Fasilitas di Pelatnas PBSI Dinilai Belum Memenuhi Standar

oleh Imelia Pebreyanti diperbarui 13 Jan 2016, 19:15 WIB
Fasilitas gym di Pelatnas PBSI, Cipayung. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Ketua Satlak Prima, Achmad Sutjipto, menilai sejumlah fasilitas di kompleks Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, belum memenuhi standar.

Hal tersebut diungkapkan Achmad seusai melakukan kunjungan ke pusat pelatihan cabang olahraga bulutangkis tersebut, Rabu (13/1/2016)

Pada kesempatan ini, Achmad beserta rombongan Satlak Prima melihat langsung latihan atlet dilanjutkan memantau sarana dan prasarana di Pelatnas Cipayung di antaranya pusat kebugaran (gym), jogging track, asrama serta ruang makan atlet.

Advertisement

“Kalau untuk 2006 mungkin fasilitas ini cukup, tetapi untuk 2016 fasilitas seperti ini tidak cukup. Lihat saja gym, sudah banyak alat-alatnya yang tidak memenuhi standar dan harus diganti, begitu juga jogging track yang landasannya harus diganti dengan karet, tidak boleh semen,” tutur Achmad Sutjipto seperti dilansir situs resmi PBSI.

“Sauna belum ada, hydroteraphy belum ada, fisioterapi sangat sederhana, ahli pijat pun yang profesional hanya ada satu orang, sangat jauh dari standar yang seharusnya. Tetapi dengan jalan begini, kami jadi tahu penanganannya seperti apa. Masukan dari kami, pengelolaan infrastruktur seharusnya sudah menjadi tanggung jawab negara,” tambah Achmad.

Kendati demikian, di tengah keterbatasan yang ada, Achmad menilai cabor bulutangkis masih menjadi andalan Indonesia di ajang internasional.

“Bulutangkis memang menjadi tumpuan harapan Indonesia. Saya sudah bicara dengan pengurus PBSI, amanat rakyat ini bukan jadi beban buat atlet, karena bulutangkis bukan olahraga hari kemarin. Mereka punya konsistensi prestasi yang luar biasa. Hanya memang dunia olahraga prestasi berkembang sangat sangat pesat, yang kadang di Indonesia ini, sistem pendukungnya masih kalah dibanding yang lain,” ujar dia.

Pada Olimpiade Rio de Janeiro, Agustus 2016, tim bulutangkis Indonesia ditargetkan meraih dua medali emas.