Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Paul Scholes, menegaskan bahwa unggahannya di Instagram mengenai pelatih interim MU, Michael Carrick, sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung mantan rekan setimnya tersebut.
Komentar itu muncul setelah MU menelan kekalahan 1-2 dari Newcastle United dalam laga Premier League pekan lalu. Kekalahan tersebut merupakan yang pertama bagi Setan Merah sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih.
Dalam unggahan Instagram Story-nya saat itu, Scholes menulis:
"Michael jelas punya sesuatu yang istimewa… karena United bermain buruk dalam empat pertandingan terakhir."
Unggahan tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak. Satu di antaranya datang dari mantan rekan setim mereka, Patrice Evra, yang bahkan mengatakan, "Saya berharap akunnya diretas."
Klarifikasi Scholes
Scholes kemudian memberikan klarifikasi dalam podcast "The Good, The Bad & The Football" pada Senin bersama dua mantan pemain MU lainnya, Wes Brown dan Nicky Butt.
Ia juga mengungkapkan sudah berbicara langsung dengan Carrick mengenai hal tersebut.
"Itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung Michael," kata Scholes.
"Michael adalah salah satu orang paling baik yang pernah Anda temui di dunia sepak bola. Dia adalah orang terakhir yang ingin saya sakiti," lanjutnya.
Scholes menambahkan bahwa ia langsung menghubungi Carrick setelah kontroversi itu muncul.
"Saya mengirim pesan kepadanya. Saya langsung berkata, 'Dengar, saya tidak pernah berniat membuatmu tersinggung.' Sebenarnya saya bahkan tidak merasa perlu mengatakan itu, dan dia sendiri bilang kepada saya bahwa dia tidak tersinggung," ungkap Scholes.
Komentar Disalahartikan
Carrick mengambil alih tim setelah pemecatan Ruben Amorim. Ia sempat mencatat awal yang impresif dengan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama sebagai pelatih.
Namun, dalam beberapa laga terakhir, performa MU dinilai tidak sebaik saat mereka mengalahkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham pada awal masa kepemimpinannya.
Meski begitu, MU saat ini masih menempati posisi ketiga klasemen liga dan berada dalam jalur yang baik untuk lolos ke Liga Champions.
Scholes merasa komentarnya disalahartikan oleh banyak orang.
"Saya rasa orang-orang menafsirkannya berbeda dari yang sebenarnya saya maksud," katanya.
"Saya hanya mengatakan bahwa menurut saya, mereka tidak bermain terlalu baik dalam empat pertandingan terakhir, tetapi dia tetap mampu meraih hasil."
Ia juga mengingat pengalaman bermain di bawah manajer legendaris Alex Ferguson.
"Kami dulu memiliki manajer terbaik di dunia dan dia selalu mengatakan bahwa kadang Anda memang membutuhkan sedikit keberuntungan. Dengan kartu merah atau berbagai hal yang terjadi dalam pertandingan, kadang memang dibutuhkan sedikit keberuntungan. Itu saja yang saya maksud," tuturnya.
Dua Sisi
Brown mengakui komentar Scholes memang bisa dipahami dari dua sisi.
"Saya bisa melihatnya dari dua sudut pandang. Ketika Scholesy menjelaskannya kepada saya, semuanya masuk akal. Tapi, ketika pertama kali saya membacanya, kesannya seperti dia sedang mengkritik Carrick," kata Brown.
Menanggapi hal itu, Scholes menegaskan kembali maksud sebenarnya dari pernyataannya.
"Apa yang Wes katakan, dan sebelumnya saya tidak pernah mendengarnya, adalah seolah-olah saya menyebut dia hanya pelatih yang beruntung. Itu bukan yang saya maksud," jelas Scholes.
"Saya justru mengatakan dia pelatih yang sangat berbakat karena mampu meraih hasil dengan tim yang, menurut saya, dalam empat pertandingan terakhir sejak laga melawan West Ham United, tidak bermain terlalu baik," imbuhnya.
Awal tahun ini, bek MU, Lisandro Martinez, juga sempat menanggapi kritik yang dilontarkan oleh Butt dan Scholes terhadap tim.
Sumber: BBC