Sukses


Keroyok Wasit, Klub Thailand Ini Bernasib Mirip Persinga

Bola.com, Bangkok - Klub Divisi Satu Liga Thailand, Khon Kaen United, dipastikan dicoret dari keikutsertaan kompetisi musim 2016 yang sedang berjalan. Keputusan itu dikeluarkan sesuai hasil pemungutan suara sidang Komite Eksekutif (Exco) Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT). Tidak hanya mencoret Khon Kaen, mayoritas Exco FAT juga memutuskan mengeluarkan Khon Kaen dari keanggotaan.

Hukuman berat itu dijatuhkan FAT menyusul tindakan anarkitis yang dilakukan pemain klub yang bermarkas di Khon Kaen, timur laut Bangkok ini, pada perangkat pertandingan. Pada 24 Juli 2016, saat Khon Kaen menjamu Ang Thong, tim tuan rumah mengeroyok wasit yang sedang bertugas di lapangan. Laga ini berkesudahan dengan skor 0-1 untuk tim tamu.

Insiden itu dianggap FAT serius hingga induk sepak bola Negeri Gajah Putih itu melakukan pembahasan khusus. Menyusul sanksi berat itu, seluruh hasil yang dicatatkan Khoen Khaen di kompetisi Divisi Satu dibatalkan. FAT juga menembuskan keputusan ini ke AFC serta FIFA agar hukuman yang dijatuhkan pada Khoen Khaen mengikat di level Asia dan dunia.

Saat dicoret dari kompetisi serta dipecat sebagai anggota FAT, Khoen Kaen ada di posisi kesembilan dari 16 klub peserta Divisi Satu Liga Thailand 2016.

Seperti dilansir dari akun Facebook resmi klub, manajemen klub akan menggunakan hak mereka untuk menjaga martabat klub alias berjuang tidak dipecat dari keanggotaan FAT serta berharap fans tetap setia mendampingi mereka dalam masa sulit ini.

Tindakan anarkis yang dilakukan pemain serta official tim Khoen Khaen ini tentu mengingatkan penggemar sepak bola Indonesia atas sanksi yang dijatuhkan Komdis ISC terhadap Persinga Ngawi pekan lalu.

Apa yang terjadi pada Khoen Khaen mirip dengan yang dilakukan para pemain Persinga, yang mengeroyok dan memukul asisten wasit Iswah Indiarto dan Asep Rohendi asal Bandung serta wasit Hipni (Jakarta), saat melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman (7/8/2016), dalam lanjutan ISC B 2016.

Komdis ISC lantas menjatuhkan hukuman kepada lima pemain Persinga, yakni Slamet Hariyadi, M. Fatkhur Rosi, M. Zamnur, Moch Pujiantoro, dan Andre Eka Prasetya dengan denda sebesar Rp50 juta plus dilarang tampil selama enam bulan. Namun, berselang tak lama kemudian, Komdis ISC mengeluarkan Surat Keputusan Diskualifikasi terhadap Persinga dari ISC B 2016.

Meski sempat disambut dengan emosional oleh kubu Persinga, klub berjulukan Laskar Ketonggo ini akhirnya bisa menerima sanksi tersebut setelah Komding ISC menguatkan keputusan Komdis. Bila dibandingkan dengan sanksi yang diterima Khon Kaen, Persinga lebih "beruntung" karena skuat asuhan pelatih M. Hasan ini "hanya" didiskualifikasi dari ISC B 2016 tanpa dikeluarkan dari keanggotaan di PSSI.

 

 

 

Video Populer

Foto Populer