Gelandang Persita Tak Sabar Melakoni Laga Tandang ke Ujung Indonesia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 03 Feb 2020, 08:30 WIB
Pemain Persita Tangerang, Eldar Hasanovic, berlatih terpisah saat latihan di Lapangan Indoor Sport Center, Tangerang, Jumat (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Liga 1 Indonesia 2020. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Tangerang - Gelandang Persita Tangerang, Eldar Hasanovic, sudah tidak sabar untuk mengawali kariernya di Liga 1 2020. Satu di antara yang menarik perhatian Hasanovic adalah laga tandang melawan klub yang berasal dari ujung Indonesia.

Persita Tangerang tampil di Liga 1 2020 melalui jalur promosi setelah menghuni peringkat ketiga Liga 2 2019. Klub berjulukan Laskar Cisadane itu bakal bersaing dengan 17 klub lain untuk meraih gelar.

Advertisement

Satu di antara yang menarik perhatian Hasanovic adalah laga tandang melawan klub semisal Persiraja Banda Aceh dan Persipura Jayapura.

Seperti diketahui, untuk menyambangi markas kedua klub tersebut yang berada di ujung Indonesia harus ditempuh dengan perjalanan panjang.

"Saya tahu Indonesia sangat luas dan buat kami, untuk pergi ke mana saja dalam laga tandang nanti, butuh banyak waktu di perjalanan. Akan tetapi, inilah sepak bola dan tidak peduli di mana pun itu," kata Hasanovic.

"Kultur di sini juga berbeda. Namun, saya sudah pernah liburan di Bali dan menyukainya. Jadi, ketika saya di sini (Tangerang) saya menikmatinya dan kita lihat saja nanti," ujar pemain berusia 30 tahun itu.

Eldar Hasanovic bergabung dengan Persita Tangerang dari klub Bosnia, Radnik Bijeljina. Ini menjadi petualangan pertama Hasanovic di sepak bola Asia.

2 dari 2 halaman

Away Terjatuh

Persiraja. (Bola.com/Adreanus Titus)

Persita Tangerang sebenarnya masih beruntung tidak harus melakukan laga tandang terjauh di Liga 1 2020. Predikat tersebut tentu hanya akan dimiliki Persiraja Banda Aceh dan Persipura Jayapura.

Jika kedua tim bertemu, pemain akan melakukan perjalanan dari ujung barat ke ujung timur Indonesia. Kedua tim juga harus berganti pesawat karena tidak ada penerabangan langsung yang bisa mengantarkan dari Banda Aceh ke Jayapura, dan sebaliknya.