Rival Rio Haryanto untuk Kursi F1 2017 Berkurang Satu

oleh Oka Akhsan diperbarui 01 Okt 2016, 09:15 WIB
Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto (kiri), berbincang dengan manajernya, Piers Hunnisett, jelang sesi latihan bebas pertama F1 GP Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada, Jumat (10/6/2016). (Bola.com/Twitter/F1)

Bola.com, Mumbai - Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, mendapat kabar bagus dalam usahanya untuk merebut satu kursi pada F1 2017. Salah satu rival pebalap cadangan Manor Racing itu, Alexander Rossi, memberi sinyal bakal mundur dari persaingan.

Dalam wawancara dengan ESPN, Jumat (30/9/2016), Rossi mengatakan untuk rencana tahun depan lebih memprioritaskan melanjutkan karier di ajang balap AS, IndyCar, ketimbang kembali berkiprah di F1.

Advertisement

Rossi baru tahun ini berkiprah di IndyCar. Pada musim debutnya, pebalap asal Negeri Paman Sam itu langsung mencuri perhatian. Bersama tim Andretti Autosport, Rossi berhasil memenangi balapan Indy 500 dan meraih penghargaan Rookie of the Year.

Pada 2015, Rossi menjadi pebalap AS pertama yang membalap di F1 sejak 2007. Dia turun pada lima dari tujuh balapan terakhir musim tersebut bareng Manor Racing. Namun, dia gagal mempertahankan kursinya pada tahun ini karena kalah bersaing dengan Rio Haryanto.

Rossi mengakui dalam hati kecilnya dia ingin sekali kembali berlomba di F1. Namun, pebalap berusia 25 tahun itu merasa targetnya yang paling masuk akal adalah menjalani musim kedua di IndyCar.

"Saya tetap membuka peluang untuk F1 maupun IndyCar. Jujur saja saya masih punya urusan yang belum selesai di F1 dan impian saya tetap F1. Namun, sekarang saya sangat menikmati balapan di IndyCar. Ada beberapa hal yang membuat saya senang berkiprah di ajang ini," kata Rossi, yang masih berstatus sebagai pebalap cadangan Manor bersama Rio Haryanto.

Rossi tak membantah tetap bernegosiasi dengan tim F1. Namun, fokus utamanya pada saat ini tetap mengamankan kursi di IndyCar tahun depan.

"Target saya adalah bertahan di IndyCar. Sebanyak 95-97 persen tim yang sedang kami dekati adalah tim IndyCar, bukan F1. Semoga kami sudah meneken kontrak dalam waktu dekat. Namun, saya tetap membuka diri jika ada kesempatan kembali ke F1 di masa depan," ujar Rossi.

Jika Rossi bertahan di IndyCar, maka pesaing Rio Haryanto untuk mendapatkan kursi pada F1 2017 berkurang satu. Sebelumnya, Rossi sempat dikaitkan dengan tim asal AS, Haas, dan juga Manor.

Hingga saat ini, ada sekitar 11-12 kursi yang masih belum terisi untuk musim depan. Perinciannya adalah dua slot di Williams, Haas, Renault, Sauber, dan Manor, serta masing-masing satu di Force India dan Toro Rosso.

Hanya, peluang Rio ke Williams, Haas, Force India, dan Toro Rosso sangat berat. Selain harga yang mahal, keempat tim tersebut sudah punya pebalap bidikan masing-masing.

Williams sudah mengindikasikan bakal mempertahankan Valtteri Bottas. Sementara pengganti Felipe Massa yang pensiun kemungkinan besar adalah Lance Stroll, pebalap muda asal Kanada berusia 17 tahun yang kini memimpin klasemen sementara F3 Eropa. Ayah Stroll adalah miliuner. Situs Autosport pada Kamis (29/9/2016) menyebut Stroll tinggal selangkah lagi bergabung dengan Williams.

Haas juga masih belum mengumumkan duet pebalap musim depan. Namun, bos Haas, Guenther Steiner, telah menegaskan timnya enggan memakai pebalap yang minim pengalaman.

Force India sudah mengumumkan tak ingin melepas Sergio Perez. Deputi team principal Force India, Bob Fernley, kepada Crash mengatakan negosiasi dengan Perez sudah hampir selesai dan hanya tinggal menyelesaikan beberapa detail dalam kontrak terkait isu komersial.

Toro Rosso sudah membantah rumor kepindahan Carlos Sainz Jr. ke Renault. Untuk satu kursi tersisa, Bos Toro Rosso, Franz Tost, telah mengumumkan timnya hanya mempertimbangkan dua pebalap, yakni Daniil Kvyat atau penguasa klasemen sementara GP2, Pierre Gasly.

Artinya, target yang paling logis buat Rio Haryanto tinggal Renault, Sauber, dan Manor. Perebutan kursi di tiga tim tersebut masih sengit. Khusus Sauber dan Manor, keduanya sudah mengindikasikan akan memprioritaskan pay driver. Jika bisa mendapatkan dana besar dari sponsor, bukan tak mungkin Rio bakal kembali ke F1 pada 2017 di salah satu dari tiga tim tersebut atau bahkan membuat kejutan dengan bergabung di tim lain yang kursinya masih lowong.