MotoGP 2022: Aleix Espargaro Tak Suka Alat Canggih Ini di Motornya, Apa Alasannya?

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 02 Jul 2022, 22:30 WIB
Saat balapan tinggal menyisakan satu lap, Aleix Espargaro melakukan kesalahan fatal. Ia mengira balapan sudah berakhir dan mulai memelankan kecepatannya. Selain itu, ia juga sempat melakukan selebrasi dengan melambaikan tangannya kepada penonton. (AP/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Aleix Espargaro berharap ada aturan 'saklek' perihal ride height device di MotoGP. Pembalap Aprilia Racing ini menolak tegas penggunaan alat canggih pengatur tinggi rendah posisi duduk.

Perlu diketahui, seluruh pabrikan MotoGP sudah menggunakan ride height device di motor para pembalapnya. Alat ini sebenarnya menguntungkan karena bisa membuat pembalap tak perlu lagi mengatur posisi duduk.

Advertisement

Adapun Aprilia memiliki dua mode, yakni manual dan otomatis. Aleix Espargaro menggunakan yang manual karena menurutnya lebih fleksibel.

"Saya pakai sistem yang manual. Saya juga punya sistem yang otomatis, tapi saya lebih suka dengan yang manual," ujar Aleix Espargaro dinukil dari Speedweek.

 

2 dari 4 halaman

Sebenarnya Bagus

Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro dalam sesi kualifikasi MotoGP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Sabtu (4/6/2022). (foto: Pau BARRENA / AFP)

Aleix Espargaro pernah menjajal ride height device yang otomatis. Ia sebetulnya terkesan karena buat para teknisi alat ini mempermudah segalanya.

Secara teknis, ride height device akan bekerja ketika motor melakukan tikungan, yang mana pembalap tak perlu lagi mengatur posisi duduk yang tepat. Namun tetap saja ia tidak begitu suka dengan yang otomatis.

"Jadi alat ini akan otomatis bekerja ketika suspensi depan berkurang (melakukan rem depan). Untuk para teknisi, itu sangat sempurna. Tapi, buat saya ini terlalu dini, saya tidak mennyukainya," katanya lagi.

 

3 dari 4 halaman

Sesuai Kebutuhan

Lebih lanjut, Aleix menuturkan kalau perangkat tersebut membuat pembalap kehilangan kehati-hatian karena secanggih apapun sebuah alat tetap memiliki risiko.

"Saat Anda membalap kan perlu hati-hati, nah makanya lebih baik menunggu motor kembali posisi tegak," jelas Aleix.

"Jadi, sebenarnya posisi duduk terbaik kita kan yang mengatur. Kita yang paling tahu kapan atau bagaimana sebaiknya itu dilakukan, saya memilih menggunakannya ketika saya butuh," ujarnya lagi.

 

4 dari 4 halaman

Tidak Kompetitif

Ya, ride height device pernah beberapa kali malfungsi. Maverick Vinales jadi korban pertama.

Mengingat risiko yang terdapat pada alat tersebut, Aleix pun memilih untuk melarang ride height device jika ia memiliki wewenang. Alasannya, selain keamanan, tapi juga rasa kompetitif.

"Kalau saya punya wewenang, akan saya larang sekalipun punya Aprilia yang terbaik. Tanpa alat ini, balapan akan terasa lebih kompetitif karena semua pembalap dituntut mengeluarkan skill-nya,"

Sumber: Speedweek

Berita Terkait