Nadal-Murray Tuntut Blatter Angkat Kaki dari FIFA

oleh Diya Farida diperbarui 29 Mei 2015, 09:32 WIB
KOMPAK - Dua seteru di lapangan tenis, Rafael Nadal dan Andy Murray, kompak menuntut pengunduran diri Sepp Blatter dari pemilihan Presiden FIFA di Zurich, Swiss, Jumat (29/5) ini.(BOLA.COM/AP/Paul White)

Bola.com, Paris - Skandal suap FIFA rupanya tidak cuma menarik perhatian para pelaku dan penikmat sepak bola saja. Tapi juga seluruh lapisan masyarakat dunia. Termasuk dua petenis bintang, Rafael Nadal (Spanyol) dan Andy Murray (Skotlandia).

Di sela partisipasi mereka di turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2015, Nadal dan Murray kompak menyuarakan argumen terkait Presiden FIFA, Sepp Blatter. Menurut keduanya, Blatter harus segera angkat kaki dari kepengurusan FIFA.

Advertisement

"Saya pikir merupakan hal baik untuk memiliki kombinasi, dalam politik, olahraga, dan dunia secara umum. Bagus untuk memunyai orang-orang tepat di setiap tempat, yang tahu apa yang mereka lakukan, di sepak bola, tenis, negara," papar Nadal, dilansir AFP, Jumat (29/5).

"Saya tidak bisa mengatakan bila Anda berada di tempat sama untuk jangka waktu lama Anda tidak bisa tetap jujur. Tapi, sejarah mencatat, lebih mudah menjadi sosok jujur bila Anda memiliki periode (kepemimpinan) pendek," lanjut petenis berjuluk 'King of Clay' itu.

Pernyataan Nadal tersebut tentu bukan hanya sekedar pendapat orang awam semata. Sebagai keponakan dari mantan pesepakbola nasional Spanyol, Miguel Angel Nadal, petenis berusia 28 tahun itu cukup paham dengan situasi FIFA saat ini.

Nadal meyakini, kepemimpinan Blatter yang dimulai sejak 1998 lalu telah menjadikan lingkungan organisasi induk sepak bola dunia itu tidak sehat.

"Anda ada di situ, lalu Anda kembali lagi kemudian. Padahal, saya pikir, adanya pilihan lain merupakan hal baik di semua tempat di seluruh dunia," ujar Nadal.

Sependapat dengan Nadal, Murray juga berharap FIFA bisa segera mendapat reformasi kepengurusan. Kampiun Wimbledon 2013 itu menilai tidak adanya efek kaget yang dirasakan publik saat mengetahui FIFA terjerat kasus korupsi sudah cukup menunjukkan kebobrokan FIFA selama ini.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Tapi, ketika saya membaca beritanya, saya belum menemukan orang yang bilang ke saya bahwa kabar ini (korupsi FIFA) mengejutkan," kata Murray.

"Orang-orang sudah menduga bahwa ada praktik korupsi di sana (FIFA). Sekarang, mereka akan mendapatkan investigasi layak terkait hal itu, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi setelahnya," lanjutnya.

Blatter dijadwalkan mengikuti pemilihan Ketua FIFA pada Kongres FIFA di Zurich, Swiss, hari ini. Kemarin, pria berkebangsaan Swiss itu menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri dari daftar calon Ketua FIFA meskipun skandal suap dan korupsi di era kepemimpinannya mulai terkuak.

Baca juga:

Murray Susah Payah Tembus Babak Ketiga Prancis Terbuka

Nadal dan Djokovic Menang Mudah di Putaran Ketiga Prancis Terbuka

Menangi 'Perang Saudara', Berdych Melaju ke Babak Ketiga