Kekalahan Telak di Bali Jadi Sinyal Ada Problem Internal di Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Okt 2017, 13:15 WIB
Ferry Aman Saragih (ketiga dari kanan) sebut ada persoalan internal di Arema. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Kuta - Senin (9/10/2017) atau sehari setelah kekalahan telak dari Bali United, suasana tim Arema FC sangat lesu. Tidak ada lagi canda tawa yang biasa terjadi dalam bus atau hotel tim Arema. Semua pemain membisu karena malu dengan kekalahan tersebut.

Sebab, itu adalah kekalahan terbesar Arema musim ini. Ada sinyal jika buruknya performa Arema akibat dari persolan internal tim.

"Kami tidak perlu sebut apa persoalan yang membuat permainan tidak maksimal di lapangan. Yang pasti, ayo semua memperbaiki diri. Semua harus evaluasi," kata gelandang Arema FC, Ferry Aman Saragih.

Advertisement

Kekalahan telak ini diakui Ferry membuat semua pihak di Arema akan malu. Terutama kepada Aremania, karena saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar cukup banyak rombongan Arema yang datang dari Malang.

Mereka berharap Arema bisa melanjutkan tren positif tidak pernah kalah di Bali. Tetapi, kenyataannya mereka harus pulang dengan rasa malu.

"Manajemen pasti tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini karena internal tim tahu apa akar masalahnya," jelas pemain berdarah Batak tersebut.

Disinyalir persoalan itu tidak jauh dari masalah finansial alias keterlambatan gaji mengingat persoalan internal Arema musim ini tak jauh dari aspek itu.

Namun, hal ini tidak mau diumbar terang-terangan kepada awak media karena di Indonesia jadi hal yang tabu membahas finansial tim.

Manajemen Arema saat ini masih menunggu pencairan subsidi, hak siar, dan beberapa dana dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang jadi hak klub.

Arema tidak sendirian karena 14 klub lain yang tergabung dalam Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia (FKSPI) juga ingin melakukan hal sama.

Musim ini, setiap kali Arema menuai hasil buruk, mereka selalu dikaitkan dengan persoalan finansial. Namun, baru kali ini kalah dengan skor mencolok. "Mungkin sekarang puncak rasa lelahnya. Tapi, kami sudah memberi perlawanan di lapangan," jelas Ferry Aman Saragih.