Pecco Bagnaia Campur Aduk Setelah Marco Bezzecchi Juara MotoGP Argentina

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 03 Apr 2023, 19:00 WIB
Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia di kualifikasi MotoGP Qatar. (Twiitter/Ducati)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, kesal karena terjatuh dalam main race MotoGP Argentina, Senin (3/4/2023) dini hari WIB.

Selain itu merupakan kesalahan fatal, ia juga tak bisa memahami apa yang sejatinya menyebabkan kecelakaan tersebut.

Advertisement

Start ketiga, Bagnaia sempat melorot ke posisi keempat pada lap pembuka. Namun, pada lap yang sama, ia berhasil menyalip Franco Morbidelli dan kembali ke posisi semula. Ia terus bertahan di posisi ini selama 15 lap, sebelum kemudian menyalip Alex Marquez.

2 dari 4 halaman

Tak Normal

MotoGP - Pecco Bagnaia, Jack Miller, Jorge Martin, Fabio Quartararo, Marco Bezzecchi (Bola.com/Adreanus Titus)

Sayangnya, pada Lap 17, ban depan Bagnaia selip di Tikungan 13. Ia jatuh dan masuk ke area gravel. Juara dunia 2022 ini bisa kembali ke lintasan, tapi terjun bebas ke posisi 16. Ia bertahan di posisi itu sampai finis, walau sempat dapat ancaman dari Brad Binder pada lap terakhir.

"Saya sangat marah, jujur saja. Saya pernah mengalami kecelakaan macam ini, yang tak bisa dipahami. Terkadang, Anda jatuh dan tak tahu apa penyebabnya, dan inilah yang paling sulit dipahami dan dipelajari. Dalam 16 lap, saya melakukan manuver yang sama, tapi pada lap itu saya jatuh," ujar Bagnaia via Crash.net.

Bagnaia juga menyebut insiden itu tak normal. Biasanya, ban depan selip karena sang rider mengerem terlalu agresif atau melepas rem terlalu dini. Namun, kecelakaan Bagnaia justru terjadi karena ia menyentuh gas. Atas alasan itu, ia dan Ducati jadi makin sulit memahami penyebabnya.

3 dari 4 halaman

Senang Bestienya Juara

Pebalap Tim Mooney VR46, Marco Bezzecchi menunjukkan jersey Timnas Argentina bertandatangan Lionel Messi saat menjuarai MotoGP Argentina 2023 di Autódromo Termas de Río Hondo, Argentina, Senin (03/04/2023) dini hari WIB. Selebrasi tersebut diketahui meniru sang gurunya, Valentino Rossi yang dilakukan pada musim 2015 silam. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Namun, ia berpikir positif karena ia kompetitif sebelum jatuh.

"Saya merasa nyaman. Tanpa memaksa, tanpa melakukan hal-hal gila, saya ada di posisi kedua. Saya yakin Marco Bezzecchi terlalu cepat bagi saya, dan saya tertinggal lima detik. Jadi, saya hanya mengendalikan jarak dari Alex," ungkapnya.

Satu-satunya hal yang menghibur hati Bagnaia adalah kemenangan Bezzecchi. 'Bez' merupakan kawan baiknya di VR46 Riders Academy, dan sukses mempersembahkan kemenangan perdananya untuk Mooney VR46 Racing Team, yang merupakan skuad milik Valentino Rossi.

"Jujur saja, kemenangan Bez adalah satu-satunya hal positif hari ini. Saya bahagia untuknya, dan ia layak mendapatkannya. Kemenangan perdananya di Moto3 juga diraih di sini. Saya tahu betul potensinya, dan saya tahu ia akan melaju cepat seperti hari ini," ucapnya via MotoGP.com.

 

4 dari 4 halaman

Peringkat Kedua

Akibat kecelakaan itu, Bagnaia kini melorot ke peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan koleksi 41 poin karena ia gagal meraih poin dalam main race. Kini puncak klasemen dihuni oleh Bezzecchi dengan koleksi 50 poin.

Sumber: Crashnet, MotoGP

Berita Terkait