Rapor Pemain Timnas Indonesia Vs St. Kitts and Nevies: Pembuktian Pangeran Sunda, Beckham Putra Nugraha

Simak rapor pemain Timnas Indonesia saat menaklukkan St. Kitts and Nevies empat gol tanpa balas di FIFA Series 2026.

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berhasil melangkah ke final FIFA Series 2026 setelah menggulung St. Kitts and Nevis dengan skor 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27-3-2026) malam WIB.

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati tribuen, Skuad Garuda tampil dengan kepercayaan diri tinggi.

Jay Idzes dkk memamerkan permainan dari kaki ke kaki yang taktis nan menghibur.

Menghadapi lawan yang mengandalkan keunggulan fisik, Indonesia mampu mendikte jalannya pertandingan. Transisi jadi jurus jitu menghancurkan pertahanan tamu dari Karibia.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tak banyak mengubah skema bermain dalam laga debutnya. Ia mengandalkan tiga bek sejajar yang diisi Elkan Baggott, Jay Idzes dan Rizky Ridho.

Bagi Baggott, pertandingan ini juga jadi laga comeback-nya. Terakhir kali, bek Ipswich Town ini mengenakan seragam Garuda terjadi di Piala Asia 2024.

Lantas, bagaimana keseluruhan penampilan pemain Indonesia di laga ini? Berikut ulasan selengkapnya versi Bola.com.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pertahanan: Kukuh dan Tenang

Maarten Paes (7.0): Tidak banyak bekerja karena minimnya ancaman lawan. Namun, komunikasinya dalam mengorganisasi lini belakang tetap jempolan.

Jay Idzes (7.5): Bang Jay tampil elegan seperti biasa. Intersepnya bersih dan ia menjadi motor penggerak pertahanan tangguh Timnas Indonesia. 

Elkan Baggott (7.0): Debut ulang yang tak terlalu mengecewakan untuk Baggott. Postur tubuhnya menunjang untuk serangan udara. Namun, ia butuh lebih berhati-hati dalam menghadapi pemain cepat lawan.

Rizky Ridho (7.0): Tampil sangat disiplin seperti biasanya. Kapten Persija Jakarta ini menunjukkan kematangan luar biasa di antara para pemain diaspora.

Lapangan Tengah: Ambil Alih Permainan

Jordi Amat (7.0): Kembali bertugas di posisi lain tak membuatnya kikuk. Ia mampu menjaga keseimbangan lapangan tengah Timnas Indonesia.

Calvin Verdonk (7.5): Metronom permainan malam ini. Sangat tenang dalam memegang bola dan menjaga tempo permainan tetap stabil.

Dony Tri Pamungkas (7.5): Aktif naik turun di sisi kiri. Memberikan determinasi tinggi dan beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya.

Kevin Diks (7.5): Sangat solid di sisi kanan. Beberapa kali melepaskan ancaman tetapi tak lupa untuk kembali ke mode bertahan sangat diperlukan.

Penyerangan: Ketajaman Efektif

Beckham Putra (8.0): Pergerakannya sangat licin dan sulit ditebak. Brace yang dia buat sekaligus membuktikan kritik yang dia dapatkan saat pemanggilan ke timnas.

Ole Romeny (8.5): Otak permainan sebenarnya Timnas Indonesia. Selepas memberikan dua assist untuk Beckham. Ole Romeny berhasil mencetak gol sendiri di babak kedua.

Ramadhan Sananta (7.0): Meski tidak mencetak gol, pergerakan tanpa bolanya membantu kombinasi kedua rekannya. Namun, ia perlu lebih klinis saat mendapat peluang.

Pemain Pengganti

Sandy Walsh (7.0): Bermain sekitar setengah jam. Cukup tenang menghadapi kecepatan lawan, meski tak terlalu banyak membantu serangan.

Yakob Sayuri (7.2): Memberikan ancaman tambahan di sektor kanan. Sempat mencetak gol, tetapi harus dianulir karena offside.

Joey Pelupessy (7.5): Bermain simple dan taktis selama 30 menit. Mencetak satu assist dari terobosan bola yang sangat matang.

Ivar Jenner (7.0): Penyeimbang permainan yang dibutuhkan Timnas Indonesia di babak kedua. Kombinasinya dengan seniornya, Joey Pelupessy, terlihat menjanjikan.

Eliano Reijnders (7.0): Kecepatan dan kengototan Eliano Reinjders begitu kentara dalam setiap menit dia bermain. Hanya, beberapa umpannya masih bisa dipatahkan lawan.

Justin Hubner (7.0): Tak banyak mendapatkan tekanan di pertahanan. Beberapa kali naik dalam situasi bola mati dan sempat melepas tandukan berbahaya.

Ragnar Oratmangoen (7.2): Terlibat dalam gol terakhir yang diciptakan Mauro Zijlstra dengan menjadi decoy. Termasuk hampir memberikan assist untuk gol Yakob Sayuri yang dianulir.

Mauro Zijlstra (7.5): Bermain efektif dan menunjukkan ketajaman seorang nomor 9 saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

Video Populer

Foto Populer