Yamaha Akui Tantangan Besar dengan Mesin V4 Baru di MotoGP 2026

Yamaha menghadapi awal yang tidak mudah pada musim MotoGP 2026. Pabrikan asal Jepang itu kini harus bekerja keras untuk mengembangkan motor baru mereka yang menggunakan konfigurasi mesin V4.

Bola.com, Jakarta - Yamaha menghadapi awal yang tidak mudah pada musim MotoGP 2026. Pabrikan asal Jepang itu kini harus bekerja keras untuk mengembangkan motor baru mereka yang menggunakan konfigurasi mesin V4.

Perubahan besar tersebut memang sudah direncanakan sejak musim lalu. Yamaha memutuskan meninggalkan konsep lama mesin inline yang selama ini menjadi ciri khas mereka di kelas premier.

Meski proyek tersebut dianggap sebagai langkah penting menuju masa depan, performa pada seri pembuka MotoGP 2026 di Buriram menunjukkan bahwa Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar.

Direktur pelaksana Yamaha Racing, Paolo Pavesio, bahkan mengakui timnya menghadapi tantangan yang tidak ringan untuk membuat motor baru tersebut benar-benar kompetitif.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Awal Musim yang Sulit di Thailand

Motor V4 Yamaha sebenarnya sudah sempat tampil melalui wildcard pada musim lalu bersamaan dengan motor M1 bermesin inline. Namun musim 2026 menjadi debut penuh proyek tersebut di MotoGP.

Seri pembuka di Buriram memberikan gambaran nyata mengenai jarak yang masih harus dikejar Yamaha.

Fabio Quartararo menjadi pembalap Yamaha terbaik saat kualifikasi, tetapi hanya mampu menempati posisi ke-16. Sementara itu Jack Miller finis ke-15 pada Sprint Race dan Quartararo berada di posisi ke-14 pada balapan utama.

Performa tersebut menunjukkan Yamaha masih tertinggal cukup jauh dari para rivalnya.

Motor V4 mereka tercatat sekitar satu detik per lap lebih lambat dibandingkan para pemimpin balapan di Thailand. Peningkatan cengkeraman roda belakang yang diharapkan juga belum terlihat, sementara performa mesin masih kalah dibandingkan pabrikan lain.

 

Proyek Jangka Panjang Yamaha

Paolo Pavesio menjelaskan bahwa proyek motor V4 ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Yamaha. Langkah tersebut juga dipengaruhi oleh regulasi baru MotoGP yang akan mulai berlaku pada 2027.

Pada musim tersebut MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850cc dengan regulasi aerodinamika baru yang lebih cocok untuk motor dengan desain lebih ramping.

“Kami sedang menjalani perjalanan yang sudah kami putuskan sejak tahun lalu, yaitu memulai proyek baru dengan mesin baru dan konsep yang benar-benar berbeda,” ujar Pavesio.

“Sekarang kami bisa melihat dengan sangat jelas seberapa besar jarak yang harus kami kejar. Kami tahu bahwa kami memiliki gunung besar untuk didaki.”

Meski demikian, Yamaha tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan proyek tersebut secara bertahap.

“Para pembalap memberikan 110 persen, perusahaan juga memberikan 110 persen. Kami akan terus bekerja seperti itu.”

“Tidak akan ada keajaiban. Kami harus melangkah satu demi satu, memperbaiki satu detik demi satu detik.”

 

Masih Mencari Setelan Dasar Motor

Pavesio juga mengakui Yamaha masih berada dalam tahap memahami karakter dasar motor V4 tersebut.

Menurutnya, setiap kali motor turun ke lintasan, tim selalu menemukan hal-hal baru yang perlu diperbaiki.

“Sangat sulit untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar motor ini bisa benar-benar kompetitif,” kata Pavesio.

“Kami masih mencoba memahami setelan dasar motor ini.”

Namun Yamaha memiliki keuntungan dalam proses pengembangan karena mendapat konsesi dari MotoGP.

“Berkat konsesi, kami bisa melakukan lebih banyak pengembangan dibandingkan tim lain. Musim ini kami akan banyak belajar, mencoba hal baru, dan terus melakukan perbaikan.”

Pavesio berharap performa Yamaha bisa terus meningkat seiring berjalannya musim.

“Saya berharap musim ini menunjukkan grafik perkembangan yang terus naik.”

 

Mengorbankan Kualifikasi Demi Konsistensi

Pada musim 2025, kekuatan terbesar Yamaha justru terletak pada performa satu lap di sesi kualifikasi. Fabio Quartararo bahkan mampu meraih lima pole position sepanjang musim tersebut.

Namun perubahan konsep motor membuat Yamaha harus mengorbankan sedikit performa di sesi kualifikasi.

“Kami tahu bahwa di awal musim kami mungkin akan kehilangan sesuatu pada putaran cepat,” ujar Pavesio.

“Padahal tahun lalu kami memiliki level yang sangat baik dalam kualifikasi.”

Menurutnya, hal tersebut merupakan kompromi yang harus dilakukan demi meningkatkan konsistensi motor sepanjang balapan.

 

Performa Sprint Lebih Menjanjikan

Meski performa secara keseluruhan belum memuaskan, Yamaha masih melihat beberapa sisi positif dari balapan di Thailand.

Pada Sprint Race, jarak waktu antara Yamaha terbaik dengan pemenang balapan sebenarnya hampir sama dengan musim lalu.

Quartararo finis 13,4 detik di belakang pemenang Sprint Race Thailand 2025. Sementara pada musim ini Jack Miller tertinggal sekitar 13,5 detik dari pemenang.

Namun perbedaan besar terlihat pada balapan utama. Yamaha mengalami kesulitan lebih besar dalam menjaga performa sepanjang lomba.

Jack Miller akhirnya finis 22,3 detik di belakang pemenang balapan, Marc Marquez. Meski demikian catatan tersebut masih lebih baik dibandingkan performa Quartararo dengan motor V4 yang tertinggal jauh lebih besar.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Yamaha tampaknya harus bersabar dalam proyek besar mereka. Motor V4 mungkin belum langsung kompetitif, tetapi pabrikan Jepang itu berharap perkembangan bertahap bisa membawa mereka kembali bersaing di papan depan MotoGP dalam beberapa musim ke depan.

Video Populer

Foto Populer