Performa Anjlok, 4 Pemain Real Madrid Terancam Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026

Empat pemain Real Madrid berikut ini terancam absen di Piala Dunia 2026 karena performanya anjlok.

Bola.com, Jakarta - Dengan hanya menyisakan empat pertandingan di La Liga musim ini, perjalanan Real Madrid praktis sudah berada di ujung jalan.

Tersingkir di perempat final Liga Champions dan hampir pasti gagal mengejar Barcelona dalam perebutan gelar liga membuat musim Los Blancos berubah menjadi periode yang jauh dari harapan.

Situasi itu membuat perhatian banyak pemain mulai beralih ke Piala Dunia 2026, yang dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Piala Dunia 2026 menjadi peluang bagi sejumlah bintang Madrid untuk menutup musim yang berantakan dengan catatan lebih baik bersama timnas masing-masing.

Akan tetapi, tidak semua pemain Madrid bisa bernapas lega. Menjelang pengumuman skuad akhir timnas, beberapa nama ternyata masih belum aman untuk mendapatkan tiket menuju Amerika Utara.

Dari 24 pemain tim utama Madrid, hanya Andriy Lunin yang dipastikan absen karena negaranya, Ukraina, gagal lolos ke putaran final.

Tiga pemain lain dipastikan melewatkan turnamen akibat cedera, yakni Ferland Mendy bersama Timnas Prancis serta duo Brasil, Eder Militao dan Rodrygo.

Sementara itu, Raul Asencio, Alvaro Carreras, dan Gonzalo Garcia belum pernah tampil di level senior bersama Spanyol sehingga peluang mereka menembus skuad sangat kecil. Nasib serupa juga dialami Dani Ceballos dan Fran Garcia yang terakhir kali dipanggil timnas pada 2023.

Madrid sejatinya masih berpotensi mengirim sekitar 15 pemain ke Piala Dunia 2026. Namun, jumlah itu bergantung pada apakah beberapa nama berikut mampu meyakinkan pelatih timnas mereka dalam sisa musim ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

1. Dani Carvajal

Dani Carvajal Terdesak di Timnas Spanyol

Musim ini tidak berjalan sesuai rencana bagi Dani Carvajal. Bek kanan berusia 34 tahun itu sempat dipercaya menjadi kapten Madrid pada musim panas lalu saat memasuki tahun terakhir kontraknya.

Alih-alih menikmati penutup karier yang gemilang di La Liga dan Liga Champions, Carvajal justru menjalani musim yang sulit dengan peran yang makin terbatas.

Luis de la Fuente bahkan tidak memasukkan namanya ke agenda internasional Spanyol pada Maret lalu. Pelatih La Furia Roja itu lebih memilih Marcos Llorente dan Pedro Porro di posisi bek kanan.

Masalah Carvajal bertambah setelah ia mengalami cedera kaki saat latihan yang membuat menit bermainnya makin terbatas hingga akhir musim.

Meski begitu, De la Fuente masih memberikan dukungan kepada pemain senior tersebut.

"Dani adalah figur yang sangat penting di ruang ganti kami. Dia aset besar dalam segala aspek," ujar De la Fuente.

2. Trent Alexander-Arnold

Trent Alexander-Arnold Belum Memikat Thomas Tuchel

Situasi berbeda dialami Trent Alexander-Arnold. Meski mulai menunjukkan kualitas di Madrid, bek asal Inggris itu belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel.

Setelah sempat kesulitan beradaptasi di awal kedatangannya, Alexander-Arnold perlahan mulai menampilkan kemampuan umpan jarak jauh dan kreativitas yang menjadi ciri khasnya. Namun, keraguan terhadap kemampuan bertahannya masih terus muncul.

Tuchel bahkan tidak memasukkan mantan pemain Liverpool tersebut ke daftar sementara berisi 35 pemain untuk laga internasional Maret kontra Uruguay dan Jepang. Itu menjadi sinyal bahwa peluangnya masuk skuad final cukup tipis.

"Semua pemain masih punya peluang. Tapi, saat ini ada beberapa pemain lain yang berada di depannya," kata Tuchel menjelaskan keputusan tersebut.

Tuchel juga hadir langsung menyaksikan kekalahan Madrid 3-4 dari Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions bulan lalu.

Namun, belum jelas apakah penampilan Alexander-Arnold di laga itu cukup untuk mengubah pandangan sang pelatih.

Eduardo Camavinga

Eduardo Camavinga Kehilangan Tempat

Eduardo Camavinga juga menjalani musim yang berat. Gelandang Prancis itu gagal mengamankan posisi inti, baik di bawah arahan Xabi Alonso maupun Alvaro Arbeloa.

Posisinya bahkan mulai tersalip oleh gelandang muda 18 tahun, Thiago Pitarch.

Arbeloa sempat mengkritik performa dan etos kerja mantan pemain Rennes tersebut setelah kekalahan dari Mallorca, April lalu. Namun, ia tetap membela Camavinga usai kartu merah kontroversial yang diterimanya saat Madrid tersingkir dari Bayern Munchen di Liga Champions.

Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Camavinga bisa dilepas pada bursa transfer musim panas, dengan sejumlah klub Premier League disebut memantau kondisinya.

Laporan di Prancis menyebut performa buruk musim ini membuat peluang Camavinga masuk skuad Didier Deschamps mulai menipis.

Saat ini ia disebut berada di belakang N'Golo Kante, Manu Kone, Adrien Rabiot, rekan setimnya di Madrid, Aurelien Tchouameni, serta Warren Zaire-Emery dalam persaingan lini tengah.

Camavinga sebenarnya masih dipanggil untuk laga internasional Prancis pada Maret lalu, tetapi tidak mendapat kesempatan bermain.

Hingga kini, pemain berusia 23 tahun itu sudah mencatatkan 29 penampilan bersama Les Bleus.

Franco Mastantuono

Franco Mastantuono Mulai Dilupakan

Franco Mastantuono datang ke Madrid musim panas lalu dengan reputasi besar sebagai satu di antara talenta muda terbaik Argentina.

Ia bahkan sudah mencatat debut di tim senior Argentina sebelum bergabung dengan Madrid dan menjadi debutan termuda dalam sejarah negaranya setelah tampil melawan Chile pada usia 17 tahun 296 hari di laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, perkembangan Mastantuono mulai melambat. Penyerang muda itu perlahan kehilangan tempat sejak Alvaro Arbeloa menangani tim.

Sepanjang musim ini, Mastantuono baru mencetak satu gol. Ia juga sempat mendapat kritik keras dari pelatihnya setelah menerima kartu merah akibat berteriak kepada wasit saat Madrid kalah dari Getafe.

Dalam beberapa bulan terakhir, ia lebih sering tampil singkat dari bangku cadangan.

Mastantuono memang sempat bermain selama 45 menit bersama Argentina saat menghadapi Mauritania pada jeda internasional terakhir. Akan tetapi, peluangnya masuk daftar akhir pilihan Lionel Scaloni disebut makin kecil.

 

Sumber: SI

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer