Psywar Thomas Muller Jelang Hadapi Chelsea: Mereka Bukan Tim Elite Eropa Lagi

oleh Hendry Wibowo diperbarui 24 Feb 2020, 12:30 WIB
Striker serang Bayern Munchen asal Jerman, Thomas Muller. (AFP/Johannes Eisele)

Bola.com, Jakarta - Pemain Bayern Munchen, Thomas Muller, menjalani lawatan ke kandang Chelsea dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Bahkan ia berani tebas psywar dengan berkata kalau klub berjuluk The Blues tersebut sudah bukan tim elite Eropa lagi sekarang.

Advertisement

Seperti yang diketahui, kedua tim bakal bertemu dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Partai itu sendiri rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu (26/2/2020) mendatang.

Munchen datang dengan pengalaman yang buruk. Di tahun 2012, mereka pernah dipaksa menelan pil pahit dalam babak final Liga Champions. Awalnya, Munchen unggul lebih dulu berkat gol Thomas Muller di menit ke-83.

Kemenangan mereka dibatalkan oleh gol Didier Drogba yang memaksa Munchen dan Chelsea bermain sampai babak adu penalti. Pada akhirnya, Chelsea keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.

2 dari 3 halaman

Bukan Lagi Tim Elite Eropa

Striker Bayern Munchen Thomas Muller mencetak hattrick ke gawang Fenerbahce pada semifinal Audi Cup 2019 di Allianz Arena, Rabu (31/7/2019) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Kenangan pahit tersebut pastinya masih terekam dengan baik di benak Muller. Namun membandingkan laga yang sudah berusia delapan tahun tersebut dengan sekarang jelas tidak lagi relevan.

Skuat Chelsea sudah jauh berbeda. Mereka kini dihiasi oleh sejumlah pemain muda seperti Mason Mount dan Tammy Abraham. Itulah mengapa Muller bisa merasa percaya diri untuk menghadapi mereka nanti.

"Chelsea punya pemain muda bertalenta serta berkualitas yang bisa menyakitkan anda. Kami harus bersiap melawan kekuatan khusus mereka," ujar Muller kepada the Athletic.

"Namun sekarang mereka bukanlah tim terbaik di Eropa dan kami tidak perlu merasa takut. Saya percaya diri," lanjut pria berumur 30 tahun tersebut.

3 dari 3 halaman

Pujian Khusus untuk Lampard

Pelatih Chelsea, Frank Lampard, saat melawan Brighton and Hove Albion pada laga Premier League di Stadion AMEX, Rabu (1/1/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP/(Gareth Fuller)

Lawan Muller pada tahun 2012 lalu, Frank Lampard, saat ini menjabat sebagai pelatih Chelsea. Ia mengaku tidak mampu menyimpan rasa kagumnya terhadap pria berdarah Inggris tersebut.

"Bukan hanya karena dari laga itu, tetapi dia adalah pemain yang super. Dia memainkan gaya sepak bola yang khusus. Secara teknis sangat bagus, punya teknik tembakan yang super, bagus dengan umpan panjang," tambahnya.

"Seorang gelandang yang bisa bekerja dan berbahaya di depan gawang pada waktu bersamaan. Dia tahu: Hal inilah yang anda harus lakukan untuk menang," pungkasnya. Sumber asli: Goal Internasional

Sumber asli: Goal International

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, Published 24/2/2020)

Berita Terkait