Ketum PSSI Sambangi Stadion Si Jalak Harupat, Pastikan Prokes di Piala Menpora Benar-Benar Dijalankan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 01 Apr 2021, 23:15 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat menyambangi Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, guna memastikan Prokes berjalan sesuai anjuran. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyambangi Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (1/4/2021) sore. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka memastikan bahwa protokol kesehatan (prokes) di Piala Menpora dijalankan dengan baik.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu datang didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto dan Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi. Keduanya disambut jajaran direksi PT LIB seperti Akhmad Lukita dan Sudjarno.

Advertisement

"Alhamdulillah hari ini saya hadir di Stadion Si Jalak Harupat untuk mengecek berkaitan dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang harus mutlak diterapkan di setiap pertandingan. Baik itu di Solo, Kanjuruhan Malang, Maguwoharjo Sleman, maupun di Jalak Harupat," kata Iwan kepada awak media di Jalak Harupat.

Menurutnya, Jalak Harupat menjadi venue yang pertama di cek dan berdasarkan laporan, lanjut Iwan, pelaksanaan di grup C selama ini berjalan lancar, termasuk masalah prokes yang diterapkan.

"Ini yang pertama karena kami cukup penuh kegiatan, dan berdasarkan laporan dari panpel Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar khususnya untuk Stadion Si Jalak Harupat. Yang lain juga Alhamdulillah, baik di Solo maupun Kanjuruhan dan Sleman," kata Iwan.

Lancarnya pelaksanaan turnamen Piala Menpora ini kata Iwan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia sepak bola di tengah pandemi COVID-19.

"Kami bisa melaksanakan kegiatan pertandingan sepak bola dalam situasi pandemi di Piala Menpora. Dicoba, disimulasikan, dipersiapkan, dilaksanakan, juga dikoordinasikan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, termasuk yang berkaitan dengan protokol kesehatan," kata Iwan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 3 halaman

Apresiasi kepada Suporter

Selebrasi striker Madura United, Bruno Da Silva Lopes usai berhasil membobol gawang Persela Lamongan dalam laga matchday ke-3 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/4/2021). Madura United bermain imbang 1-1 dengan Persela Lamongan. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Pada kesempatan itu, Iwan juga mengapresiasi kepada para suporter seluruh klub yang tetap mematuhi himbauan untuk tidak datang ke stadion yang menjadi tempat pelaksanaan turnamen Piala Menpora.

"Tentu kami merasa bangga, khususnya kepada saudara-saudara saya para suporter, kita bicara di Jawa Barat ya, kepada suporter, bobotoh, Viking dan lain sebagainya semuanya bisa mengikuti apa yang disampaikan pemerintah dan federasi," ujar Iwan.

"Sampai sekarang kami tidak mendengar adanya pergerakan suporter maupun di Bandung dan daerah sekitarnya untuk mendukung Persib yang sedang main di Sleman. Itu suatu momen yang luar biasa," tambah Iwan.

Bahkan pada saat Kapolri datang ke Stadion Manahan, Solo, merasa suprise karena suporter patuh memenuhi himbauan dan pertandingan berjalan tertib.

"Alhamdulillah, sekali lagi saya bangga kepada saudara saya suporter di Jawa Barat. Bagaimana saya tahu fanatisme suporter di Jawa Barat kepada Persib, tapi akhirnya bisa juga mereka tidak mendekat dari suatu tempat ke tempat lain untuk mendukung timnya di stadion, saya bangga, termasuk supoter lainnya seperti Aremania, Jakmania, dan suporter klub lainnya," kata Iwan.

 

3 dari 3 halaman

Terkait Video Hoaks

Gelandang Bali United, Hariono (kanan) terus mengawal mantan rekannya di Persib Bandung, gelandang Esteban Vizcarra dalam laga Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Bali United bermain Imbang 1-1 dengan Persib. (Bola.com/Arief Bagus)

Terkait sempat adanya rasisme dan hoaks video umpatan nada negatif dari oknum suporter, Iwan mengaku hal itu menjadi pembelajaran ke depan agar tidak terjadi hal seperti itu.

Pihaknya lanjut Iwan sudah koordinasikan dengan pihak klub kemudian dengan direktorat suporter dan terus berkomunikasi agar tidak ada lagi tindakan rasisme.

"Kita boleh fanatik terhadap klub, tetapi kita tidak boleh melakukan hal seperti itu. Kami sudah komunikasikan apakah akan ada sanksi untuk klub, kami akan diskusikan. Tapi memang tidak terkait dengan klub, itu hanya soal suporter," ungkap Iwan mengakhiri.