Play-off Piala Dunia 2026: Edin Dzeko Minta Fans Bosnia Hormati Italia, Kenang Jasa Besar Seusai Perang 1996

Kapten Bosnia dan Herzegovina, Edin Dzeko, mengeluarkan pesan penuh makna jelang duel krusial kontra Italia pada final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Kapten Bosnia dan Herzegovina, Edin Dzeko, mengeluarkan pesan penuh makna jelang duel krusial kontra Italia pada final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia meminta para pendukung tuan rumah untuk menunjukkan rasa hormat kepada tim tamu, termasuk saat lagu kebangsaan Italia dikumandangkan.

Laga yang akan digelar di Zenica, Selasa (31/3/2026) malam waktu setempat itu menjadi penentuan bagi kedua tim untuk merebut satu tiket menuju putaran final Piala Dunia. Atmosfer panas diprediksi menyelimuti stadion, namun Dzeko berharap ada nuansa sportivitas yang tetap dijaga.

Italia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara, sementara Bosnia memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Wales melalui drama adu penalti, yang diawali gol penyama kedudukan Dzeko pada menit ke-86.

Di tengah tensi tinggi tersebut, penyerang veteran itu justru mengingatkan publik Bosnia akan hubungan historis antara kedua negara.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kenang Jasa Italia di Masa Sulit

Dzeko menegaskan bahwa Italia memiliki tempat spesial di hati masyarakat Bosnia karena pernah menunjukkan solidaritas di masa-masa sulit.

Ia merujuk pada momen bersejarah ketika Italia datang ke Sarajevo tidak lama setelah perang Bosnia berakhir, sebagai bentuk dukungan moral bagi negara yang baru bangkit dari konflik.

“Semua orang harus berdiri dan bertepuk tangan ketika lagu kebangsaan Italia dimulai. Italia datang untuk memainkan laga persahabatan setelah perang Bosnia pada 1996. Untuk itu, kami selalu berterima kasih,” ujar Dzeko dalam konferensi pers.

 

Bertarung 90 Menit, Tetap Hormat Setelahnya

Meski menyerukan rasa hormat, Dzeko memastikan bahwa di atas lapangan, pertandingan tetap akan berjalan sengit layaknya final pada umumnya.

“Setelah itu, selama 90 menit, ini akan menjadi pertarungan. Setelahnya, kita tetap berteman seperti sebelumnya. Apa pun yang terjadi, ya terjadilah,” tegasnya.

Secara head-to-head, Italia masih unggul atas Bosnia dan Herzegovina. Dari enam pertemuan sebelumnya, Italia meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Menariknya, satu-satunya kemenangan Bosnia terjadi pada pertemuan pertama kedua tim pada 1996. Saat itu, Italia yang dilatih Arrigo Sacchi datang ke Sarajevo dalam laga persahabatan pascaperang.

Skuad Italia kala itu diperkuat nama-nama besar seperti Paolo Maldini, Dino Baggio, hingga Gianfranco Zola, namun harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.

Sejak saat itu, pertemuan kedua tim lebih sering terjadi dalam kompetisi resmi dalam tujuh tahun terakhir, dengan Italia mendominasi hasil.

Kini, sejarah baru akan tercipta di Zenica. Di tengah tekanan dan ambisi besar, pesan Dzeko menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang rasa hormat dan kemanusiaan.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer