Gara-Gara Krzysztof Piątek, Patrick Cutrone Tak Bisa Ucapkan Janji Setia Bersama AC Milan

oleh Edu Krisnadefa diperbarui 01 Mar 2019, 20:20 WIB
Patrick Cutrone (AC Milan) (AFP/Miguel Medina)

Jakarta - Bomber AC Milan, Patrick Cutrone mengaku tak bisa mengucap janji setia kepada tim raksasa Liga Italia Serie A tersebut. Satu di antara faktor penyebabnya adalah kedatangan Krzysztof Piątek. 

Sejak kedatangan Krzysztof Piątek dari Genoa, Cutrone jadi kesulitan mendapat tempat di lapangan. Padahal, sebelumnya, Cutrone kerap jadi andalan lini depan AC Milan. Jika tidak starter, pemain kelahiran 21 tahun lalu itu pasti dimainkan sebagai pengganti.

Advertisement

Tak pelak, kondisi ini pun membuat sang pemain resah. Sang agen, Donato Orgnoni menyebut, kliennya tak bisa berjanji akan terus membela AC Milan. "Apakah Cutrone akan bertahan di AC Milan? Kita lihat saja nanti," ujar Ognoni seperti memberikan teka-teki saat diwawancara Radio Marte.

Orgnoni juga menegaskan, sulitnya Cutrone mendapat menit bermain, akan jadi pertimbangan utama kliennya untuk memutuskan bertahan atau pergi dari AC Milan. Apalagi, belakangan cukup banyak klub yang menginginkan jasanya.

 

2 dari 2 halaman

Diincar Tottenham

Patrick Cutrone mencatatkan namanya di papan skor usai mencetak gol pada menit ke-55 ke gawang Parma dalam laga lanjutan giornata ke-14 Serie A yang berlangsung di stadion San Siro, Milan, Minggu (2/12). AC Milan menang 2-1. (AFP/Miguel Medina)

Salah satu tim yang paling serius mendekati Cutrone adalah klub asal Inggris, Tottenham Hotspur. Mereka kabarnya telah memplot Cutrone untuk menggantikan peran striker pelapis Harry Kane, Fernandi Llorente. Llorente kurang memberikan kontribusi maksimal sebagai pengganti Harry Kane disaat cedera. Striker berusia 34 tahun itu hanya mencetak satu gol dari 12 penampilan bersama Spurs musim ini.

Hanya masalahnya, sulit bagi Tottenham untuk memboyong Cutrone. Pasalnya, AC Milan cukup tinggi pemain langganan tim nasional junior Italia ini. Cutorne kabarnya dihargai 30 juta euro atau setara dengan Rp 481 miliar. Jumlah ini tentu sangat sulit dipenuhi oleh klub kelas menengah seperti Tottenham.