FIFA Resmi Larang Suporter Bawa Botol Minum ke Stadion Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

FIFA resmi melarang penonton membawa botol minum isi ulang ke dalam stadion selama perhelatan Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi FIFA sudah mengambil keputusan yang memicu perdebatan di kalangan suporter. Badan sepak bola dunia itu resmi melarang penonton membawa botol minum isi ulang ke dalam stadion selama turnamen berlangsung.

Keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa hari setelah sebelumnya, FIFA masih mengizinkan penonton membawa botol plastik transparan kosong berkapasitas maksimal satu liter ke area stadion.

Kini, aturan itu berubah. Dalam pembaruan kode etik stadion yang mulai berlaku sejak Selasa (02/06/2026) lalu, FIFA menegaskan seluruh botol dari luar stadion tidak lagi diperbolehkan masuk demi alasan keselamatan.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko cedera yang dapat terjadi apabila benda-benda tersebut dilempar ke lapangan maupun ke area tribune penonton.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Barang Lain yang Dilarang

Selain botol minum isi ulang, sejumlah barang lain seperti gelas, toples, kaleng, dan wadah sejenis juga masuk daftar benda yang dilarang dibawa masuk ke stadion.

“FIFA berkomitmen melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh pemain, wasit, suporter, relawan, serta staf,” demikian pernyataan resmi FIFA.

“Keputusan melarang botol diambil untuk mencegah risiko dan potensi cedera bagi pemain maupun para penonton.”

Menurut FIFA, sejumlah stadion yang akan digunakan pada Piala Dunia 2026 sebenarnya sudah lebih dulu menerapkan larangan membawa botol dari luar. Oleh karena itu, aturan serupa kini diterapkan secara seragam di seluruh venue turnamen.

 

Kekhawatiran Suporter di Tengah Cuaca Panas

Meski alasan keamanan menjadi prioritas, keputusan FIFA tersebut menimbulkan kekhawatiran baru bagi para penggemar yang akan hadir langsung ke stadion.

Sejumlah kota tuan rumah diperkirakan mengalami suhu antara 26 hingga 28 derajat Celsius selama turnamen berlangsung. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan akses air minum menjadi perhatian utama bagi para penonton.

Banyak suporter mempertanyakan bagaimana mereka bisa tetap terhidrasi dengan baik apabila tidak diizinkan membawa botol minum sendiri dari luar stadion.

 

Menyediakan Berbagai Fasilitas Pendukung

Menanggapi kekhawatiran tersebut, FIFA memastikan berbagai fasilitas pendukung akan disediakan untuk membantu penonton menghadapi cuaca panas.

“FIFA bekerja sama dengan panitia kota tuan rumah dan otoritas setempat untuk mengantisipasi dampak cuaca panas bagi suporter yang datang ke stadion,” tulis FIFA.

“Langkah-langkah yang disiapkan antara lain stasiun kabut air (misting station), kipas pendingin, titik pengisian air minum, tenda pendingin, serta berbagai fasilitas lainnya di sekitar area stadion.”

 

Harga Air Minum Dipastikan Tetap Terkendali

Selain menjamin ketersediaan fasilitas hidrasi, FIFA juga berusaha meredam kekhawatiran soal harga air minum di dalam stadion.

FIFA menegaskan, harga air kemasan selama Piala Dunia 2026 akan tetap mengikuti standar yang berlaku pada event-event lain yang biasa digelar di stadion tersebut.

Dengan demikian, suporter diharapkan tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan harga yang berlebihan selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Di tengah antusiasme menyambut pesta sepak bola terbesar dunia, keputusan FIFA terkait larangan botol minum isi ulang kini menjadi satu di antara isu yang paling banyak diperbincangkan para suporter dari berbagai negara.

Sumber: Aljazeera

Video Populer

Foto Populer