Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Meledak! FIFA Digugat karena Dinilai Mencekik Fans

Kontroversi besar menyelimuti persiapan Piala Dunia FIFA 2026. Badan sepak bola dunia, FIFA, resmi digugat oleh kelompok suporter Eropa terkait lonjakan harga tiket yang dinilai tidak masuk akal.

Bola.com, Jakarta - Kontroversi besar menyelimuti persiapan Piala Dunia FIFA 2026. Badan sepak bola dunia, FIFA, resmi digugat oleh kelompok suporter Eropa terkait lonjakan harga tiket yang dinilai tidak masuk akal.

Gugatan tersebut diajukan oleh Football Supporters Europe bersama Euroconsumers ke Komisi Eropa. Mereka menuding FIFA telah menyalahgunakan posisi monopoli dalam penjualan tiket turnamen.

Isu ini mencuat di tengah tingginya antusiasme publik terhadap Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen edisi kali ini juga menjadi yang pertama dengan format 48 tim.

Namun, alih-alih menjadi pesta sepak bola yang inklusif, harga tiket justru dianggap semakin menjauhkan penggemar dari stadion.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

FIFA Dituding Manfaatkan Posisi Monopoli

Dalam pernyataannya, FSE menilai FIFA telah menetapkan harga tiket yang berlebihan, sekaligus menerapkan sistem pembelian yang tidak transparan dan tidak adil bagi suporter.

“FIFA memegang monopoli atas penjualan tiket Piala Dunia 2026 dan menggunakan kekuatan itu untuk menetapkan syarat yang tidak akan pernah diterima di pasar yang kompetitif,” demikian pernyataan FSE.

Kelompok tersebut menilai para penggemar, khususnya dari Eropa, menjadi pihak yang paling dirugikan dalam situasi ini.

Sorotan utama tertuju pada harga tiket final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026. Menurut FSE, harga tiket mengalami lonjakan drastis dibanding edisi sebelumnya.

Tiket termurah untuk final saat ini dibanderol mulai dari sekitar Rp68 juta, atau lebih dari tujuh kali lipat dibanding harga termurah final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sebagai perbandingan, tiket termurah final Euro 2024 hanya sekitar Rp1,6 juta, menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok antar kompetisi besar.

Bahkan, dalam dokumen awal FIFA, harga rata-rata tiket diproyeksikan sekitar Rp23 juta. Namun, angka tersebut kini sudah jauh terlampaui.

 

Harga Resale Tembus Rp2,3 Miliar

Yang lebih mencengangkan, harga tiket di pasar penjualan ulang resmi FIFA juga melonjak ke angka fantastis.

Salah satu tiket kategori tiga untuk laga final di MetLife Stadium dilaporkan dijual hingga sekitar Rp2,3 miliar. Angka ini lebih dari 40 kali lipat dari harga awal yang sekitar Rp56 juta.

Lonjakan harga tersebut semakin memperkuat tudingan bahwa sistem distribusi tiket tidak berjalan secara adil.

FSE juga menyoroti janji awal dalam proposal tuan rumah Piala Dunia 2026. Saat itu, disebutkan bahwa tiket akan tersedia mulai dari sekitar Rp340 ribu.

Namun kenyataannya, tiket termurah yang dijual saat ini berada di kisaran Rp970 ribu, contohnya untuk laga fase grup antara Austria melawan Yordania di California.

Untuk pertandingan yang melibatkan tim-tim besar, harga tiket bahkan umumnya berada di atas Rp3,2 juta.

 

Format Baru, Harga Ikut Melambung

Piala Dunia 2026 akan menampilkan total 104 pertandingan, meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya. FIFA juga menyediakan sekitar tujuh juta tiket untuk seluruh pertandingan.

Setiap individu diperbolehkan membeli maksimal empat tiket per pertandingan dan total 40 tiket selama turnamen berlangsung.

Namun, dengan tingginya harga yang ditetapkan, banyak pihak khawatir turnamen ini justru akan kehilangan esensi sebagai ajang untuk para penggemar.

Kini, gugatan terhadap FIFA menjadi babak baru dalam polemik harga tiket Piala Dunia 2026. Jika terbukti melanggar, bukan tidak mungkin badan sepak bola dunia itu harus melakukan penyesuaian besar demi menjaga aksesibilitas bagi para suporter.

Video Populer

Foto Populer