Shahar Ginanjar Buka Rahasia Performa Gemilang di Mitra Kukar

oleh Nandang Permana diperbarui 01 Jun 2016, 15:45 WIB
Shahar Ginanjar buka-bukaan bicara di balik performa cemerlangnya bersama Mitra Kukar di TSC 2016.

Bola.com, Tenggarong - Penampilan [Shahar Ginanjar](2460525 "Shahar Ginanjar") menjaga gawang Mitra Kukar selama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Presented by IM3 Ooredoo cukup menarik perhatian pencinta sepak bola nasional.

Kiper yang pernah memperkuat Persib Bandung itu sering melakukan penyelamatan cemerlang sehingga pemain lawan butuh kerja keras untuk menaklukkannya.

Shahar sejauh ini dinilai mampu memberikan kontribusi maksimal paa setiap penampilannya sehingga klub berjulukan Naga Mekes itu mampu bersaing dan bertengger di posisi empat klasemen dengan raihan sembilan poin dari lima laga.

Shahar dari lima laga itu baru kebobolan tiga gol, yang didapatnya ketika melawan PS TNI, Arema Cronus, dan Barito Putera.
Kepada bola.com, kiper 25 tahun itu buka-bukaan di balik performa gemilangnya.

"Terus terang saja, kalau soal penampilan maksimal seorang pemain tak lepas dari kerja sama yang apik dengan pemain lain. Terutama saya yang berposisi kiper, ya tentu harus mampu bekerja sama dengan pemain belakang," kata Shahar Ginanjar, Rabu (01/6/2016).

Advertisement

Lini belakang Mitra Kukar terkenal kokoh dengan hadirnya pemain-pemain bintang semacam Saepulloh Maulana, Arthur Cunha, M. Orah serta Abdul Gamal. Kiper yang merintis karier awal di Pelita U-21 ini mengaku beruntung lini belakang Naga Mekes dikawal pemain-pemain berkualitas.

"Komunikasi dengan pemain belakang hingga saat ini sangat lancar. Saya sudah memahami karakter mereka masing-masing dan sudah kenal lama dengan mereka. Tentunya, sejak kedatangan saya ke Mitra Kukar, lini belakang hingga saat ini tak banyak berubah sehingga tak berpengaruh banyak," ujarnya.

Sebagai kiper, komunikasi merupakan hal utama dan penting dilakukan agar gawang tidak kebobolan. Pemain kelahiran Purwakarta ini menegaskan kiper merupakan benteng terakhir yang harus mendapatkan dukungan dari pemain belakang jika tidak ingin kebobolan.

"Istilahnya kan, kalau lini belakang lengah, masih ada kiper. Tentu hal itu berbeda, jika kiper lengah maka kemungkinan besar gol. Di sinilah perlunya saling memahami satu sama lain, intinya kerja sama," ungkapnya.

Bukan hanya itu, ia pun tak pernah berleha-leha saat melakukan latihan. Menurut kiper yang mempunyai tinggi 186 meter ini, hanya dengan berlatih seorang pemain bisa menjaga penampilannya agar tetap fit dan maksimal dari pertandingan ke pertandingan.

Posisi Shahar sebagai kiper utama Mitra Kukar hingga saat ini tak tergantikan. Berbeda dengan tim lain yang sering mengantikan posisi kiper utama dan tak jarang kiper utama kalah bersaing dengan kiper kedua.

"Kalau soal main, itu tergantung pelatih jadi tidak usah dipikirkan. Yang terpenting, berlatih keras dan bekerja keras saat bermain. Saya berharap kedepannya bisa lebih baik lagi dan membawa Mitra Kukar berprestasi," pungkas Shahar mengakhiri pembicaraan.