAR2004070442176_1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4025070/original/058084700_1652793877-000_PAR2004070442167.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4891667/original/097885300_1721008744-12_AP24196771547522.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4025069/original/080208900_1652793876-000_PAR2004052601531.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3142312/original/042117000_1591126470-Cra6nDOXgAAYG-k.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4921599/original/077104000_1723997809-Arsenal_-_Ilustrasi_Logo_Arsenal_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4856817/original/024752500_1717769723-Timnas_Indonesia_-_Rizky_Ridho__Jay_Idzes__Justin_Hubner_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5244675/original/084232700_1749204463-Timnas_Indonesia_-_Pesona_Ole_Romeny_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523510/original/038959600_1772843251-AP26065734128272.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5266140/original/090251800_1750966869-Timnas_Indonesia_-_Arkhan_Fikri__Dony_Tri_Pamungkas_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5168026/original/026928100_1742380459-Timnas_Indonesia_-_Emil_Audero_Vs_Maarten_Paes_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5168936/original/074768700_1742470458-000_379J7KA.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4449915/original/062967000_1685621170-20230601BL_Arya_Sinulingga_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384742/original/034349600_1760841709-567923634_1396523532475430_3555191238305322058_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523027/original/000294000_1772785878-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523016/original/059199400_1772785846-BL1_2221.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5072931/original/039346000_1735611597-AP24365740605246.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5339165/original/077081700_1757044258-000_73GG3MM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4565576/original/035553300_1693990854-Kolase_-_Foto_Stadion_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4856817/original/024752500_1717769723-Timnas_Indonesia_-_Rizky_Ridho__Jay_Idzes__Justin_Hubner_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5244675/original/084232700_1749204463-Timnas_Indonesia_-_Pesona_Ole_Romeny_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523510/original/038959600_1772843251-AP26065734128272.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5266140/original/090251800_1750966869-Timnas_Indonesia_-_Arkhan_Fikri__Dony_Tri_Pamungkas_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5168026/original/026928100_1742380459-Timnas_Indonesia_-_Emil_Audero_Vs_Maarten_Paes_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5168936/original/074768700_1742470458-000_379J7KA.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4532563/original/040805900_1691635891-000_33QU6MP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497332/original/090342400_1770625287-ortu_mbappe.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480094/original/017728600_1769036176-Bayern_Munchen_Liga_Champions.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4145420/original/031584800_1662191005-AP22246063080426.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5294460/original/077442800_1753406080-mason_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482948/original/011193900_1769304935-Victor_Montagliani.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523684/original/069648600_1772854651-reina.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504523/original/039746200_1771239952-Febri.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454875/original/025396400_1766578335-hendri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523044/original/054885300_1772786812-Borneo_FC_vs_Persebaya_Surabaya.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4527149/original/028092100_1691241995-AP23217469454945.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456410/original/019630900_1766879389-Nottingham_Forest_vs_manchester_city-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509901/original/087448100_1771795060-Arsenal_vs_Tottenham.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490030/original/007555100_1769968312-Michael_Carrick.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483318/original/006491600_1769374181-AP26025649282595.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4822217/original/012774800_1714888109-000_33XR9MB.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523016/original/059199400_1772785846-BL1_2221.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521037/original/083692000_1772678287-manchester_city_vs_nottingham_forest-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521083/original/093879800_1772680042-manchester_city_vs_nottingham_forest-08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520956/original/052551000_1772668511-000_99YE6LF.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520296/original/023980000_1772611925-AP26062757119515__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523413/original/016886200_1772813353-4771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523401/original/029362700_1772811975-IMG_2173.jpeg)