Liestiadi Tidak Dipecat meski Persegres GU Ditahan Semen Padang

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 28 Agu 2016, 21:57 WIB
Pemain Persegres merayakan gol saat menjamu Semen Padang. Meski gagal menang, posisi Liestiadi sebagai pelatih Persegres dipastikan aman. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Gresik - Persegres Gresik United kembali gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. Menghadapi Semen Padang dalam lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo, Minggu (28/8/2016) di Stadion Tri Dharma Gresik, tim besutan Liestiadi itu harus rela berbagi angka 1-1.

Keruan saja hasil ini membuat kubu Persegres Gresik United kecewa berat. "Dari segi apapun saya kecewa. Kami ingin menang, pemain saya juga ingin menang. Tapi, lagi-lagi kami gagal," keluh Liestiadi, pelatih Persegres Gresik United.

Kendati kecewa dengan hasil ini, sang pelatih memuji para pemainnya yang bermain ngotot sepanjang pertandingan. Liestiadi merasa tidak bisa menuntut lebih karena para pemainnya sudah memberikan yang terbaik.

Pelatih asal Medan itu menepis kabar soal pemecatan dirinya jika ia gagal mempersembahkan kemenangan di pertandingan tersebut. Sebab sesaat setelah babak pertama usai dan selesai pertandingan, ia sempat mempertanyakan statusnya pada manajer Persegres Gresik United, Bagoes Cahyo Yuwono.

Advertisement

Menurut mantan pelatih Persiba Balikpapan itu, sang manajer memintanya tetap bertahan dan tetap menjalankan program sebagai pelatih sekaligus manajer tim. "Saya sudah tanya pada manajer, dan manajer meminta saya tetap terus pegang tim ini," katanya.

Sebelum laga ini berlangsung, tersiar kabar bila pertandingan kontra Semen Padang merupakan penentu nasib Liestiadi. Di kalangan suporter, rumor tersebut sangat santer.

Terlepas dari isu tersebut, Liestiadi akan melakukan evaluasi total. Ia mengisyaratkan bakal melakukan rekrutmen pemain baru guna menambah kekuatan timnya di putaran kedua. Saat ini ada enam pemain lokal dan satu pemain asing yang mengikuti seleksi. Rencananya masih ada lagi pemain baru yang datang untuk mengadu nasib.

Sementara itu, pelatih Semen Padang, Nilmaizar, puas meski target maksimal yang dicanangkan gagal terwujud. "Disyukuri saja, yang penting dapat poin meski cuma satu," ujar Nilmaizar.

Nil mengaku bila timnya bisa bermain lebih tenang, terutama saat mengeksekusi peluang, timnya bisa memenangi pertandingan ini. Hasil ini baginya cukup bagi anak buahnya untuk modal pulang kampung selama libur jeda putaran kedua, begitu juga bagi dirinya. 

"Saya mau pulang dulu, istirahat sejenak sebelum memulai lagi persiapan putaran kedua," ujar Nilmaizar.