BRI Liga 1 Sudah Berjalan Tiga Bulan, Roda Perekonomian Masyarakat Kembali Menggeliat

oleh Erwin Snaz diperbarui 04 Nov 2021, 11:00 WIB
Satu di antara UMKM yang dikelola kelompok suporter Persib, The Original Viking Fanshop (TOVF) di Kota Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Pelaksanaan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 sudah berjalan selama tiga bulan. Seluruh tim peserta telah melakoni sepuluh pertandingan dan segera menutup seri kedua di Jawa Tengah dan DIY.

Selama itu pula, roda perekonomian masyarakat kembali menggeliat dengan berjalannya pertandingan demi pertandingan di BRI Liga 1. Terutama sangat dirasakan oleh para pelaku industri sepak bola.

Advertisement

Seperti diketahui sepak bola Indonesia turut terdampak adanya pandemi COVID-19 sejak Maret 2020. Lebih dari satu setengah tahun menunggu, kompetisi kembali diputar sejak 27 Agustus 2021.

Dampak positif tersebut pada umumnya dirasakan oleh para pelaku usaha mikro kecil menegah (UMKM) yang menjual atribut sepak bola.

Satu di antaranya bagi The Original Viking Fanshop (TOVF) di Kota Bandung, yang penjualannya mengalami kenaikan 30 sampai 50 persen sejak bergulirnya BRI Liga 1.

“Saya sangat berterima kasih kepada BRI Liga 1 karena kompetisi bisa berjalan lagi. Sebelumnya, kami hampir tidak berkutik selama pandemi melanda. Berbagai upaya kami lakukan agar dapat bertahan," ujar Manajer TOVF, Hendri, Rabu (3/11/2021).

2 dari 4 halaman

Berdampak ke Masyarakat Lokal

Satu di antara UMKM yang dikelola kelompok suporter Persib, The Original Viking Fanshop (TOVF) di Kota Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

TOVF merupakan salah satu UMKM yang berdiri pada 2006 atas inisiatif dari beberapa anggota Viking, pendukung klub sepak bola Persib Bandung.

Saat ini lanjut Hendri penjualan sudah mulai membaik sehingga bisa menghidupi karyawan yang berjumlah sekitar 20 orang.

"Kami juga produksi sendiri, jadi secara ekonomi cukup berdampak ke banyak warga lokal,” tutur Hendri.

Pada awalnya, TOVF fokus memproduksi baju-baju distro yang bisa digunakan para penggemar Persib Bandung dalam berbagai acara selain pertandingan.

Memasuki tahun ke-15, TOVF diharapkan terus berkembang menjadi salah satu simbol pemersatu penggemar klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

3 dari 4 halaman

Bakal Lebih Cerah

Ribuan pendukung Persib, Viking merayakan kemenangan Persib atas Martapura F.C pada laga Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (10/9/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Meski penjualan sudah membaik, pihaknya meyakini potensi penjualan dan pendapatan akan terus meningkat mencapai atau melebihi angka pra-pandemi.

Hendri juga berharap penonton dapat segera kembali ke stadion pada tahun 2022 nanti. Dengan kehadiran penonton langsung di stadion, perekonomian bakal semakin meningkat.

“Saya melihat antusiasme dari masyarakat sudah cukup baik, seperti tercermin dari penjualan di toko kami ini. Namun, jika bisa kembali (menonton di stadion), walau hanya 30 persen kapasitas stadion, itu sudah cukup,” ungkap Hendri.

Asa kembali ke stadion turut diwujudkan secara nyata oleh komunitas penggemar. Bahkan, mereka secara swadaya melakukan beberapa inisiatif untuk membantu percepatan vaksinasi di lingkungan suporter.

“Kami dari suporter juga banyak melakukan kegiatan sosial, seperti mendistribusikan vitamin dan sembako ke berbagai wilayah di Jawa Barat," lanjut dia.

"Kami juga ikut bekerja sama dengan manajemen Persib untuk mengorganisasikan kegiatan vaksinasi di beberapa daerah. Harapannya, semakin banyak yang divaksin, pandemi segera berakhir,” jelas Hendri.

4 dari 4 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Berita Terkait