3 Pemain Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Leicester City

oleh Hesti Puji Lestari diperbarui 30 Apr 2019, 12:20 WIB
Gelandang Leicester City, Wilfred Ndidi, menyundul bola saat melawan Arsenal pada laga Premier League di Stadion King Power, Minggu (28/4). Leicester City menang 3-0 atas Arsenal. (AFP/Lindsey Parnaby)

Bola.com, Jakarta - Laga yang mempertemukan Leicester City kontra Arsenal di Stadion King Power dalam laga ke-36 Premier League, Minggu (28/4/2019), dimenangi tuan rumah dengan skor telak 3-0.

Kemenangan yang terjadi di kubu Leicester, satu di antaranya tak lepas dari kartu merah yang diterima pemain Arsenal, Ainsley Maitland-Niles, pada menit ke-36.

Advertisement

Padahal, laga di markas Leceister ini bisa saja mengantarkan mereka naik ke empat besar klasemen sementara dan berkesempatan masuk zona Liga Champions. Namun, penampilan tim peraih 13 gelar Piala FA ini memang menurun dalam beberapa pertandingan terakhir.

The Gunners sekarang terpaut dua poin di belakang Chelsea dan mencatat tiga kekalahan beruntun. Statistik juga mencatat, skuat asuhan Unai Emery ini telah kebobolan sembilan gol dalam tiga pertandingan terakhir.

Dilansir dari Sportskeeda, satu di antara penyebab merosotnya performa permainan penguasa Emirates ini adalah beberapa pemain yang tampil buruk belakangan ini.

Nah, Bola.com merangkum pemain yang dianggap jadi biang kerok merosotnya peforma Arsenal, terutama saat melawan Leicester City.

Sumber: Sportskeeda

2 dari 4 halaman

Ainsley Maitland-Niles

Bek Liverpool, Andrew Robertson menggiring bola dari kejaran pemain Arsenal, Ainsley Maitland-Niles pada lanjutan Liga Inggris di Anfield Stadium (29/12). Kemenangan ini, membuat Liverpool kokok di puncak klasemen dengan poin 54. (AP Photo/Rui Vieira)

Dalam sebuah wawancara Januari lalu, Ainsley Maitland-Niles pernah sesumbar ia mampu bermain dengan baik di segala posisi. Kesempatan jebolan asli akademi Meriam London tersebut terbuka saat ia diminta mengantikan posisi Hector Berllerin sebagai bek kanan karena mengalami cedera.

Gayung bersambut, atas kesempatan yang diberikan Unai Emery, Niles bertransformasi menjadi pemain yang acap kali mengundang decak kagum dalam setiap penampilan. Bahkan, pemain asal Inggris ini menjadi penyumbang utama bagi keberhasilan Emery di Liga Eropa saat melawan Napoli dan Rennes.

"Versatilitas adalah anugerah sekaligus kutukan. Itu anugerah karena jika seseorang cedera, Anda bisa masuk ke skuat utama dengan mudah, selalu jadi orang pertama yang dipanggil. Sisi lainnya, Anda benar-benar tidak akan bisa memiliki posisi yang tepat. Anda akan selalu bergerak, dan lupa bagaimana cara menempel di satu tempat. Anda akan melakukan hal berbeda ketika bergerak," ujarnya seperti dikutup dari Sky Sports, Januari lalu.

Namun, penampilan Niles akhir-akhir ini bisa dibilang sangat mengecewakan. Puncaknya adalah kartu merah yang ia dapat saat melawan Leicester.

3 dari 4 halaman

Shkodran Mustafi

Bek Arsenal asal Jerman, Shkodran Mustafi dikabarkan sedang diincar klub raksasa Italia, Juventus. Menurut Calciomercato Juventus tertarik menggunakan jasa pemain kelahiran Bad Hersfeld, Jerman 17 April 1992. (AFP/IKIMAGES/Ian Kington)

Shkodran Mustafi juga dianggap menjadi biang kerok kakalahan Arsenal dalam laga tandang ke markas Leicester. Shkodran Mustafi didaulat menjaga jantung pertahanan Arsenal, namun dalam pertandingan melawan Leicester, rekor pertahanan Shkodran Mustafi disebut menyedihkan.

Shkodran Mustafi melewatkan setengah dari operannya dan membuat Emery menggesernya ke posisi bek kanan setelah Laurent Koscielny masuk pada menit ke-46. Kendati demikian, pemain berusia 27 tahun ini tetap tidak berkontribusi maksimal.

Ini bukan kali pertama Shkodran Mustafi melakukan kesalahan. Saat Arsenal menjamu Crystal Palace pekan lalu, pemain berusia 27 tahun ini turut andil dalam kekalahan Arsenal 2 -3 karena blunder yang ia lakukan.

Diawali dengan sundulan jauh Christian Benteke, Mustafi dengan mudahnya dikalahkan Zaha dalam penguasaan bola sebelum akhirnya ia berhasil mengeksekusi ke gawang Bernd Leno.

4 dari 4 halaman

Laurent Koscielny

Bek Arsenal, Laurent Koscielny, berusaha melewati striker Tottenham, Son Heung-Min, pada laga Premier League di Stadion Wembley, London, Sabtu (2/3). Kedua klub bermain imbang 1-1. (AFP/Daniel Leal-Olivas)

Kapten Arsenal ini memang telah berkolaborasi dengan epik bersama Sokratis Papasthopoulos di jantung pertahanan The Gunners sejak pemain Prancis tersebut pulih dari cedera panjangnya. Namun, Laurent Koscielny ikut dituding menjadi biang kerok dalam kekalahan Arsenal melawan Leicester.

Pemain berusia 33 tahun tersebut dinilai bersalah atas dua gol Jamie Vardy di menit ke-86 dan ke-95. Pertahanannya yang digalangnya rapuh, membuat Vardy mampu mencetak gol kedua lawan. Ia bahkan tak melakukan blok dengan baik atas laju Ricardo Pereira hingga menghasilkan gol ketiga untuk Leicester.