Cerita Luthfi Kamal: Gelandang Barito Putera yang Jadi Fans Berat Manchester United

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 21 Agu 2021, 11:45 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-22, Luthfi Kamal, melepas dahaga usai latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Barito Putera, Luthfi Kamal, mengaku menjadi penggemar berat Manchester United sejak lama. Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo adalah dua sosok yang menginspirasinya.

Manchester United menjadi tim Inggris yang masih punya pamor bagi banyak orang. Tim dengan sejarah panjang di tanah Britania dengan segudang prestasinya.

Advertisement

Tim berjulukan The Red Devils merupakan rajanya Liga Inggris sejauh ini dengan torehan gelar juara sebanyak 20 kali. Selain itu gelar bergengsi lainnya adalah 12 kali menjuarai Piala FA dan tiga kali mengangkat trofi Liga Champions Eropa.

Untuk sebagian besar pendukung setianya, masa kejayaan MU adalah di era 90-an. Dengan generasi pemain seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Peter Schmeichel, Roy Keane, hingga Ole Gunnar Solskjaer.

Puncaknya adalah meraih trebel winner di tahun 1999. Kejayaan MU berlanjut pada era kebintangan Cristiano Ronaldo. Kehebatan Ronaldo membuat MU menjadi tim paling ditakuti saat itu.

Raihan gelar juara dipersembahkan, hingga membuatnya direkrut Real Madrid dengan rekor transfer. Meski kemudian perjalanan MU sempat naik turun yang saat ini dibesut mantan pemainnya, Ole Gunnar Solskjaer

Nama MU pun turut menjadi tim yang disukai oleh pemain Barito Putera, Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah. Gelandang yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-22 itu secara terang-terangan adalah fans MU.

"Klub favorit saya Manchester United, karena sejarah timnya yang banyak meraih gelar juara dan pelatihnya Sir Alex Ferguson," beber Luthfi Kamal dalam percakapannya di kanal YouTube Akurasi TV baru-baru ini.

 

2 dari 3 halaman

Terinspirasi Ronaldo

Pemain Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman, bercanda dengan luthfi kamal, saat latihan di Lapangan ABC, Senayan, Sabtu (12/1). Witan menjadi pemain termuda dalam seleksi Timnas Indonesia U-22 dengan usia 17 tahun. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Alasannya tersebut tak bisa dibantah, MU memang menjadi tim yang menakutkan sejak ditangani Sir Alex Ferguson. Pelatih berkebangsaan Skotlandia itu menghadirkan 13 trofi Liga Inggris serta dua juara Liga Champions untuk MU.

Fergie tidak hanya jago dalam menyusun taktik dan strategi di timnya. Ia juga dikenal mampu mencetak pemain bintang, kayaknya David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Nama Ronaldo jelas sangat digandrungi dan menjadi idola banyak orang sampai saat ini.

Ferguson berhasil membuat Ronaldo menjadi pemain besar sejak ia didatangkan dari Sporting Lisbon. Kolaborasi Ferguson dan Ronaldo membuat MU banyak meraih gelar juara. Bagi Luthfi Kamal, Ronaldo ikut menjadi inspirasinya.

"Dari dulu pemain idola saya Cristiano Ronaldo, sikapnya di dalam dan luar lapangan menjadi contoh. Kalau untuk pemain di posisi gelandang saya suka Toni Kroos," jelas mantan pemain Mitra Kukar dan PSS Sleman.

3 dari 3 halaman

Barito Putera Andalkan Pemain Muda

Gelandang Barito Putera, Alif Jaelani, merayakan golnya ke gawang Arema FC pada laga Piala Menpora 2021. (Bola.com/Arief Bagus)

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, mengaku masih akan mempromosikan pemain muda pada BRI Liga 1. Pria yang akrab disapa Djanur itu bahkan tak gentar bersaing dengan mengandalkan para pemain muda.

Barito Putera konsisten menggunakan jasa pemain muda di Liga 1 musim lalu. Rencana serupa kembali akan diulangi Barito Putera pada BRI Liga 1.

"Saya punya harapan dengan skuad muda Barito Putera. Akan tetapi, harus sabar karena semuanya tidak ada yang instan. Paling tidak tahun depan, Insyaallah pemain ini sudah matang," kata Djanur.

Sementara itu, Djanur menyebut Barito Putera memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri pemain muda. Langkah itu dilakukan untuk mematangkan mental pemain muda dalam menghadapi tekanan di BRI Liga 1.

"Sisa waktu yang ada tinggal menjaga saja sambil tingkatkan motivasi dan kepercayaan diri. Maklum, banyak pemain muda," tegas Djanur.