Persita Fokus Menjaga Mental Pemain Ketika Lanjutan Shopee Liga 1 2020 Belum Jelas

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 16 Okt 2020, 14:15 WIB
Hamka Hamzah dan pemain-pemain Persita Tangerang menikmati suasana latihan yang digelar sembari menantikan lanjutan Shopee Liga 1 2020. (Dok. Persita Tangerang)

Bola.com, Tangerang - Pertemuan klub dan PT Liga Indonesia Baru di Yogyakarta tidak serta merta memberikan jaminan bahwa lanjutan Shopee Liga 1 2020 benar-benar akan bergulir pada 1 November 2020. Persita Tangerang sebagai tim promosi dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu pada musim ini memilih untuk menjaga mentalitas para pemainnya.

Belum ada keputusan jelas mengenai kelanjutan Shopee Liga 1 2020, baik dari PSSI maupun PT LIB. Apalagi izin menggelar kompetisi yang menjadi alasan ditundanya lanjutan kompetisi yang harusnya digelar pada 1 Oktober lalu, juga belum bisa dipastikan.

Advertisement

Manajer Persita Tangerang, I Nyoman Suryanthara, yang hadir dalam pertemuan klub dan PT LIB di Yogyakarta, berharap ada jaminan yang lebih pasti mengenai kelanjutan kompetisi. Ia berharap PSSI dan PT LIB bisa memberikan keputusan yang lebih tegas dan pasti kepada klub peserta.

"Kemarin dalam pertemuan keputusannya ternyata federasi juga belum bisa memberi jaminan bahwa kompetisi ini bisa dimulai bulan apa. Tentu dengan pilihan dimulai November, Desember, atau Januari 2021. Itu pun bisa menjadi ketidakpastian untuk semua klub," ujar I Nyoman Suryanthara seperti dalam rilis yang diterima Bola.com.

"Kami berharap dalam waktu dekat PSSI maupun PT LIB bisa memberikan keputusan yang ada jaminannya. Kita semua tahu bahwa Desember nanti ada pilkada, jadi saya berharap PSSI bisa memberikan jaminan kompetisi bisa dimulai," lanjut manajer Persita Tangerang itu.

Video

2 dari 2 halaman

Dampak Terhadap Mental

Gelandang Persita Tangerang, Raphael Maitimo, saat berlatih bersama timnya. (Dok. Persita Tangerang)

Menurut Persita Tangerang, kepastian tanggal dimulainya kompetisi menjadi yang paling krusial saat ini. Keputusan itu akan berpengaruh kepada jadwal pertandingan dan persiapan internal tim untuk mengarungi kompetisi. Secara psiki kondisi menggantung seperti ini juga pasti mengganggu mental serta konsentrasi pemain.

"Tentu dampak negatifnya masalah mental pemain. Kami di manajemen juga berpikir keras bagaimana caranya kami menjaga mental pemain dan asa mereka, asa kita semua, bahwa kompetisi ini bisa diselenggarakan dengan baik," ujar Nyoman.

"Apa pun keputusan federasi, kami mengapresiasi. Selama ini juga federasi sudah bekerja keras, mencoba bagaimana cara supaya liga ini bisa dimulai. Tapi, harus berpikir jernih. Kalaupun liga tidak bisa dimulai, pemain dan pelatih juga harus dijaga dengan baik, terutama kondisi dan mental mereka semua," lanjutnya.

Kekecewaan karena kelanjutan kompetisi menjadi tidak jelas tidak terhindarkan. Termasuk Persita Tangerang yang juga sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan jelang bergulirnya kompetisi setelah terhenti karena pandemi COVID-19.

"Kalau bicara kecewa, ini sudah tujuh bulan terombang-ambing tanpa keputusan. Sekarang sudah mendekati akhir tahun, akhirnya mesti legowo juga. Mau lanjut atau setop, nanti apa pun pilihannya, klub-klub yang akan menjalaninya," ujar Nyoman.

"Apapun pilihannya itu kami anggap yang terbaik. Kalau kecewa, semoga tidak, karena kita harus memikirkan juga. Kalau manajemen kecewa, akhirnya bisa berdampak ke bawah. Jadi bagaimana caranya supaya kami bisa menghadapi situasi ini dengan kompak," lanjutnya.

Berita Terkait