5 Statistik Menarik Pekan Ke-23 BRI Liga 1: Banyak Kejutan Terjadi, Persipura Mulai Bangkit

oleh Wahyu Pratama diperbarui 09 Feb 2022, 05:00 WIB
Liga 1 - Ilustrasi BRI Liga 1_18 Logo Peserta Liga (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Pekan ke-23 BRI Liga 1 2021/2022 berlangsung relatif lancar. Walaupun sempat ada kontroversi di pertandingan Madura United verus Persela Lamongan, pada akhirnya seluruh pertandingan berhasil dihelat.

Ini tentu berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya tatkala dua pertandingan terpaksa ditunda. Badai COVID-19 yang melanda membuat dua laga itu ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Advertisement

Sepanjang pekan ini, tak terlalu banyak kejutan tercipta. Praktis hanya Persipura yang saat ini berkubang di papan bawah, yang mampu hadirkan guncangan kepada salah satu penantang gelar juara, Persebaya Surabaya.

Tetapi kegagalan Bali United mengemas tiga angka sempurna atas PSM Makassar juga menjadi salah satu hal yang menarik. Yakob Sayuri berhasil mencetak gol telat untuk memaksakan pertandingan berakhir imbang 2-2.

Bola.com berhasil merangkum lima fakta menarik yang terjadi sepanjang pekan ke-23 BRI Liga 1 2021/2022. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

 

2 dari 7 halaman

Persela Masih Sulit Menang

Sejumlah pemain Persela Lamongan merayakan gol ke gawang PSM Makassar yang dicetak Jabar Sharza (keempat dari kiri) dalam laga pekan ke-15 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis (02/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Nasib buruk Persela Lamongan belum juga berakhir. Terkini, mereka hanya sanggup bermain imbang 1-1 atas Madura United dalam pertandingan yang bertajuk derbi Jawa Timur tersebut.

Hasil tersebut melengkapi kegagalan Persela meraup tiga angka sempurna dalam 14 pertandingan beruntun. Ini merupakan catatan terburuk klub berjuluk Laskar Joko Tingkir sepanjang keikutsertaan mereka di kompetisi sepakbola tertinggi tanah air.

Catatan tersebut kini hanya terpaut sedikit dari torehan TIRA Persikabo (16 laga tanpa kemenangan). Sebuah 'rekor' yang mereka dapatkan pada Liga 1 2019 lalu.

3 dari 7 halaman

Marko Simic Tak Berhenti Cetak Gol

Ekspresi kecewa pemain Persija Jakarta, Marko Simic setelah golnya dianulir saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ketajaman Marko Simic tentu tak perlu diragukan lagi. Terbaru, penyerang Persija Jakarta ini mempertajam catatan gol terbanyak sepanjang sejarah Liga 1 setelah mencetak gol ke gawang Arema FC.

Tambahan satu gol yang diciptakannya di pertandingan tersebut menggenapi torehannya menjadi 60 gol. Jumlah ini terpaut lima gol lebih banyak dari penyerang Madura United, Alberto Goncalves.

Dari 23 tim yang pernah dihadapinya, pemain asal Kroasia tersebut hanya gagal menciptakan gol ke gawang dua tim saja, PSMS Medan dan Persita Tangerang.

4 dari 7 halaman

Persipura Hadirkan Mimpi Buruk Buat Persebaya

Ramai Rumakiek didatangkan Persipura Jayapura dari Akademi Persipura pada 9 Mei 2021. Dalam BRI Liga 1 2021 ia telah bermain dalam 5 laga dengan mencetak 1 gol saat menghadapi Persita Tangerang pada matchday pertama. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tajamnya lini depan menjadi alasan Persebaya Surabaya bersaing di papan atas. Saat ini, mereka menjelma menjadi klub tersubur dengan torehan 39 gol dalam 23 laga atau bila diambil rerata 1,69 gol per pertandingan.

Tetapi ledakan lini serang Persebaya tak terlihat di pertandingan kemarin kontra Persipura Jayapura. Kehilangan trio Ricky Kambuaya, Bruno Moreira dan Taisei Marukawa membuat kegarangan Persebaya di depan gawang tiba-tiba sirna.

Kekalahan dua gol tanpa balas sekaligus menandai Persipura sebagai tim keempat yang membuat Persebaya tak bisa mencetak gol. Tiga klub lainnya yakni: Bhayangkara FC, Persik Kediri dan PSIS Semarang.

5 dari 7 halaman

Ada Apa dengan David da Silva?

Penyerang Persib Bandung, David da Silva saat beraksi dalam pertandingan melawan Borneo FC pada lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 (Liga Indonesia Baru)

Tak ada yang berani menyangsikan ketajaman David da Silva. Penyerang asal Brasil ini mendapatkan reputasi sebagai predator gol papan atas di Indonesia saat membela Persebaya dalam kurun waktu 2018 hingga 2020.

Tetapi dalam empat pertandingan awal bersama Persib Bandung, pemain berusia 32 tahun gagal menjaringkan satu gol pun. Hal ini seolah mengulang pencapaiannya pada pertengahan musim Liga 1 2019.

Kala itu, ketajaman David da Silva menghilang dalam lima pertandingan beruntun menghadapi Bali United, Barito Putera, Borneo FC, Persib dan Persela. Persebaya pun gagal mendapatkan kemenangan selama periode tersebut.

6 dari 7 halaman

Banyak Tim Tidak Fokus di Menit Akhir

Duel sengit antara Bali United kontra PSM Makassar dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Senin (7/2/2022) malam WIB. (Bola.com/Maheswara Putra)

Bali United memiliki reputasi sebagai tim pencetak gol terbanyak di masa injury time babak kedua. Mereka berhasil menciptakan tiga gol selama periode tersebut, terbanyak diantara klub-klub peserta BRI Liga 1 2021/22.

Sayangnya, rekor tersebut justru berbalik arah saat menghadapi PSM Makassar. Unggul 2-1 hingga menit ke-90, mereka justru kecolongan lewat aksi Yakob Sayuri di masa tambahan waktu.

Satu poin yang didapatkan klub berjuluk Serdadu Tridatu itu membuat ambisi mereka mendekatkan diri ke puncak klasemen tersendat. Saat ini mereka di posisi ketiga dengan 45 poin, berjarak empat angka dari Bhayangkara FC.

7 dari 7 halaman

Lihat Persaingan di BRI Liga 1 Saat Ini

Berita Terkait