Sukses


9 Pemain Kesayangan Thomas Tuchel di Chelsea: Untouchable, Selalu Jadi Andalan

Bola.com, Jakarta - Kiprah Thomas Tuchel bersama Chelsea mendapat banyak pujian. Belum ada gelar yang diraih, tapi dua laga final di Piala FA dan Liga Champions dinilai cukup bagus.

Tuchel telah memainkan 24 bersama Chelsea, baru dua kali kalah. Rata-rata poin yang didapat pria berusia 47 tahun itu mencapai 2.25 poin per laga.

Tuchel tidak punya pakem pasti bersama Chelsea. Dia acap kali memakai formasi berbeda. Selain itu, beberapa pemain juga terus dirotasi untuk mencari yang terbaik.

Namun, seperti dikutip dari Football London, ada sembilan pemain untouchable alias tidak tersentuh di skuad Chelsea saat ini. Tuchel hampir selalu mengandalkan sembilan pemain itu ketika kondisinya bugar.

Siapa saja mereka? 

2 dari 11 halaman

Edouard Mendy

Tuchel sempat memberi kesempatan pada Kepa untuk bermain lagi. Akan tetapi, pilihan utamanya tetap jatuh pada Edouard Mendy untuk berada di bawah mistar gawang Chelsea. Mendy jadi pemain yang tidak tersentuh.

Kiper 29 tahun mendapat banyak pujian atas aksinya pada leg kedua semifinal Liga Champions. Dia membuat beberapa aksi penting yang membuat gawang The Blues tidak kebobolan.

Secara keseluruhan, pada musim 2020/2021, Mendy telah mencatat 16 nirbobol dari 28 laga yang dimainkan di Premier League.

3 dari 11 halaman

Andreas Christensen

Christensen berkembang pesat sejak Thomas Tuchel datang. Bek asal Denmark itu bermain secara reguler. Kepercayaan Tuchel pun dijawab dengan performa apik dari Christensen.

Selain punya kemampuan duel yang bagus, kelebihan Christensen adalah pemain yang bersih. Bek berusia 25 tahun baru mendapat dua kartu kuning dari 17 laga yang dimainkan bersama Tuchel. Dia layak menjadi pilihan utama Tuchel.

4 dari 11 halaman

Antonio Rudiger

Chelsea dilaporkan siap memberi tawaran kontrak baru untuk Rudiger. The Blues rupanya cukup puas dengan performa bek asal Jerman itu pada paruh kedua musim 2020/2021.

Rudiger menjadi pemain vital pada era Thomas Tuchel. Pada skema tiga bek racikan Tuchel, satu tempat hampir pasti jadi milik Rudiger. Dia pun menjalankan tugasnya dengan baik.

Rudiger jadi salah satu pemain yang paling sering bermain untuk Chelsea pada era Tuchel, 20 kali.

5 dari 11 halaman

Thiago Silva

Thiago Silva dan Thomas Tuchel sudah pernah bekerja sama di PSG. Tuchel kenal baik bek asal Brasil ini. Jadi, bukan hal yang mengejutkan ketika Silva jadi pilihan utama di lini belakang.

Silva sempat cedera cukup dan kehilangan tempat di tim utama. Namun, ketika kondisinya bugar, Silva hampir pasti jadi pilihan utama. Kurt Zouma pun harus duduk di bangku cadangan.

Silva telah memainkan 11 laga untuk Chelsea pada era Tuchel.

6 dari 11 halaman

Jorginho

Jorginho kehilangan tempat di tim utama Chelsea pada awal musim. Namun, pada era Thomas Tuchel, pemain asal Italia itu kembali menjadi sosok yang amat penting.

Jorginho punya kemampuan melepas umpan yang bagus. Dia bisa diandalkan Tuchel untuk menyusun serangan balik. Jorginho sejauh ini telah memainkan 19 laga bersama Tuchel dan mencetak tiga gol dari penalti.

Kabarnya, Chelsea siap memberi tawaran kontrak baru untuk Jorginho.

7 dari 11 halaman

N'Golo Kante

Kante mendapat banyak pujian atas aksinya pada dua laga melawan Real Madrid di semifinal Liga Champions. Kante dianggap berada di setiap sudut lapangan dan tampil sangat menentukan.

Tuchel sejak awal mengagumi Kante. Ketika masih melatih PSG, dia sempat ingin memboyong Kante. Tuchel akhirnya bertemu Kante di Chelsea dan mereka bisa bekerja sama dengan bagus.

Kante hanya empat kali absen pada laga yang dimainkan Tuchel di Chelsea. Dia absen ketika kondisinya tidak cukup bugar.

8 dari 11 halaman

Mason Mount

Mount tidak dipungkiri lagi menjadi pemain penting pada era Tuchel. Dia membuktikan bahwa statusnya sebagai pemain inti di masa lalu bukan karena 'anak emas' Frank Lampard.

Mount punya fleksibilitas yang luar biasa. Dia bisa memainkan banyak peran di lini tengah. Hal inilah yang membuat Tuchel sangat senang dan menjadikan Mount sebagai pemain tak tersentuh.

Mason Mount memainkan 22 laga di bawah kendali Tuchel dengan enam gol dan tiga assist.

9 dari 11 halaman

Timo Werner

Timo Werner belum mencetak gol sesuai harapan. Namun, sulit untuk menampik bahwa performa Werner meningkat drastis pada era Tuchel. Dia jadi pemain yang bisa diandalkan di lini depan.

Dari 19 laga yang dimainkan pada era Tuchel, Timo Werner mampu mencetak tiga gol dan membuat tujuh assist.

Tuchel tahu betul cara untuk memanfaatkan kelebihan Werner, dribel cepat. Werner kini jadi target utama aliran bola ketika Chelsea melakukan serangan balik.

  

10 dari 11 halaman

Kai Havertz

Kai Havertz mengalami situasi yang sulit pada era Frank Lampard. Dia tidak mendapatkan peran yang tepat untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Lampard acap kali memainkan Havertz sebagai gelandang.

Pada era Tuchel, Havertz jadi pemain yang sama sekali berbeda. Performa pemain 21 tahun memang belum optimal. Tapi, ada progres yang besar. Havertz tampil apik sebagai false nine di lini depan Chelsea.

Havertz telah memainkan 17 laga bersama Tuchel dengan tiga gol dan assist.

Sumber: Football London, Transfermarkt

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 8/5/2021)

11 dari 11 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer