MotoGP Akui GP Qatar 2026 Terancam Batal Akibat Konflik Timur Tengah

MotoGP sebut GP Qatar 2026 dalam ketidakpastian karena konflik Timur Tengah.

Bola.com, Jakarta - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak ke dunia balap motor. Pihak MotoGP mengakui bahwa seri Qatar kini berada dalam ketidakpastian menyusul eskalasi konflik di kawasan tersebut.

CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, untuk pertama kalinya secara terbuka menyampaikan bahwa balapan yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang berpotensi tidak dapat digelar sesuai rencana.

Situasi ini dipicu oleh serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu lalu.

Serangan tersebut memicu aksi balasan di berbagai wilayah Timur Tengah dan berdampak pada lalu lintas penerbangan global, setelah sejumlah negara menutup wilayah udaranya.

Dampak konflik itu sudah terasa di dunia motorsport. FIA World Endurance Championship menjadi seri balap besar pertama yang menunda ajang mereka akibat situasi keamanan di kawasan tersebut.

Balapan pembuka musim 2026 yang sedianya digelar di Lusail International Circuit dipindahkan ke jadwal lain di akhir musim.

Sirkuit Lusail awalnya dijadwalkan menjadi tuan rumah seri pembuka musim WEC pada 28 Maret, sebelum kembali dipakai untuk putaran keempat MotoGP pada 12 April.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dampak ke Seri Timur Tengah

Namun, kini, kemungkinan balapan MotoGP di Qatar ikut terdampak mulai terbuka.

"Apakah mungkin kembali pada tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B," ujar Ezpeleta saat menghadiri sebuah acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid, Rabu waktu setempat.

"Kami harus menunggu. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi. Kami sudah berbicara dengan pihak Qatar sejak Minggu, dan kami akan mengambil keputusan. Kecil kemungkinan kami akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya juga tidak bisa mengatakan bahwa kami tidak akan pergi," lanjutnya.

Meski begitu, Ezpeleta menegaskan bahwa MotoGP tidak mempertimbangkan untuk memindahkan balapan tersebut ke negara lain jika Qatar batal menjadi tuan rumah.

"Pergi ke tempat lain? Jelas tidak," katanya.

"Apakah balapan itu bisa dimasukkan kembali ke kalender? Kami sangat ahli menyusun jadwal. Kami akan segera mengetahui sesuatu, tentu saja. Kami masih menunggu kabar dari mereka. Waktu masih ada," imbuh Ezpeleta.

Dampak ke F1

Musim MotoGP 2026 baru dimulai akhir pekan lalu. Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, keluar sebagai pemenang seri pembuka di MotoGP Thailand, sedangkan juara bertahan, Marc Marquez, gagal finis setelah mengalami retire.

Ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah juga berpotensi berdampak pada balap mobil Formula One. Seri tersebut dijadwalkan menggelar dua balapan beruntun di kawasan itu pada pertengahan April.

Sejumlah pihak mulai mempertanyakan apakah GP Bahrain Grand Prix dan Arab Saudi dapat tetap berlangsung sesuai jadwal pada 12 April dan 19 April.

Selain itu, Qatar dan Abu Dhabi masih tercantum sebagai tuan rumah dalam kalender F1 musim 2026. Namun, kedua balapan tersebut baru dijadwalkan berlangsung pada akhir November dan awal Desember.

Pihak F1 menyatakan saat ini mereka memantau situasi di Timur Tengah dengan sangat cermat.

Adapun seri pembuka musim akhir pekan ini di GP Australian yang berlangsung di Melbourne diperkirakan tidak akan terdampak signifikan. F1 telah menyiapkan penerbangan charter bagi personel penting sebagai respons terhadap gangguan perjalanan udara yang terjadi.

 

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer