Eks Pemain Timnas Belanda Sebut Matthijs de Ligt Cocok Gabung Barcelona

oleh Faozan Tri Nugroho diperbarui 17 Mei 2019, 15:30 WIB
Pemain Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt, melakukan sesi latihan jelang laga semifinal Liga Champions di Stadion Johan Cruyff, Rabu (8/5). Ajax Amsterdam akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur. (AP/STR)

Bola.com, Jakarta - Eks pemain timnas Belanda, Jaap Stam, mengatakan jika bintang muda Ajax Amsterdam Matthijs de Ligt cocok bergabung dengan Barcelona. De Ligt berhasil memimpin rekan-rekannya membawa Ajax merengkuh dua gelar domestik musim ini. Selain itu, Ajax juga dibawanya menembus semifinal Liga Champions, meski kemudian disingkirkan Tottenham Hotspur.

Pemain timnas Belanda tersebut kemudian dikabarkan akan hengkang di akhir musim. Juventus, Manchester United, Bayern Munchen, Manchester City dan Liverpool dilaporkan tertarik mendapatkan jasa sang pemain.

Advertisement

Matthijs De Ligt sampai sejauh ini memang belum menentukan masa depannya. Akan tetapi, Barca dikabarkan berada di urutan terdepan untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain. Direktur Ajax, Edwin van der Sar, mengatakan jika pemain berusia 19 tahun tersebut akan pergi ke Inggris atau Spanyol.

Sementara itu, Jaap Stam berharap De Ligt bermain di Camp Nou. Barcelona pernah menjadi klub sederet pemain timnas Belanda di masa lau seperti Ronald Koeman, Patrick Kluivert, hingga Johan Cruyff. Stam menganggap Barcelona merupakan tempat yang tepat untuk De Ligt bisa berkembang lebih pesat. Apalagi Barcelona sudah resmi menggaet Frenkie de Jong yang juga rekan setim De Ligt di Ajax.

"Sangat penting bahwa dia akan mendapatkan waktu bermain," kata Stam kepada DAZN.

"Jika Anda melihat skuat Barcelona, setelah kalah dari Liverpool, mereka mungkin ingin memperkuat tim, terutama di pertahanan. Pertanyaannya adalah bagaimana mereka akan menyelesaikan masalah itu."

"Saya pikir Matthijs de Ligt akan sangat cocok. Akan sangat bagus untuk melihat bagaimana dia tampil melawan pemain yang lebih baik di liga yang lebih baik, tidak hanya setiap beberapa minggu, tetapi setiap akhir pekan."

Stam menambahkan jika bermain di klub besar Eropa memang tidak mudah. Setiap pemain harus siap apabila harus dirotasi, karena di tim besar pastinya banyak pemain hebat.

"Hal yang sama juga berlaku untuk Liverpool. Kita semua tahu siapa bintang pertahanan terbesar mereka, yaitu rekan De Ligt di Belanda Virgil van Dijk. Sementara pemain lainnya ada Dejan Lovren dan Joel Matip cukup sering dirotasi," ujar Stam yang pernah membela Manchester United dan AC Milan.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah dia akan segera memainkan semua pertandingan. Saya pikir dia punya kualitas yang cukup untuk melakukannya. Di liga-liga besar soal rotasi adalah hal yang normal."

"Setelah itu, Anda harus terbiasa dengan level dan kualitas lawan Anda. Saya pikir orang-orang di sekitarnya dan Matthijs de Ligt sendiri cukup pintar untuk memilih opsi waktu bermain paling banyak. Dalam hal itu, uang tidak akan membuat perbedaan," tutup Stam.

Sumber: Sportskeeda

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Berita Terkait