Bola.com, Jakarta - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tak ikut melakukan selebrasi sampanye saat meraih podium di Moto3 Brasil, akhir pekan kemarin. Veda pun mengungkapkan alasannya tidak ikut serta dalam selebrasi tersebut.
Dalam balapan yang berlangsung di Autodromo Internacional Ayrton SennaGoiania, 22 Maret lalu, Veda Ega start dari urutan keempat. Namun, awal balapan pembalap Honda Team Asia tersebut tak semulus harapan.
Dia sempat tercecer di luar top 5 hingga lap 11, bahkan terlempar hingga posisi 10. Setelah balapan sempat diwarnai red flag menyusul insiden yang dialami David Almansa, Veda berhasil finis di urutan ketiga.
Pembalap berusia 17 tahun tersebut mengamankan podium ketiga dengan catatan waktu 7 menit 21,471 detik, atau tertinggal 1,650 detik dari Maximo Quiles yang sukses finis terdepan.
Bagi Veda Ega Pratama, prestasi di Moto3 Brasil terasa spesial. Dia menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium pada balapan berlabel kejuaraan dunia.
Tak Ikut Perayaan Sampanye
Saat berada di podium dan akan melakukan perayaan sampanye, Veda Ega memilih untuk menghindar. Dia hanya melihat dari jauh ketika dua pembalap lainnya, yakni Maximo Quiles dan Marco Morelli yang meraih podium kedua, saling semprot sampanye.
Veda pun mengungkapkan alasannya tidak ikut dalam perayaan tersebut. Pembalap kelahiran Wonosari tersebut menyebut belum cukup umur serta tindakan itu tidak diperbolehkan dalam Islam.
"Ya itu memang kalau di bawah 18 tahun belum boleh semprot sampanye. Terus juga soalnya punya saya juga belum dibuka waktu itu, masih ada tutupnya," kata Veda.
"Terus ya udah, enggak ikut semprot sampanye. Karena emang enggak boleh juga, haram," jelasnnya dalam wawancara bersama media-media dari Indonesia melalui zoom meeting, Kamis (26/3/2026) malam WIB.
Raih Hasil Bagus di Moto3 Amerika Serikat
Setelah berlaga di Brasil, Veda Ega Pratama akan melanjutkan perjuangannya di Moto3 Amerika Serikat. Veda berharap bisa kembali meraih hasil bagus dalam balapan yang bakal berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, 29 Maret mendatang.
"Targetnya kami berdua tentu mengharapkan bisa kompetitif, bertarung di barisan depan, tetapi buat saya ini pertama kali, jadi saya bakal belajar dan semoga bisa adaptasi dengan cepat di sini," ucap Veda.
"Menurut saya COTA kelihatannya sulit karena memang banyak banget tikungannya dan juga banyak rintangannya, tetapi ya kita lihat besok. Semoga saja saya bisa adaptasi," tambahnya.