Mantan Kapten Timnas Indonesia: Simon McMenemy Punya PR Besar

oleh Aditya Wany diperbarui 22 Des 2018, 19:15 WIB
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy memberikan masukan kepada timnya usai melawan Persita Tangerang pada laga uji coba di NYCT, Sawangan (11/01/2018). Bhayangkara FC kalah 0-2. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Surabaya - Ferril Raymond Hattu angkat bicara perihal penunjukan Simon McMenemy sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia. Ferril memiliki penilaian terhadap mantan pelatih Bhayangkara FC itu.

"Kalau dari catatannya melatih klub memang bagus. Dia juga memiliki pengalaman melatih Timnas Filipina. Sejauh ini saya menilai tidak ada masalah soal penunjukan McMenemy sebagai pelatih baru," kata Ferril saat ditemui Bola.com di rumahnya kawasan Nginden Intan, Surabaya, Sabtu (22/12/2018).

Advertisement

Ferril justru ingin menyoroti problem Timnas Indonesia yang seharusnya segera menemukan solusi dari PSSI. Dia menilai Tim Merah-Putih saat ini sudah kehilangan taji untuk berbicara, minimal di level Asia Tenggara saja.

"Setelah gagal total di Piala AFF 2018, saya pikir masalahnya bukan soal pelatih. Artinya, siapapun pelatihnya, kuncinya ada di komposisi tim. Tinggal bagaimana PSSI dan klub-klub Liga 1 punya visi yang selaras dengan Timnas Indonesia," ucap pria yang semasa bermain meraih medali emas SEA Games 1991 itu.

"Semuanya harus tetap berpegang kepada roadmap yang disusun Direktur Teknik PSSI, yaitu Danurwindo. Saya rasa Danur pasti punya rencana dua tahun ke depan Timnas Indonesia seperti apa, sehingga lima tahun lagi sudah ada gambaran sampai mana levelnya," imbuh mantan kapten Timnas Indonesia itu.

McMenemy dikontrak selama dua tahun untuk menangani Skuat Garuda. Hal itu berarti pelatih asal Skotlandia itu akan bertugas sampai Piala AFF 2020. Dengan begitu, tahun ini menjadi tugas penting McMenemy untuk membangun fondasi baru.

Timnas Indonesia di bawah arahan Bima Sakti gagal total saat berkiprah di Piala AFF 2018. Hansamu Yama Pranata dkk. gagal lolos ke semifinal dan hanya memetik satu kemenangan dari empat pertandingan fase grup.

Ferril menilai McMenemy harus segera memulai langkah untuk membangun kembali Timnas Indonesia. Agenda pemusatan latihan harus segera disusun untuk menjajaki langkah kerja sampai dua tahun ke depan.

"Tahun 2019, McMenemy memang tidak memiliki agenda turnamen. Tapi, dia punya pekerjaan rumah besar untuk menangani masalah di Timnas Indonesia. Dia tetap harus memulai membangun fondasi yang menjadi pijakan untuk tahun-tahun berikutnya," tutur pria berusia 56 tahun itu.