Ragnar Oratmangoen Bercerita Jadi Mualaf di Usia 15 Tahun: Dituntun Kawan ke Masjid, Senang Dengar Azan di Indonesia

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 19 Mar 2024, 20:30 WIB
Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen (kanan), saat menghadiri laga pamungkas Grup A Piala Dunia U-17 2023 antara Timnas Maroko U-17 melawan Timnas Indonesia U-17 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (16/11/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Baru sedikit orang yang tahu bahwa pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen adalah seorang muslim. Dia beberapa kali mengucapkan salam assalamualaikum. Terbaru, videonya yang sedang berbuka puasa di tengah pertandingan viral di media sosial.

Namun, Ragnar Oratmangoen tidak terlahir sebagai islam. Dia menjadi mualaf pada usia ke-15 tahun. Berawal dari mendalami islam, ia memutuskan untuk berpindah keyakinan. Faktor lingkungan turut memengaruhi pilihannya.

Advertisement

"Saya tidak terlahir sebagai sebagai muslim. Saya dibesarkan sebagai seorang kristen," ujar Ragnar Oratmangoen membuka cerita dalam Media Day Timnas Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024).

"Tetapi, setelah saya tumbuh dewasa, saya menemukan jalan ke islam," tutur pemain Fortuna Sittard di Eredivisie yang dipinjam dari Groningen tersebut.

 

2 dari 4 halaman

10-11 Tahun Melalui Ramadan

Calon pemain naturalisasi Indonesia, Ragnar Oratmangoen (kanan) berpose dengan maskot Piala Dunia U-17 2023 Bacuya menjelang pertandingan Timnas Indoensia U-17 versus Maroko di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (16/11/2023). (Bola.com/Erwin Fitriansyah)

"Bagi saya, hal-hal yang saya pelajari tentang Tuhan. Teman saya juga sering mengajak ke masjid ketika itu. Mereka mengajarkan saya soal Tuhan," ungkap Ragnar Oratmangoen.

"Lalu juga bagaimana agama ini bisa membantu dalam hidup. Ini menyentuh saya dan akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim," ucap pemain berusia 26 tahun ini.

Bukan kali ini saja Ragnar Oratmangoen menjalani ramadan. Dia sudah belasan tahun berpuasa. "Saat usia 15 tahun saya menjadi islam. Jadi, sudah 10-11 tahun saya melewati ramadan," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Mendengar Azan

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen (kanan), saat menghadiri laga pamungkas Grup A Piala Dunia U-17 2023 antara Timnas Maroko U-17 melawan Timnas Indonesia U-17 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (16/11/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Namun, untuk pertama kalinya, Ragnar Oratmangoen melalui ramadan di Indonesia. Dia baru saja dilantik sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada Senin (18/3/2024) untuk diproyeksikan membela Timnas Indonesia.

Ragnar Oratmangoen menikmati berpuasa di Tanah Air barunya, termasuk mendengar suara azan. "Ya, saya mendengar azan ketika berlatih bersama Timnas Indonesia," ungkap pesepak bola yang mencatatkan 73 penampilan di Eredivisie itu.

"Saya mendengar azan saat latihan dan menurut saya itu indah sekali. Saya senang bisa mendengar azan dan merasakan suasana ini," terang Ragnar Oratmangoen.

4 dari 4 halaman

Spesial

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, tiba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Kamis (16/11/2023) petang WIB. (Bola.com/Erwin Fitriansyah)

Pilihan untuk menjadi WNI sudah tepat bagi Ragnar Oratmangoen. Sebab, mayoritas penduduk di Indonesia beragama islam. Di Timnas Indonesia, misalnya, beberapa pemain juga berpuasa.

"Saya sudah mendengar bahwa di Timnas Indonesia banyak pemain muslim. Jadi bagi saya, ini adalah suasana baru," ujar Ragnar Oratmangoen.

"Biasanya saya berada dalam tim yang hanya ada 2-4 pemain yang menjalankan ramadan. Jadi, ini adalah hal yang spesial," kata Ragnar Oratmangoen.

Berita Terkait