Sukses


Persebaya Terkendala Pemain Absen dalam 3 Laga Beruntun, Paul Munster Ogah Menyerah: Tak Ada Kata Kalah di Kamus Saya!

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya dihadapkan pada situasi tidak bisa memainkan komposisi lengkap dalam beberapa laga terakhir. Dampaknya cukup terlihat, Bajul Ijo menelan tiga kekalahan beruntun di BRI Liga 1 2023/2024.

Persebaya Surabaya dipermalukan 0-3 saat menjamu Dewa United (16/4/2024). Lalu, tim asuhan Paul Munster itu juga takluk 1-3 saat bertandang ke markas Persib Bandung (20/4/2024). Terakhir, kalah 0-2 dari Dewa United (24/4/2024).

Dalam tiga kesempatan itu, selalu ada pemain yang terpaksa absen. Gelandang Muhammad Hidayat misalnya, mengalami cedera lutut dan terpaksa mengakhiri musim lebih cepat.

Lalu, Bruno Moreira sempat terkena akumulasi kartu bersama Ripal Wahyudi. Robson Duarte juga sedang penyembuhan cedera. Terakhir, Reva Adi Utama juga absen melawan Bali United karena larangan bertanding.

Jadi, apakah absennya sejumlah pemain penting menjadi kendala bagi Persebaya untuk mendulang kemenangan?

“Ya, ada beberapa pemain yang absen. Tentu saja, kami ingin para pemain ini bermain. Tapi, ini juga jadi kesempatan bagi pemain lain, dan beberapa dari mereka bermain dengan baik,” kata Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Catatan Buruk Persebaya

Dari tiga kekalahan itu saja, Persebaya Surabaya sudah kebobolan delapan gol dalam tiga laga saja. Mereka hanya mampu mencetak gol, sialnya malah tak pernah menjebol gawang lawan dalam dua laga kandang terakhir.

Tim asal Kota Pahlawan juga itu masih tercatat sebagai tim dengan produktivitas gol terendah. Mereka baru mencetak 31 gol saja dalam 33 pertandingan alias memiliki rata-rata tak sampai satu gol per laga.

Angka kebobolan mereka mencapai 45 gol. Artinya, ada minus 14 selisih gol yang dilakoni oleh Persebaya selama musim ini.

Catatan buruk itu ditambah dengan status mereka juga merupakan tim dengan hukuman kartu merah terbanyak, yakni tujuh kali.

3 dari 5 halaman

Tidak Ada Kata Kalah dalam Kamus Paul Munster

Secara permainan, Persebaya Surabaya mulai kehilangan rohnya pada musim ini. Hal itu juga diakui oleh Paul Munster yang menyebut bahwa kualitas skuatnya di luar harapan.

“Sebagai pelatih, saya mempunyai ekspektasi tinggi terhadap para pemain. Mereka harus bermain dengan bangga. Itu mental kami. Kami harus bisa membuat suporter bangga,” ungkap Paul Munster.

“Saya tentu tidak ingin kalah, itu tidak ada dalam kamus saya. Saya ingin mentalitasnya menang. Sayangnya, kami masih belum bisa mendapatkan itu, dan bukan itu yang saya inginkan,” imbuhnya.

4 dari 5 halaman

Jauh dari Target

Persebaya Surabaya kini masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 39 angka dari 33 laga, sangat jauh dari target awal musim sebagai juara.

Paul Munster masih akan menangani Persebaya Surabaya sampai musim depan. Sesuai kontrak, dia bakal menjabat pelatih kepala Persebaya selama 1,5 musim sejak bergabung pertengahan musim ini.

Tim asal Kota Pahlawan itu kini menyisakan satu pertandingan saja di Liga 1 musim ini. Mereka kini sudah bersiap untuk menjamu Persik Kediri di pekan terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (28/4/2024) sore.

 
5 dari 5 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Sepak Bola Indonesia

Video Populer

Foto Populer